
Mereka pun mengikuti Ahmad, Ahmad hanya melihat mereka berdiam diri saja
"hey… apakah kalian juga tidak tau caranya berwudhu"Ucap Ahmad pada mereka
"Iya Mad, hmmm kami sangat malu Mad,tolong bisakah kamu mengajarkan kami"Ucap claudiya
"kalian benar banar ya, selama kalian hidup apa sih yang sebenar nya kalian lakukan, bukan kah kalian semua musim"Ucap Ahmad dengan lembut
"Iya Mad, kami telah teramat jauh tersesat Mad"Mereka berempat sangat malau dan sangat mengasihani diri mereka
"Hmmm baik lah, aku akan mengajari kalian mulai dari niat wudhu dahulu ikutin aku ,Nawaitul wudhu'aliraf'il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta'ala"
Mereka pun mengikuti Ahmad
"Setelah itu sunah nya, berkumur tiga kali, mengirup air melalui hidung dan membersihkan nya tiga kali, dan yang wajib nya membasuh wajah tiga kali usap dari kanan lalu ke kiri, lalu membasuh tangan kanan tiga kali ,tangan kiri tiga kali,lalu membasuh sebagian kepala bisa hanya satu kali dari depan kebelakang, dan bisa juga tiga kali, terus kaki kanan tiga kali dan kaki kiri kali, kalian mengerti"
"Iya Mad kami mengerti"Mereka berempat pun langsung mengerjakan sesuai yang di beritahukan Ahmad
"Dan yang terakhir niat selepas wudhu,Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu warasuuluh. Allaahummaj'alnii mina-t-tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin"Mereka pun mengikuti Ahmad membaca nya
Setelah itu, mereka pun masuk mereka berempat pun memakai mukenah yang ada di musholah itu, Ahmad mengatur shaf untuk mereka agar mereka bisa melihat gerakan Ahmad
Mereka pun sholat bersama dan di imam kan oleh Ahmada, setelah selesai mereka pun berdoa masing masing untuk kesembuhan Rico
Sementara Lolita yang ingin memberitahu mereka keadaan Rico mencari cari mereka,mereka semua keluar dari musholah dan menuju ke ICU lagi
"Heyyy kalian semua… ada kabar baik"Teriak Lolita
Mereka semua berlari menuju Lolita
"Rico sudah melewati masa kritis nya, dan sekarang dia sudah lebih baik, namun terdapat banyak cidera padanya, kedua kaki nya pun patah dan itu akan membuahkan waktu agar dia bisa bejalan lagi"
"Allahamdulillah, dia masih ter selamat kan" Ucap Ahmad
Lilia mendengar itu menangis"Ini semua salah ku, andai bukan karna ku, Rico tidak akan mengalami semua ini"
"Hmm, semua ini adalah kehendak yang mahakuasa jadi kamu harus dengan sabar menerimanya,dan perbanyak lah berdoa agar Rico cepat sembuh"
"Terimakasih Mad mulai saat ini aku akan terus belajar lagi, terimakasih Mad telah mengajak dan mengajarkan kami, aku menjadi lebih tenang setelah sholat tadi"
"Iya sama sama Lilia"
1 jam berlalu ayah Rico pun datang
"Nona Claudiya, bagai mana ke adaan anak ku"
"Kamu bisa menanyakan nya kepada dokter yang di sana itu"Claudiya menunjuk lolita
"Baik lah nona"Ayah Rico menemui Lolita
Dan Lolita pun menjelaskan ke adaan Rico pada nya
Sedangkan Karlos sekarang bersembunyi di apartemen nya, dia stress sekali dan bersiap untuk meninggalkan kota
"Aduh mati aku,aku harus secepat nya meninggal kan kota ini, kalau tidak aku bisa mati, kenapa malah Rico sih yang tertabrak"
Namun sayang Carlos telah di ketahui oleh anak buahnya ayah Rico,ayah Rico mendapat telpon
"Iya, ada apa"
"Boss, kami telah menemukan keberadaan mobil yang menabrak tuan muda"Mendengar itu wajah ayah Rico menjadi memerah karna marah nya
"Oke tangkap dia, dan seret ke hadapan ku!, aku tunggu kalian di kediaman ku"
"Baik Boss"
Saat Carlos menuju mobilnya, dari belakang carlos anak buah ayah nya Rico langsung menyarungkan kain ke kepala Carlos lalu mengikat nya
Carlos berteriak teriak, namun sayang tak ada yang mendengarnya, Carlos langsung di masukan ke bagasi mobil bagian belakang dan di bawa menuju kediaman ayah Rico
"Maaf Bu Lolita, saya titip Riko sebentar, karena saya ada urusan mendesak"
"Ohhh iya pak, tenang saja"
Ayah Rico pun keluar dari ruangan itu
"kamu mau kemana"Tanya claudiya
"Maaf Nona Claudiya, saya ada urusan mendesak yang harus saya selesaikan, saya titip Rico pada kalian ya"
"Iya oke deh, kamu tenang saja kami akan menjaganya dengan baik"
"Terimakasih Nona"
Ayah Rico pun meninggalkan rumah sakit dan menuju ke diaman nya
"Heeyyy claudiya, sepertinya ayah Rico sangat menghormati mu"Tanya Miranda
"Iya dong tentu saja, aku gitu loh,claudiya"Jawab claudiya yang sombong
"Iya deh iya ,Oiya mad bisa kah kamu mengajariku bacaan dalam sholat"
"Hmmm, nanti aku akan bawakan buku panduan sholat untuk kalian, sehingga kalian bisa memahaminya, dan jika ada yang ingin di tanyakan kalian bisa bertanya pada ku"
Mereka berempat sekarang bicara sendiri sendiri dalam hatinya melihat Ahmad, namun hanya lilia yang masih saja terus memikirkan Rico
Namun Lilia sudah tidak terlalu panik dia sudah mulai tenang
"Yaaaa, memang benar sih sholat itu membawa ketenangan dan betapa hina nya aku selama ini,sampai sampai aku melupakan untuk apa sebenarnya aku di ciptakan, Mad apakah aku sudah terlambat"
"Lilia tidak ada kata terlambat untu terus belajar memperbaiki diri ,apakah kamu pernah mendengar kisah seorang sahabat yang dulu berperang menentang Nabi Muhammad Saw dan memerangi Agama Allah dan pada akhirnya sekarang dia di makam kan tepat di sebelah nabi Muhammad Saw"
"Hmmm, belum sih Mad"
"Dia Khalifah Umar bin Khattab Lilia, sepertinya kalian masih harus banyak membaca lagi mulia dari sekarang"
"Dan kamu sama sekali belum terlambat Lilia sesungguhnya allah sangat menyukai hamba hambanya yang mau bertobat ke padanya karna rahmat dan kasih sayang Allah itu sangat luas maka jangan pernah berhenti berharap kamu pasti bisa kok"
Ahmad tersenyum namun masih saja Ahmad tersenyum sambil menunduk
"hmmm, Iya Mad terimakasih banyak,Dan aku akan membaca kisah yang kamu sebut kan tadi dan berkat kamu juga aku belajar banyak hal"
"iya Mad kami juga berterima kasih, Sepertinya kami semua sudah terlalu terlena dengan dunia ini, sampai sampai kami tidak mengetahui apa pun"Ucap Arleta,Miranda dan claudiya