Sacred Love

Sacred Love
Bab 43



Untungnya nasib masih berpihak ke pada Claudia, Claudia terlempar dari mobil, semua orang yang melihat pun melihat Claudia yang masih bernapas dan luka nya sangat parah pun langsung bergegas Mambawa Claudia ke rumah sakit, sedang kan ayah Claudia yang dirumahnya tidak sengaja menjatuhkan gelas kopinya dan gelisah tak lama kemudian ayah Claudia mendapat telpon dari pihak rumah sakit dan mengatakan Claudia saat ini dalam ke adaan kritis,


Sontak ayah Claudia terduduk lemas beberapa saat dan langsung bergegas ke rumah sakit,Sedangkan Lolita yang dan Ahamad yang di perjalan ke rumah Lolita, Lolita juga dapat kabar dari rumah sakit bawah dia harus segara datang karna ada operasi darurat lagi


Lolita pun langsung memutar mobil nya dan menuju ke rumah sakit bersama Ahamad


"Lolita mau kemana kita?"Ahamd yang heran karna lolita tiba tiba saja memutar balik jalan nya


"Kerumah sakit sebentar Mad, ada operasi darurat lagi"Ucap Lolita


mendengar itu Ahmad pun mengerti dan mereka pun sampai di rumah sakit, dan Lolita sangat kaget melihat ayah nya Claudia


"Lolita tolong selamatkan Claudia"Ucap Ramos pada Lolita


"Apa ! jadi yang di dalam itu Claudia"Lolita pun shock mendengarnya


"Nanti saja Om bicara nya aku harus cepat masuk untuk melihat nya"Lolita pun masuk dan melihat ke adaan Claudia yang penuh dengan luka, namun Lolita sangat sedih melihat Claudia karena pecahan kaca yang mengenai mata Claudia kemungkinan Claudia akan buta


Sedangkan Ahamad bersama ayah nya Claudia di depan hanya bisa berdoa, Ahamad tak tau apa yang ia rasakan saat itu, yang dia tau hatinya sangat sedih dan sangat berharap Claudia akan baik baik saja, dan tanpa sadar air mata pun menetes dari mata Ahamad, dia begitu takut kehilangan Claudia


"Nak, apakah kamu menangis"Ucap Ramos yang baru menyadari ke hadiran Ahamad


"Hmmm,tidak pak hanya saja mata saya kelilipan, oiya pak saya Ahamad, dan saya tau putri bapak adalah putri yang kuat jadi bapak tenang saja dan banyak berdoa untuk keselamatan nya"Ahamd yang menguatkan ayah Claudia


"Haa, jadi kamu yang nama nya Ahamad, Nak Claudia selama ini selalu memberikan kamu ke pada saya, dan akhirnya kita bisa bertemu, nak terimakasih kamu telah merubah hidup anak saya, namun sekarang anak saya" Air mata Ramos mulai mengalir


"Iya pak sama sama, dan dari pada bapak menangis lebih baik bapak berdoa, karna doa orang tua untuk anak nya insya Allah akan cepat di kabulkan, dan saya percaya Lolita bisa menyelamatkan Claudia"


Setengah jam berlalu, Lolita pun keluar dari ruangan operasi


"Lolita bagaimana dengan Claudia"Ucap Ramos yang langsung berdiri dan bertanya


Mendengar itu Lolita pun menangis"Om maafkan saya, saya memang dapat menyelamatkan Claudia,namun akibat kecelakaan itu Claudia tidak akan bisa melihat lagi Om"


mendengar itu Ramos Kemabli terduduk lemah, Ahamd yang mendengar pun juga ikut sedih


"Lolita, Om seharusnya kalian masih bersyukur karna Allah masih memberikan hidup ke pada Claudia, dan di balik semua ini pasti ada hikmah nya, Dan bukan kah mata bisa di donor kan, pasti akan ada kesempatan untuk Claudia dapat melihat lagi"Ucap Ahamad yang memberikan harapan pada Ramos


"Iya nak kamu benar sekali, Allahamdulillah Claudia masih selamat, namun Claudia akan sangat depresi dengan ke adaan nya saat ini"


"Om yang sabar ya, saya akan mengusahakan mencari pendonor di seluruh rumah sakit yang ada untuk Claudia Om, saya juga tidak tega melihat Claudia yang seperti itu"Ucap Lolita


"Terimakasih banyak kalian berdua memang sahabat baik Claudia, oiya bagaimana keadaan Claudia sekarang Lolita"Tanya Ramos yang sedikit lega mendengar ucapan Lolita


"Kita masih perlu banyak berdoa, karna Claudia masih dalam masa kritis saat ini"


"Ya Allah Claudia,Baik lah Lolita terimakasih banyak"


"Oiya om aku masuk dulu, aku haru menjaga Claudia saat ini, dan aku akan keluar memberitahu kan perkembangan nya"


Lolita pun masuk kembali, sedangkan Ramos sangat sedih dengan ke adaan Claudia


"Om ayo kita ke mushola"Ajak Ahamad


"Ke mushola?"


"Iya Om, sebaik nya kita sholat dan memohon kepada Allah untuk Claudia, dari pada kita di sini dan bersedih Takan bisa merubah apapun, karna yang punya kuasa telah lah Allah"Jelas Ahamd pada Ramos


Mendengar itu Ramos pun mengikuti Ahamad, mereka berdua pun pergi ke musholla dan mereka pun sholat, setelah sholat mereka berdua pun mulai berdoa,


"Kenapa dengan ku ya Allah, rasa apa ini rasanya aku sangat sedih dan takut sekali akan ke hilangan Claudia, Ya Allah ampuni lah aku, karna aku takut kehilangan yang seharusnya itu bukan lah yang harus aku sedih kan atau pun aku sesali karna semua adalah kehendak mu ya rob, namun jika boleh aku meminta berikan kesembuhan untuk nya, dan jika perasaan ku ini tidak engkau ridoi maka hapus lah dari hati ku ya Robb"Ahmad memohon dalam hati nya


yang kini Ahamad menyadari bahwa dia sebenarnya menyukai Claudia


Stelah mereka berdoa mereka berdua pun kembali ke ruangan operasi itu, mereka hanya dapat menunggu kabar dari Lolita dan kini Ahamad yang telah di berikan handphone oleh Rico pun berdering, dan itu panggilan dari Rico, dan Ahamad pun mengangkatnya


"Assalamu'alaikum Mad"


"Mad kamu kemana saja, kenapa kamu tidak kuliah dan juga aku tanya sama bibi di rumah kamu juga tidak ada, sebenarnya kamu di mana"Tanya Rico


"Co aku sedang di rumah sakit sekarang, Claudia mengalami kecelakaan dan kini masih kritis Co"


"Apa!!! Lalu di rumah sakit mana kamu sekarang, aku akan ke sana bersama Lilia, Miranda dan Arleta"


"aku di rumah sakit milik ayah nya Lolita Co"


Mendengar itu Rico pun langsung menutup telpon nya Rico yang masih di kampus pun langsung memberi tau Lilia dan teman teman nya, mendengar itu mereka sangat khawatir sekali dan langsung bergegas menuju rumah sakit


Tak lama waktu berlalu mereka semua sampai di rumah sakit


"Mad, bagaimana ke adaan Claudia"Lilia yang langsung bertanya


"Aku juga tidak tau Lilia karna Lolita belum memberi tau kami"


"Ya Allah Claudia kenapa bisa begini sih"Ucap Lilia yang panik


"Iya kenapa bisa begini"Miranda yang mulia menangis


"Hmmm, Miranda sudah kamu cengeng banget sih, kalau kamu begini semua nya akan juga ikut sedih"Ucap Arleta pada Miranda


"Lebih baik kita banyak berdoa untuk keselamatan Claudia"


"Ya kamu benar sekali Arleta, sebaik nya ayo kita ke mushola sholat dan berdoa untuk kesembuhan Claudia"Ajak Lilia


"Ya ayo Lilia"Sahut Arleta


Mereka bertiga pun menuju musholla sedangkan Rico kini duduk di sebelah ahamad,


"Nak terimakasih kalian sudah sangat perduli ke pada anak Om"


"Iya Om tenang saja Claudia pasti akan baik baik saja Om"Sahut Rico


Dua puluh menit berlalu kini mereka semua menunggu kabar dari Lolita, dan tak lama lolita pun keluar,


"Bagaimana lolita?"Lilia yang langsung menghampiri Lolita


"Ya Lolita bagaiman?"Timpal Miranda


"Hmm, kalian semua allahamdulillah kini Claudia sudah melewati masa kritis nya, dan kini aku akan memindahkan nya ke ruang perawatan"Ucap Lolita yang lega


Mendengar ucapan Lolita mereka semua menghela nafas lega


"Terimakasih banyak Lolita, Om sangat berterimakasih"


"Hmm, Om tak perlu begitu, berterimakasih lah ke pada Allah yang telah memberikan kesempatan untuk Claudia"


"Haaa, Om lega sekali mendengar nya, syukurlah lah anak ku"


Lolita pun membawa keluar Claudia


Arleta, Miranda dan Lilia tak kuasa menahan tangis melihat ke adaan Claudia, sampai di ruang perawatan Arleta pun bertanya ke pada Lolita kenapa mata Claudia di perban,


Lolita kembali menetes air matanya"Arleta kini Claudia tidak akan bisa melihat lagi, karna ke celakaan itu menyatakan dia buta"


mendengar perkataan Lolita, mereka bertiga menjadi sangat sedih dan sangat tidak menyangka,


"Ya Allah Claudia"Ucap Arleta


"Tapi kalian tenang saja aku akan secepatnya menemukan donor untuk Claudia, apa pun resikonya"


Mendengar itu mereka pun menjadi sedikit lega karna masih ada harapan untuk Claudia dapat melihat lagi