Sacred Love

Sacred Love
Bab 53



Malam itu pun berlalu, Lolita pun telah kembali kerumah nya,


Tak berapa lama Lolita pun menemui semua teman teman nya, dia pun ingin berpamitan kepada mereka semua, jelas mendengar itu mereka semua sangat kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Lolita, namun Lolita tidak mengatakan bahwa kepergian nya itu karena dia hamil


"Ya deh Lolita, kenapa mendadak begini sih kamu perginya, oiya jangan lama lama ya kan nanti aku rindu jadinya"Ucap Miranda yang tak rela Lolita akan pergi


"Hehe, iya kalian semua tenang saja, kan kita masih bisa telponan bareng, Video Call bareng ya nanti ke Tika semua urusan ku telah selesai di sana tentu saja aku akan pulang lagi ke sini"


"Hmm, ya sudah karna besok Lolita akan pergi bagaimana jika kita mengahiskan hari ini untuk bersenang senang?"Usul Claudia pada semuanya


"Ya aku ingin pergi sih, hanya saja hari ini Rico akan datang kerumah ku bersama ayah nya, Rico berniat untuk melamar ku, makanya aku juga datang untuk menyampaikan ini kepada kalian semua, namun aku tak menyangka Lolita akan pergi, oiya Lolita tidak bisa di undur satu hari lagi saja, aku ingin kalian semua datang ke acara lamaran ku nanti?"Ucap Lilia yang makin membuat mereka kaget, mereka sangat senang dengan ucapan lilia namun mereka juga sedih akan kepergian Lolita


"Hmm, maafkan aku Lilia karna tiket nya sudah di siapkan untuk kepergian besok, dan juga ayah dan ibuku sudah berkemas, oiya apa kita ke rumah Lilia saja hari ini, ya kita kan dapat memberikan usulan atau semacam nya, bagaimana?"Tanya Lolita


Mereka semua pun setuju dengan usulan Lolita, hingga tiba lah saat nya yang di tunggu, mereka semua telah berkumpul di rumah Lilia dan kini Rico dan ayah nya pun datang,


Melihat kedatangan Rico dan ayah nya keluarga lilia pun menyambut nya dengan baik,


Di sana ayah Rico mengatakan bahwa putra nya Rico akan melamar Lilia


"Hehehe, pak Law kalau saja sih terserah pada Lilia saja, karena semua pilihan ada di tangan nya, Lilia apakah kamu ingin bersama nak Rico?",Tanya ayah Lilia pada nya


"Hmmm, iya ayah insya Allah"Jawab Lilia


"Allahamdulillah ya Allah, ayah kenapa tidak langsung menikah saja"Ucap Rico yang amat teramat senang


mendengar itu semua nya pun tertawa


"Ya bukan kah kamu yang meminta jika kamu mau melamar Lilia?"Ayah Rico yang bertanya kepada Rico


"Hehe, iya sih ya, soal nya Lilia ingin menikah kalau sudah mendapat gelarnya, ya sudah lah setidak nya aku dapat membuktikan kepadanya jika aku benar benar serius kepadanya, oiya pak Tino kira kira kapan waktu yang tepat untuk acara lamaran nya?"Tanya Rico pada ayahnya Lilia


"Nah bagaimana kalau tanggal 25 nanti saja dan aku juga akan mengundang semua teman di kampus untuk datang bagaimana? ya kalian kan juga butuh persiapan untuk acaranya jadi saya rasa satu Minggu sudah cukup untuk mempersiapkan nya"Usul Claudia


"Hmm, ya benar tu Caludia"Ucap Miranda, Arleta dan Lolita


"Ya terserah pak Law saja dan nak Rico, jika memang tanggal 25 akan di adakan acara maka saya juga perlu mendekor tempat ini, sebelum acara nya"


"Pak Tino tenang saja, saya sudah punya orang yang akan mendekorasi tempat ini dan nanti saya akan menyuruh nya untuk datang, yaaa pokok nya segala sesuatunya pak Tino tenang saja itu tanggung jawab saya"Ucap ayah Rico


"Lalu kami para ibu ibu nanti akan mengurus masalah hidangannya",Ucap ibu Lilia yang kini datang membawakan minum untuk mereka semua


"Hehe, Tante tidak usah repot repot"Ucap Rico


"Hmm, bukan Tante tapi ibu hehe"


Hari itu menjadi hari yang bahagia bagi mereka semua,


Hingga semua nya pun pulang, saat itu Lolita menghampiri Claudia, sambil berjalan Lolita pun memberitahu Claudia tentang apa yang ia alami malam kemarin, seolah olah Ahamad bicara padanya, dan Lolita sangat yakin dengan itu, hanya saja Lolita tidak menemukan nya lagi setalah ia bicara


Mendengar itu Claudia langsung cepat lari ke mobilnya dan langsung bergegas menuju taman dimana Lolita duduk malam kemarin, Claudia pun sampai di sana, dan saat itu kebetulan sekali Ahamad akan pergi dari taman itu, untuk berkeliling membawakan eskrim eskrim nya, saat ini mereka saling berjalan menuju satu sama lain, namun saat mereka sudah hampir bertemu tiba tiba tas Claudia pun terjatuh kerena terburu, Claudia pun menunduk untuk mengambil tas nya, dan Ahamad pun melewati nya begitu saja, setelah mengambil tas nya Claudia pun tidak menoleh lagi dan langsung saja berjalan lurus, Claudia mengelilingi taman itu namun dia tidak menemukan Ahamad yang ia cari hingga ia lelah dan duduk


"Hmmm, apa benar yang Lolita bicarakan, apakah benar itu Ahamad, namun aku sudah mencari di sedetail nya di taman ini, namun tidak juga menemukan nya, Ya Allah mad kemana sih sebenarnya kamu, apa benar kamu kembali ke Turki"Ucap Claudia yang kini tersender di tempat duduk itu


Namun saat berjalan,Entah kenapa Ahamad mengetahui bahwa dia saat itu berselewatan dengan Claudia, namun dia sengaja langsung pergi meninggalkannya


"Claudia Claudia, apa yang kamu lakukan di taman itu, untung saja kita tidak bertemu jika tidak jawaban apa yang akan ku berikan ke pada mu, hmmm biarlah kamu tetap tidak tau di mana aku, karna saat ini aku sungguh pria yang tidak berguna untuk mu, dan kamu masih saja memakai parfum yang hanya kamu sendri yang memakai nya sehingga aku tau itu pasti adalah kamu"Ucap Ahamad sambil berjalan


Ternyata Ahamad sangat hapal dengan aroma parfum milik Claudia


Kini Ahamad pun duduk mereka memikirkan satu sama lain di pikiran mereka, namun indah nya mereka tersenyum ketika memikirkan satu sama lain,


Waktu pun berlalu ke esokan harinya mereka semua pun datang untuk mengantar kepergian Lolita, Lolita dan keluarga pun berpamitan kepada mereka semua, di sana miranda dan yang lainya menangis memeluk Lolita, Lolita pun pergi ke tempat barunya,


Acara Lilia pun tinggal satu hari lagi dan kini Rico pun mengunjungi rumah Ahamad,


Dia masuk dan melihat ke adaan rumah Ahmad yang sangat sederhana, yangvmembuat ya mulai menangis


"Mad hari besok adalah acara lamaran ku dan Lilia , aku sangat ingin kamu juga ada di sini untuk melihat ku, haaaa mad kamu saudara terbaik yang pernah aku miliki"Ucap Rico


Kini Rico pun melihat lihat isi dalam rumah Ahamad, dan tanpa sengaja Rico membuka laci di mana Ahmad meninggalkan hasil cek up terakhirnya,


"Hmm, apa surat apa ini, sepetinya ini surat dari rumah sakit"Rico yang penasaran pun mengambil surat itu, Rico pun mengeluarkan selembar surat dari amplop itu, melihat tulisan itu Rico pun terduduk lemas, Rico tak menyangka bahwa selama ini Ahamad mengidap kanker dan telah mencapai stadium akhir, Rico menangis sejadi jadi nya


"Mad, kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari kami, dan kamu di mana saat ini, apakah kamu telah tida ya Allah mad setidak nya Ahhhh…"Teriak Rico yang kini langsung keluar dan bergegas pulang


"Ayah…Ayah …"Teriak Rico yang seperti orang kesurupan mencari ayah nya


"Ee, nak ada apa, apa terjadi sesuatu?, kenapa kamu menangis ada apa ini ?"Tanya law yang melihat Rico tida karuan


"Ayah, ayah lihat lah ini ayah"Ucap Rico sambil terduduk Kemabli


"Ayah Ahamad sebenarnya, Ahamad ayah dia mengidap kangker dan ini aku temukan di rumah nya"


"Apa ! Ahamad mengidap kangker"Ayah Rico sambil mengambil kertas itu


"Ayah mungkin Ahamad telah tida sekarang karna, di sana juga tertulis bahwa hidupnya hanya satu bulan lagi paling lama, dan ini sudah berjalan hampir dua bulan ayah, ayah bagaimana ini ayah?"


Ayah Rico pun tidak dapat berkata kata, dia hanya berdiri memandang langit dan kini air matanya mulai bercucuran