
Kelas pertama pun selesai, Lilia menghampiri Ahmad lagi, namun Lolita yang melihat itu sepertinya iri, lalu dia mengikuti Lilia menemui Ahmad.
"Hmmm, Lilia sepertinya mereka ingin ke kantin bersama mu"
"Ohhh, benarkah, hmmm , aku baru saja ingin menemui Ahmad"
"Ya sudah, gantian biar aku aja"
"Hahaha, dasar kamu Lolita, ini pasti akal akalan kamu saja kan"
"hehehe, habis nya kamu begitu dekat nya, aku juga ingin Lilia"
Di saat mereka berdua mengobrol, Ahmad pun keluar duluan
"Yaaaa kan Lilia, adduhhh, gagal deh"
"Hahaha, ya gara gara kamu tu ke lamaan mengobrol Lolita "
"Hmm, iya deh iya Lilia,sudah ayo kita ke kantin"
Saat mereka berjalan ke kantin Lolita dan Lilia pun berada di belakang Ahmad,
"Ayo, pergi sana Lolita, bukakan kah kamu ingin lebih dekat dengan nya"
"Hehe, iya deh Lilia, Ok"
Lolita pun menghampiri Ahmad dan bejalan di samping Ahmad sedang kan Lilia di belakang mereka
"Hey Ahmad"
"Assalamualaikum Lolita"
"Hehe, iya Assalamualaikum Mad"
"Wa'alaikumusalam, hmm ada apa"
"Oiya Mad, tadi aku tidak sengaja mendengarkan percakapan mu besama Lilia, dan aku juga ingin dong di ajar mengaji"
"Ohhh, itu aku sudah menjelaskan kanya ke pada Lilia, nanti jika akan ku tanyakan terlebih dahulu kepa imam nya, karna aku juga baru saja memulai mengajar dan itu hanya untuk anak anak saja"
"Iya deh Mad, kamu luar biasa sekali Mad"
"Tidak, aku tidak pantas untuk itu Lolita"
"Oiya Mad, nanti bukan kah kamu ingin menjenguk Rico, kenapa kalau kita tidak barengan aja"
"Maaf, Lolita namun aku tidak bisa"
"Hmmm, kamu selalu saja begitu"
mereka pun sampai di kantin Ahmad langsung menjauh dari Lolita dan duduk di tempat biasa dia duduk bersama Riko
"kalian berdua ke mana saja sih, kok lama banget ke sini nya" Tanya Claudiya pada Lolita dan Lilia
"Hmmm, ini tadi aku nemanin Lolita yang ingin mendekati Ahmad"
"Hahaha, yang benar kamu Lilia"
"Eeee,tidak seperti itu Claudia, hanya saja tadi"Lolita yang malu malu, melihat itu pun Claudia tertawa
"Hahaha, iya deh iya"
"Haha, ya masih saja seperti biasanya, belum ada perkembangan"
mereka pun seperti biasa tertawa bercanda,bergosip
sedangkan Ahmad dia sedang menghitung apa saja yang akan nanti dia belikan.
Selesai mereka dari kantin, mereka pun masuk ke kelas
2 Jam berlalu dan kuliah pun berakhir, mereka semua keluar dan menuju parkiran utuk pulang,
Namun Claudiya masih di kelas, dan Ahmad yang baru ingin keluar dari kelas pun melihat nya
"Claudia, kamu kenapa"
"Eee, Ahmad , ini Mad aku sedang mencari headset ku, mungkin terjatuh di kelas ini"
"Hehehehe, bukan kah headset mu berada di tangan kanan mu Claudia"
"Astagfirullah, hahahaha, ya ampun betapa bodoh nya aku, mecari sesuatu yang jelas berada di tangan ku hahaha, aku malu sekali di buat nya"
"hahaha, dasar kamu tu"
"Ya, ampun Mad, ternyata kamu itu manis sekali ketika kamu tertawa"
Mendengar itu Ahmad pun jadi malu malu
"Ya, deh aku pulang duluan, Assalamualaikum claudiya"
"Eee, tunggu Mad"Claudia berlari mengejar Ahmad
"Hmm, iya ada apa lagi"
"Oiya Mad, bisakah kamu membawaku ke tokoh yang ada jual Al-Qur'an berserta terjemahan dan artinya"
"Hmm, iya bisa soal nya aku juga ingin kesana"
"Ya bagus deh Mad, barengan aja kita, kamu juga ingin membeli sesuatu di sana Mad"
"iya,Claudia aku ingin membeli Al-Qur'an dan Iqro untuk mengajar anak anak di Masjid dekat rumah ku"
"Masya Allah mad, bagus deh Mad, oiya Mad kapan kamu akan menemui ayah ku"
"Hmmm , bagaimana kalau besok saja Claudia"
"Ok, Mad"
Mereka pun sampai di parkiran dan claudiya menggunakan mobil nya dan Ahmad pergi menggunakan motor nya, Claudia mengikuti Ahmad.
Mereka sampai di tokoh yang ingin mereka tuju
"Ayo, Caludia masuk"mereka berdua pun masuk
"Kaka sedang cari apa kak, biasalah saya bantu"
Ahmad pun memberitahukan keperluanya ke pada pegawai tokoh tersebut
"Baik lah kak, akan saya siapkan, dan untuk Al-Qur'an terjemahannya berada di rak yang ujung sana kak"
Ahmad dan Claudia pun berjalan menuju rak yang berada di ujung dalam tokoh,