
"Hati hati ya"Lilia sambil melambaikan kan tangan pada Rico
Namun itu di tanggapi oleh Rico dengan membuat love dengan tangan nya, yang membuat Lilia tertawa
Yang membuat Lilia senyum senyum sendri saat masuk kembali ke dalam,
"Heyy apa ini, sepertinya ini kasmaran terus ya Mir?"Ucap Lolita
"Haha, sepertinya iya ni Lolita"
"Ya sudah lah ayo kita kita lihat kemapuan Miranda untuk membuat kan kita makanan hari ini"Sahut Arleta
Mereka semua pun sangat bersemangat sekali untuk melihat miranda
"Haha, baik lah ayo, akan ku perlihatkan kemampuan ku kepada kalian, jangan lupa like dan share ya masakan ku, dan tidak terima komen"
Mendengarkan perkataan miranda yang begitu, mereka semua menjadi tertawa, ya miranda memang gokil sih
Mereka semua pun ke dapur untuk melihat ke ahlian Miranda, bibi yang berada di dapur pun di kaget kan dengan kedatang mereka
"Nona ada apa? apakah nona Claudia membutuhkan sesuatu nona?"Tanya bibi pada Claudia
"Hmmm, tidak bi hanya saja hari ini teman ku Miranda yang akan memasak Utuk kita"
"Ah yang benar nona, kenapa tidak bibi saja nona oiya nona maaf ni, apakah nona sudah baik baik saja sekarang, soal nya bibi sangat khawatir melihat ke adaan nona yang sebum nya, dan sepertinya nona sudah mulai tersenyum lagi, bibi sangat lega rasanya"
"Hehe, iya bi aku sudah tidak apa apa kok, dan sebaik nya bibi bantu saja Miranda"
"Iya bi benar apa yang di katakan Claudia sebaiknya bibi bantu aku dalam memasak, takut nya nanti ke asinan bi hehe"Sahut Miranda
Bibi pun sangat senang melihat Claudia yang sudah baik baik saja dan bibi pun tentu saja dengan senang hati membantu Miranda dalam memasak,
Keseruan pun terjadi di dapur, Lolita yang mencoba untuk menggoreng ikan pun sangat lucu sekali Karana dia Sampai melompat sangking takut nya kena percikan minyak goreng, karna dia memasukan ikan yang masih berair, Arleta lagi sempat sempat nya dia bernyanyi sambil memotong bawang merah, yang membuat air mata nya mengalir
Claudia yang mendengar ke bisingan mereka pun sangat senang sekali karna mereka selalu ada untuk nya, apa lagi Lilia kelaci pun di jadikan nya pedang pedangan bersama Arleta,Bibi pun sangat menikmati suasana itu
"Hmmm, ribut ribut apa ini?"Ramos yang tiba tiba datang mendengar keributan mereka, namun Ramos juga langsung tertawa yang melihat wajah mereka yang kini penuh dengan tepung
"Hehe, Om kenapa?"Tanya Lilia
"Haha, kalian semua benar benar deh, ini bukan ikan nya saja yang kalian beri tepung tapi kalian semua juga, hahaha, ya sudah kalian lanjutkan saja"
Ramos pun kembali ke lantai atas dan terus tertawa melihat tingkah konyol mereka
Masakan pun telah siap, dan kini mereka menyajikan di atas meja
"Wahhh,aroma nya harum sekali"Ucap Claudia
"Hehe, tentu saja dong siapa dulu yang masak Miranda"Sahut Miranda yang menunjukkan dirinya
"Iya benar tu Lolita"Sahut Arleta
"Hehe, iya iya, ini usaha kalian semua, dan ayo kita mulai cicipi sekarang"Ucap Claudia
"Oke, selamat makan"Mereka dengan kompak nya
"Wahhh, ternyata ini sekali loh, kalian memang hebat"Claudia yang memuji masakan mereka
Mereka pun sangat senang sekali mendengar itu, mereka semua pun menyantap dengan lahap nya sampai mereka semua ke kenyangan
Semetara itu Ahamad di rumah nya kondisinya semakin melemah, kini dia bertahan menahan rasa sakit di kepala nya yang membuat nya sangat tersiksa hingga azan pun di kumandangkan, begitu taat nya Ahamad, hingga dia pun memaksakan dirinya yang kesakitan untuk berwudhu lalu menunaikan ibadah sholat, Ahamad sangat khususnya hingga dia merasa tidak merasakan sakit nya
"Ya Allah, aku tau ini untuk menggugurkan dosa ku, dan terimakasih ya rob atas segala yang telah engkau berikan ke pada ku, hanya saja jika boleh hamba meminta matikan lah hamba dalam ke adaan Husnul khatimah, hamba mu tak luput dari dosa, hamba tak luput dari khilaf, maka dari itu hamba memohon ampun ke pada mu , dan ya rob berikan lah ke bahagian kepada orang orang yang hamba sayangi"Ahamad berdoa dengan penuh senyuman, seolah olah dia sedang bicara langsung kepada rob nya
Hari itu pun berlalu begitu cepat nya, teman teman Claudia pun telah pulang kerumah mereka masing masing, dan kini hanya Lilia yang masih menemani Claudia
"Lilia apakah kamu tidak pulang, kamu sudah dua hari loh di sini"Tanya Claudia
"Hmmm, kamu tau sendirian Claudia, aku di rumah sendirian, jadi ya mending aku disini menemanimu dan kamu juga menemaniku hehe"Jawab Lilia
"Ummm iya juga sih, oiya Lilia kamu dan Rico bagaimana sekarang ? apakah kalian akan segera menikah?"
"Hehe, ya belum tau pasti sih hanya saja saat ini kami belum memutuskan untuk hal itu"
"Apakah kamu mencintai nya Lilia"
"Haha, kamu kepo banget sih Claudia, ya tentu saja aku mencintainya Claudia"
"Hmm, iya deh Lilia beruntung nya kalian yang saling mencintai dan bisa bersama, sedangkan aku sama sekali tidak mengetahui apa benar yang ia ucap kan kepada ku, dan kini bukan hanya aku tidak bisa melihat nya namun juga tidak dapat mendengar suara nya"
"Yaaa, semoga saja apa yang ia ucapkan benar kepada mu Claudia, dan entah kenapa aku sangat yakin sekali bahwa ahamad itu sangat mencintaimu hanya saja kita saja yang tidak tau apa yang telah menimpanya sehingga dia pergi, karena aku sama sekali tidak percaya kalau Ahamad itu hanya mempermainkan mu, ya kamu tau sendri kan dia orang nya bagaimana"
"Iya sih Lilia , kamu benar ya aku saja yang terlalu egois dengan perasaan ku, sehingga itu menyakiti ku"
Malam itu mereka bercurahat tan ,mereka bicara apa yang mereka pikirkan hingga larut malam
Tiga hari pun berlalu Claudia pun telah menjalankan kehidupan nya seperti biasanya, dia sudah mulai tertawa dan bahagia, dan hari ini adalah hari yang sangat di tunggu tunggu oleh Claudia dan semua ya itu Operasi pendonoran Mata untuk Claudia
Mereka semua pun datang kerumah sakit yang dimana telah di tentukan oleh Ahamad, sedangkan Ahamad telah berada dalam ruangan operasi menunggu Claudia
mereka semua memberi kan semangat kepada Claudia yang akan segera menjalan operasi, namun Ramos yang mengetahui bahwa pendonor itu adalah Ahamad dia sekuat tenaga bersikap tegar dari kepiluhan di hatinya
"Nak Ayah selalu bersama mu, dan Ahamad juga selalu bersama mu"Bisik Ramos saat Claudia akan masuk
Mendengar itu Claudia langsung tersentak dan menjadi bingung dengan apa yang ayah nya katakan, Claudia penuh pertanyaan, namun dia tidak punya kesempatan untuk bertanya, Karena para petugas operasi telah membawa nya masuk keruangan operasi