
Hari itu menjadi hari yang paling menyedihkan kan bagi Rico dan ayah nya, law sangat merasa sedih kesal, menyesal kini perasaan nya bercampur aduk, dan kini mereka berdua pun terduduk lemas, hingga saat ini Rico pun melihat alamat dari rumah sakit itu, melihat alamat yang tertera Rico dan ayah nya pun bergegas ke rumah sakit, dan benar saja mereka bertemu dengan dokter topik
"Dok, sebaik nya kamu jelaskan semua nya kepada kami tentang anak ku ini"Ucap law yang langsung memberikan selembaran kertas itu kepada dokter topik
Namun dokter topik hanya tersenyum kepada law, dan dia pun mengatakan"Ya saya memang dokter spesialis nya nak Ahmad, dan nak Ahamad sungguh makhluk terbaik yang pernah saya temui, dan karna dia saya banyak belajar artinya hidup , dan jika kalian ingin mengetahui kebenaran nya, silahkan kalian tanyakan sendri kepada pak Ramos ayahnya Claudia, karna sudah begini saya hanya bisa memberitahukan kalian itu saja, bapak sungguh beruntung memiliki seorang putra seperti dirinya pak"Ucap dokter topik
"Apa ? ayah Claudia ?"Rico yang kaget
"Apa jangan jangan, tidak tidak, tidak mungkin !",Rico yang berdiri dan langsung meninggalkan ruangan dokter topik,
"Baik lah dok terimakasih"Ucap Law yang juga menyusul Rico
ternya mereka berdua bergegas datang kerumah Claudia,
Di depan pintu Rico dan ayahnya pun terhenti sejenak melihat Claudia, ayahnya dan para pekerja di rumah Claudia yang kini sedang duduk makan bersama, mereka tertawa dan bahagia
Rico yang melihat itu menjadi tidak tega dan memilih untuk pergi melihat Claudia yang pastinya akan sangat sedih dengan kebenaran yang akan dia ketahui
namun langkah Rico di hentikan oleh ayah nya, dan kini semua juga sudah terlambat karna Ramos melihat mereka berdua berdiri di depan pintu rumah nya
"Eeh, Rico "Claudia yang langsung menghampiri Rico dan ayah nya
"Hmm, ayo masuk, ada apa ? apa persiapan nya ada yang kurang paman?"Ucap Claudia sambil mengajak mereka masuk
Mereka semua duduk di sofa dan Ramos pun juga ikut duduk bersama mereka
"Heyy Co ada apa ? kenapa kamu tidak menjawab, apa yang terjadi, apa terjadi sesuatu antara kamu dan Lilia? "Claudia yang kembali bertanya
"Ya pak Law ada apa? kenapa sepertinya wajah kalian murung sekali ada apa ini ?"Ramos yang juga melihat ke janggalan di wajah mereka berdua
Rico pun tak kuasa menahan air matanya, yang membuat Claudia berfirasat buruk dan mulai cemas akan hal itu
"Paman Ramos, saya ingin mendengarkan langsung dari paman, apa yang sebenarnya terjadi pada saudara saya Ahamad"Ucap Rico yang kini sambil memberikan selembar surat
"Ting"Seketika Caludia terdiam, dan mulai muncul bermacam-macam di kepalanya
"hehe, apa maksud nya ini nak, Paman tidak mengerti"Ucap Ramos yang kini sambil melirik Claudia
"Pak Ramos ,saya sudah bertanya langsung kepada dokter spesialis Ahamad dan beliau menyuruh kami menanyakan langsung ke pada mu, tolong pak setidak nya kami dapat mengetahui di mana Ahamad, jika memang dia sudah tiada, kami hanya ingin tau dimana makam nya, pak tolong lah pak Ramos"Law yang bercucuran air mata
"Apa ! apa maksud nya ini, tunggu aku , aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini, Ahamad, dokter, dan makam, apa apa yang sebenar nya terjadi, firasat ku mengatakan ini bukan hal yang baik , tidak tidak ini tidak mungkin"Claudia yang kini mulai kehilangan kendali atas pikiran nya
"Baik lah, jika sudah begini, aku harus melanggar janji ku pada nya, namun kalian tidak seharusnya bersikap seperti ini, aku akan menceritakan nya namun jika kalian tenang, apa lagi kamu Claudia jika kamu begini ayah tidak akan menceritakannya, karna ini bukan lah yang Ahmad mau, kini Ahamad dapat melihat kita dari atas sana, dan jika dia melihat kita yang sedih tentu itu akan memberatkan nya"Ucap Ramos
Mendengar itu, law dan Rico pun semakin dalam kesedihan, hingga kata kata pun tak mampu lagi mereka ucap kan, sedang kan Ramos kini juga menangis tersedu sedu mengingat Ahamad yang begitu baik,
Namun Claudia saat ini berdiri dari tempat duduk nya, tatapan nya kosong, dia berjalan menuju luar rumah nya, saat itu cuaca sedang gelap dan akan turun hujan
"Nak kamu mau kemana nak?"Tanya Ramos
"Claudia … Claudia …"Panggil Rico yang kini berdiri mengentikan langka Claudia
"Minggir Co, aku ingin melihat Ahamad di langit"Ucap Claudia dengan tatapan yang kosong
"Claudia di luar akan hujan, kamu tenang lah Claudia"Pujuk Rico
"Minggir !!!"Teriak Claudia
Claudia pun melanjutkan langkah nya, Rico, Ramos dan law pun mengikuti Claudia
Saat itu hujan pun turun dengan derasnya, namun Claudia tetap keluar rumah nya, di tengah hujan itu Claudia tersenyum
"Mad, lihat lah aku sama sekali tidak sedih mad, aku tersenyum Mad, bahkan aku juga tidak menangis Mad, Mad jika kamu benar di atas sana dapat melihat ku, ku harap kamu dapat menunggu ku di sana Mad, Mad, aku sangat mencintaimu Mad"Ucap claudia yang kini duduk di tengah deras nya hujan itu, dia berteriak sekencang kencangnya untuk melampiaskan kesedihan nya
Sedangkan Ramos, law dan Rico yang melihat itu pun mereka semua pun terduduk lemas di depan teras rumah Ramos sambil melihat Claudia, mereka seperti merasakan kesedihan yang di alami Claudia saat ini
"Mad, ya kamu aku mengerti sekarang bahwa kamu memang tidak pernah meninggalkan ku"Claudia yang Kembali menatap langit
"Mad apa kamu mendengarkan ku Mad ! Apa kamu melihat ku ! Ahamad…!!"Teriak Caludia
Melihat Claudia yang sudah menggigil di tengah hujan itu Rico pun membawa Claudia kembali masuk kerumahnya,
Ramos langsung menyuruh bibi untuk mengambilkan handuk untuk mereka semua, dan baju untuk mereka pakai,
Bibi pun membuatkan mereka teh hangat, kini mereka pun kembali duduk di sofa
"Nak maafkan ayah, namun ini semua permintaan Ahamad, dia sama sekali tidak ingin kalian semua sedih atas kepergian nya"Ucap Ramos
"Tidak, ini lebih menyakitkan ayah, ayah apa yang harus aku lakukan sekarang ayah"Ucap Claudia
"Ya Claudia ayah mu benar, jika ini adalah ke inginan dari Ahamad, pasti ini adalah hal yang terbaik menurut nya, namun paman bisa ceritakan sekarang apa yang terjadi sebanar nya?"Tanya Rico
Ramos pun mulai menceritakan tentang Ahamad kepada mereka
"Beberapa bulan yang lalu Ahamad menemui Paman dalam kondisi yang sangat lemah, wajah nya pucat dan rambutnya mulai rontok, namun saat itu claudia masih dalam ke adaan buta dan pada waktu itu Ahamad pun datang ketika di rumah ini hanya ada paman dan bibi saja, Ahamad mengatakan bahwa dia terkena kangker stadium akhir dan umurnya hanya tinggal satu Minggu lagi, dan saat itu dia pun memberikan selembaran kertas kepada Paman yang berisikan dia telah mendapat persetujuan dari dokter spesialis nya untuk mendonorkan matanya kepada Claudia"
"Apa!!!"Claudia yang langsung menyela Ramos
"Jadi mata ini, ayah…"Claudia yang semakin merasa sedih
"Ayah kenapa ayah, kenapa Ahamad melaku kan ini, kenapa Ahamad melaku kan ini ayah"Tanya Claudia yang kini merasa frustasi
"Nak dengarlah, Ahamad sangat mencintaimu, bahkan dia berkata dia sangat ingin bersama mu, namun dia tidak bisa karna Allah sangat menyayangi nya, karna dari itu dia ingin kamu melihat memalui matanya, dan dia juga berkata itu adalah hadiah dari nya untuk mu, dia ingin kamu menjaga nya dengan baik serta hidup dengan baik, Nak ayah juga tidak tau cinta seperti apa yang kalian miliki namun Ahamad sangat sedih melihat mu yang seperti ini, karna dia sangat ingin melihat mu selalu bahagian, jika tidak pengorbanan nya untuk mu akan menjadi sia sia"Ucap Ramos
Mendengar itu Claudia pun mulai berpikir apa yang ayah nya ucapkan adalah benar