
Sampai Claudiya di ujung tokoh, Claudiya berusaha untuk mengambil Al-Qur'an di rak atas, namun karna Claudia tidak sampai Ahmad langsung saja mengambilnya dari belakang Claudiya,Claudia pun terdiam dan membalikan badan nya lalu mantap Ahmad.
Ahmad pun menatap Claudia, mereka berdua bertatapan sejenak
"Sungguh wanita yang cantik sangat cantik sekali"dalam hati Ahmad
"Astaga, Ternya Ahmad sungguh tampan sekali dan wajahnya sungguh indah untuk di pandang"Dalam hati Claudiya
"Astagfirullah" Ahmad sadar dan langsung menunjukan pandangan nya
"Maaf Claudia"Ini Al-Qur'an nya, Ahmad memberikan Al-Qur'an itu pun malu malu
"Iya, Mad tidak apa apa kok, ternyata kamu tampan sekali ya mad hehe"mendengar itu pun Ahmad menjadi salah tingkah dan terdiam
"Ya sudah ayo Mad"
"Ayo"
Sambil berjalan Ahamd terbayang wajah Claudia yang sangat cantik
"Astagfirullah, tak seharusnya aku membanyangkan kan nya, ada apa dengan diriku ini, apakah aku mulai menyukai wanita ini"Ahmad menggerutu dalam hatinya
mereka pun menuju kasir untuk membayar
"Kak ini semua yang tadi kakak ingin kan saya sudah menyiapkan semuanya, coba kakak lihat lagi apa masih ada yang kurang" Ucap pegawai tokoh itu pada Ahmad, Ahmad pun mengecek kembali barang barang nya
"Hmmm, terimakasih kak semuanya pas"
Selesai membayar mereka pun keluar dari tokoh itu, dan kebetulan di sebrang tokoh tersebut ada penjual es yang tampak sangat segar, claudiya pun mengajak Ahmad untuk minum es tersebut, dan langsung saja menarik tangan Ahmad, Ahamd yang kaget pun menarik tangan nya kembali
"Astagfirullah, Maaf Claudiya, kita bukan muhrim"
"Hehehe, maaf Mad, aku hilaf ya sudah ayo kita kesana"
Mereka pun duduk berdampingan sambil menikmati es tersebut
"Oiya Mad, apakah kamu pernah menyukai seorang wanita"
"Hmmm, ya tentu saja, aku juga manusia loh Claudiya"
"Hahah, tidak Claudiya, aku tidak sempat untuk menikahinya, karna Allah lebih menyayangiku jadi menjauhkan ku dari nya"
"Maksud mu?"
"Iya dulu, di semester awal kuliah, aku pernah bertemu dengan seorang wanita, yang sangat baik akhlaknya, di selalu menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian nya, dan dia juga selalu mengenakan cadarnya"
"Haaa, lantas apakah kamu pernah melihat wajah nya"
"Aku tidak pernah melihat wajahnya sampai sekarang"
"Loh jadi bagaimana bisa kamu menyukainya"
"Claudia dengar, jika mata di gunakan untuk menilai seseorang, jadi apalah gunanya hati, dan jika fisik membuat engkau suka dan cinta jadi bagaimana bisa kamu akan mencintai Robb mu yang jelas kamu tidak pernah melihat nya"
"Hmmm, Mad kamu memang pria yang luar biasa Mad, apa yang kamu ucap kan itu benar sekali Mad, lalu bagaimana jadi nya kamu dengan nya"Claudia yang senyum manis mendengar ucapan Ahmad
"Dia pergi bersama orang tuanya, karna ayahnya dipindahkan tugas ke Amerika"
"Hanya begitu saja mad"
"Ya lantas seperti apa Claudya?"
"Ya kalian tidak pacaran, atau kenangan indah bersamanya"
"Tidak Claudiya di sana hubungan pertemanan antara wanita dan pria sungguh banyak batasannya, kami hanya dapat menulis surat satu sama lain, dan duduk berjauhan, dan kamu tau, aku baru kali ini duduk seperti ini bersama seorang wanita yaitu kamu, dan kamu juga harus tau, bahwasanya pacaran itu dilarang oleh agama, karna jangan lah sekali kali kamu mendekati zina, Ya itu pacaran sesuatu yang mendekam kita kepada zina"
"Sungguh laki laki ini bisa membuat ku gila, ya ampun Mad"Ucap claudiya dalam hatinya.
"Oiya claudiya bagaimana dengan mu"
"Bagaimana apa nya Mad"
"Ya, kamu pernah berpacaran sebelumnya atau menyukai seseorang?"
"Hahaha, Mad Mad, asal kamu tau ya,aku bicara baik baik saja sama pria hanya sama kamu, dan pergi pertama kali nya bersama pria, kamu juga, dan suka sama pria, kamu juga"Claudia langsung menutup mulutnya keceplosan, Claudia langsung menutup mukanya karna malu.
Ahmad pun yang mendengar itu menjadi malu dan terdiam