
Di dalam ruangan itu Ahamad pun melihat Claudia, dengan penuh senyuman, karena ke kemungkinan Ahamad Takan pernah lagi melihat nya,
"Dok sebelum ini di mulia bisa kah saya berterima kasih terlebih dahulu kepada orang yang telah rela memberikan cahaya nya ke pada ku"Tanya Claudia pada dokter itu
"Ya silahkan"
Claudia pun mengutarakan rasa terimakasih nya
"Aku tak tau kamu Sorang yang masih hidup atau sedang koma, tapi aku sungguh berterimakasih kepada mu, berkat mu mungkin aku akan kembali melihat, dan semoga Allah membalas ke baikan mu ini berkali kali lipat"Ucap Claudia
Ahmad yang mendengar hanya bisa tersenyum dalam hati nya dia merasa sangat bahagia degan apa yang ia lakukan
"Nak sekarang aku percaya bahwa cinta yang suci itu nyata, sehingga aku melihat tiada rasa takut atau pun hal yang lainya melainkan aku melihat engkau sangat bahagia dengan ini"Ucap dokter pada Ahamad
Setelah itu dokter dan para tenaga ahlinya mulia menjalankan operasi, bius mulai membuat mereka berdua tertidur, operasi pun di mulai
Dua jam berlalu Claudia pun di bawa keluar dan langsung di pindahkan ke rumah sakit milik Lolita, sedangkan Ahamad yang masih berada di ruangan itu pun sekarat, detak jantung nya mulai melemah, dokter dan yang lainya nya berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nya namun tidak ada perubahan sama sekali, dokter itu hanya bisa meneteskan air matanya melihat Ahamad yang sekarat, saat mereka kehilangan harapan sungguh ke ajaiban itu nyata, detak jantung Ahamad mulia kembali normal, melihat itu dokter langsung mebrikan segala upaya untuk Ahamad, hingga untuk menempati janjinya dokter pun membawa Ahamad kerumah nya untuk merawat Ahamad,
Dan beruntungnya ternyata si dokter juga memliki anak yang walaupun anak nya itu hanya berprofesi sebagai perawat
"Ayah siapa ini, kenapa ayah malah membawa nya kerumah? apakah dia buronan atau kriminal sehingga ayah menyembunyikan nya dirumah kita"Tanya putri dokter itu yang melihat dokter itu datang membawa Ahamad kerumah mereka
"Bertanya nanti saja ya Alya sekarang bantu ayah untuk merawat nya"
Mendengar perkataan ayah nya Alaya pun membantunya, Ahamad pun di bawa ke kamar dan dengan segera mereka memasang infus dan sebagai macam alat lain nya
"Haaa, allahamdulillah nak kamu punya harapan untuk hidup, nak Allah sangat menyayangimu sehingga Allah memberikan kehidupan yang baru untuk mu, dan sekarang aku sangat percaya ke ajaiban itu nyata adanya"Ucap dokter itu, sehingga putrinya pun terheran dengan itu, yang melihat ayah nya begitu lega, dan dia pun bertanya tanya siapa sebenarnya pemuda itu
"Ayah apa yang terjadi sebenar nya, dan siapa pemuda ini?"
Dokter itu pun menceritakan semua tentang Ahamad ke pada Alaya, karna dia adalah dokter spesialis nya Ahamad dia pun mengetahui apa yang telah terjadi pada Ahamad sehingga dia harus membawanya kerumah mereka
Mendengar cerita dari ayah nya Alaya pun sangat tersentuh dengan apa yang telah ahamad lakukan untuk semua orang orang yang ia sayangi terutama Claudia,
"Ayah apa benar masih ada pemuda yang rela melakukan hal seperti itu di jaman sekarang ini, apa ayah hanya mengarang saja demi melindungi pemuda ini dari yaaa mungkin dia sudah melakukan kejahatan"Alaya yang masih setengah percaya dari cerita ayah nya, ya karna Alaya orang yang sangat realistis sehingga dia tidak mudah untuk percaya
"Hmmm, kamu dapat melihat pemuda di depan mu itu, tidak kah pernah melihat orang yang sedang tertidur dapat tersenyum dengan indah nya"Ucap dokter itu yang ternyata dalam tidur nya Ahamad kini tersenyum dengan indah nya
"Hmm, iya sih ayah benar, ya sudah aku akan merawat nya dengan baik, dan bagaimana sekarang jika orang orang yang tadi bertanya kepada ayah tentang siapa yang mendonorkan mata kepada Claudia?"
"Sesuai yang sudah di ucapkan Ahamad ayah akan bilang ke pada mereka kalau si pendonor telah meninggal dan tidak tau keluarga nya membawa nya kemana"
"Ya, kamu tenang saja ayah akan mengurusnya dengan baik, dan sekarang ayah titip dia kepa mu dan jaga lah dia dengan baik"
Tiga jam berlalu, Dokter itu pun kembali kerumah sakit dan benar saja ayah Claudia yang mengetahui itu adalah Ahmad yang telah menjadi pendonor pun kembali ke rumah sakit setelah mengantar Claudia ke rumah sakit Lolita,
"Dok bagaimana dengan Ahamad?"Ramos bertanya dengan cemas nya
Namu dokter dengan terpaksa berbohong dan mengatakan Ahamad telah meninggal
"Dan sesuai amat yang telah ia berikan pada ku dia kami telah menyemayamkan nya dengan sebaik baik nya"Ucap dokter itu, Ramos yang mendengar langsung terduduk lemas, tangis nya histeris di ruangan itu, Ramos sangat sedih sekali dengan itu sehingga Ramos hanya dapat mendoakan yang terbaik buat Ahmad, dokter itu pun yang melihat Ramos berusaha menegakkan Ramos dengan banyak berkata bahwa kesedihan Ramos hanya akan menyusahkan Ahamad
mendengar itu Ramos pun berhenti menangis dan kembali tenang karna dia tidak ingin menyusahkan Ahamad
"Pak bisa kah saya melihat makam nya Ahmad pak"Tanya Ramos pada dokter itu
Seketika dokter itu pun terdiam dan bingung untuk menjawab apa,karena ahamad masih hidup dan berada di rumah nya
"Pak tolong lah izinkan saya untuk melihat nya pak"Desak Ramos pada dokter itu
Dokter itu pun dengan terpaksa membawa Ramos ke sudah makam tak jauh dari rumah sakit dan untungnya di sana ada kuburan yang baru, sehingga pak dokter pun menunjuk itu lah kuburan Ahmad, seketika itu Ramos pun kembali menangis tersiak siak melihat kuburan itu, Ramos hampir tak percaya bahwa Ahamad kan meninggalkan mereka untuk selamanya
"Dok kenapa tidak ada nama nya dok?"Tanya Ramos yang melihat kuburan itu tidak ada papan nama nya
"Ya itu lah kehendak Ahamad"Jawab dokter itu
Dokter pun meninggalkan Ramos di sana, dan Ramos sendri hampir dua jam memandangi kuburan itu, seolah olah Ramos sangat tidak ingin berpisah dengan Ahamad
Hari itu pun berlalu dengan kesedihan yang menyelimuti hati Ramos, Ramos yang masih bersedih kehilangan nafsu makan nya, Ramos masih tak habis pikir ada seseorang yang rela menyerahkan hidup nya hanya untuk anak nya,
sedangkan kondisi ahamad pun kini mulai membaik hanya saja Ahamad belum sadarkan diri
Alya pun sesekali melihat wajah amhamad sambil mengecek kondisi nya
"Hmmm, tenyata pemuda ini tampak juga, ya namun kamu bodoh sekali untuk Sorang pria"Ucap Alaya sendri
Ke esokan hari nya, Claudia pun mulai siuman semua orang sudah menunggu di ruangan itu,
"Allahamdulillah akharinya kamu siuman juga Claudia"Ucap mereka semua yang lega
Namun Claudia langsung bertanya ke adaan si pendorno itu kepada semuanya, yang membuat Ramos tak dapat menahan tangis nya, sehingga membuat semuanya menjadi heran apa lagi Claudia yang sangat tau dengan karakteristik ayah ya, yang tak mudah untuk menangis kecualia orang orang yang ia sayangi, timbul di benak Claudia siapa sebenarnya si pendonor ini