
Waktu itu Lolita sangat tak menyangka kalau Rico ternyata orang nya suka bercanda
"Heey sudah kalian hentikan, dan kamu Claudia duduk lah, aku akan melepas kan selang itu dari mu"Ucap Lolita
"Dan kamu Rico sudah lah menggoda mereka"
"Hehe, iya Lolita"
Lolita pun melepaskan selang transfusi darah itu dari dari Ahmad dan Claudia
"Mad syukur lah kamu sudah baik baik saja sekarang"Ucap Lolita yang kini tersenyum manis ke pada Ahamd
Namun Ahmada seperti biasanya dia hanya menunduk pandangan nya, dan Lolita pun sudah paham akan hal itu
"Hmm, iya Lolita terimakasih banyak telah menyelamatkan ku, kamu sungguh dokter terbaik Lolita"
"Haha, Mad aku hanya menjalan kan tugas ku, tentunya Allah lah yang telah memberikan keselamatan untuk mu, dan aku hanyalah perantara nya saja"
Kini Ahamd tersenyum mendengan kata kata dari Lolita
"Ya, kamu benar sekali Lolita, aku harap kamu selalu dalam lindungan nya, tapi tetap saja terimakasih Lolita"
"Hem ,Hem aku juga ada di sini loh"Sahut Claudia
Rico dan ayah nya pun tertawa mendengar ucapan Claudia, Lolita pun menjadi malu malu
"Hehehe, iya Claudia, oiya Claudia sebaik nya kamu makan untuk mengembalikan stamina mu, dan Ahamd sebaik nya kamu banyak istirahat agar kamu cepat pulih, khmmm, karena semuanya sudah beres aku akan pergi untuk mengecek Pasien ku yang lain, dan jika nanti ada apa apa segara panggil aku"
"Hmm, baik Lolita, terimakasih ya"Ucap Claudia dan Ahamd
Lolita pun pergi keluar dari ruangan itu
"Hmmm, dasar Claudia ganggu aja"Ucap Lolita yang ternya kesal
Di dalam ruangan Rico memberikan makanan yang telah ia belikan untuk Claudia
"Ya sudah, ya Claudia aku ingin ke kampus dulu sebentar"Ucap Rico
"Loh, kamu mau ngapain ke kampus? bukan nya kamu tidak kuliah hari ini"
"Ya kenapa emang nya? aku ingin menjemput Lilia"
"Hmmm, iya deh Co jangan lama lama, aku juga ingin pulang nanti"
"Iya Claudia, iya"
Kini Rico pun pergi untuk menjemput Lilia tapi Claudia bingung dan berpikir
"Tunggu sebentar, bukan kah Lilia berangkat kuliah menggunakan mobil nya sendri, jadi Rico mau jemput apa sebernar? apa mereka ingin jalan kaki berdua, apa Rico ingin mengering Lilia, apa mereka, aahhh sudah lah, yang penting makan aja dulu sekarang"
"Hahahaha, kamu kepa Claudia"Tanya Ahmad yang melihat tingkah Claudia yang menggerutu
"Hehe, tidak apa apa mad"
"Oiya nona Claudia, saya akan pergi ke depan sebentar, saya lengah sekali Mad akhir nya kamu sudah sadar, dan maafkan paman telah jahat sekali padamu jika kamu sudah boleh pulang dan baik baik saja, kalian bisa membawa paman ke kantor polisi, paman akan bertanggung jawab atas apa yang telah paman lakukan"Ucap Lucas pada Ahmad dan Claudia
"Hmmm, paman aku sudah memaafkan paman dan paman tidak perlu merasa bersalah begitu , aku malah bersyukur dengan kejadian ini, akhir aku bisa bertemu dengan mu paman, jadi berhentilah lah menyalahkan diri mu"
"Iya, kami juga tidak akan melaporkan mu ke kantor polisi, jadi sudah lah"Sahut Claudia
Mendengar itu Lucas langsung memeluk Ahamd, dia menangis sejadi jadi nya
"Mad, kamu sungguh anak yang baik, kamu mirip sekali dengan ayah mu, dan mulai sekarang kamu paman Takan membiarkan kamu sedrian lagi Mad,paman akan memberikan segala nya untuk Mad"Ucap Lucas yang penuh dengan pengelasan
"Iya paman, berhenti lah menangis sekarang, aku tak butuh apa apa lagi sekarang paman sudah bertemu dengan mu, itu sudah cukup bagi ku dan selama ini aku juga tidak sendirian paman, Allah selalu bersama ku"
Melihat mereka berdua pun Claudia menjadi tersenyum dan senang sekali melihat mereka
"Paman sudah lah, luka ku sakit paman, bisa kah paman melepaskan aku sekarang?"
"Hehe, iya"Sambil melepaskan pelukan nya
"Paman minta maaf, soal nya paman senang senang sekali, ya sudah Paman tinggal ke depan sebentar paman ingin menikmati secangkir kopi sekarang"
"Iya paman baik lah"
Lucas pun juga meninggalkan ruangan itu, dan kini Ahmad yang sedang senang pun baru menyadari bahwa dia hanya tinggal berdua saja bersama Claudia
"Kenapa mad?"Tanya Claudia heran
"Aku baru sadar di ruangan ini hanya tinggal kita berdua saja Claudia"
"Ya terus kenapa Mad"
"Claudia, tidak boleh bagi kita yang bukan muhrim tinggal berdua seperti ini, maaf ya Claudia bisa kah kamu makan nya di bangku depan saja"Ucap Ahmad
"Ohhh, jadi kamu mengusir ku! kamu tidak senang berduaan dengan ku, Ok baik lah"Ucap Claudia yang kini berdiri mendekati Ahmad
"Eeee, Claudia apa yang kamu lakukan?"
"Aku akan mencium mu, dan aku akan memegang wajah mu, karena kamu sudah berani membuat ku kesal, hahaha dan kamu tidak akan bisa mengelak sekarang karena kamu sedang sakit"
"Apa !!"Ahmad yang kaget mendengar ucapan Claudia
"Claudia jangan itu adalah dosa Claudia, apakah kamu malu, tolong Claudia jangan seperti ini"Ahamad yang kini takut
"Hahaha, biarkan saja"Kini Claudia semakin dekat, dan semakin dekat,
Claudia mulai menundukkan badan nya dan perlahan wajah Claudia mendekati wajah Ahmad
"Astaghfirullah"Teriak Ahamd yang langsung menutup matanya
Melihat ketakutan di wajah Ahmad Claudia pun tertawa senang sekali, dan kini Ahmad pun perlahan membuka matanya
"Haha, ya ampun Ahamd kamu itu lucu sekali ya, oiya wajah mu tampan sekali kalau lagi takut"
"Astaghfirullah,Claudia bercandaan mu sama sekali tidak lucu Claudia"Ucap Ahamad yang yang masih takut
"Hehehe, maaf Mad dan ya sudah deh aku makan di luar, tapi jika ada yang kamu butuhkan panggil saja aku"
"Hmm, iya Claudia, iya"
"Hey Mad, sudah jangan takut begitu, aku kan hanya bercanda, aku juga tau batasan ku"Ucap Claudia
"Haaaa, Hampir saja aku ternodai"
"Apaa!!!, kamu tu sudah mulai nyebelin ya mad, kamu kira aku cewek apaan"
"Heheh, ya maaf Claudia, maaf",Ucap Ahmad dengan senyum nya yang tanpa sadar Ahamd memandang waja Claudia, dan Claudia terkesima dengan senyuman Ahamd
"Astaghfirullah"Ahmad menutup matanya
"Hehe,ya sudah ya Mad aku keluar dulu",Ucap Claudia yang tersipu malu,
Kini Ahamd kembali istirah dan tertidur, sementara Claudia yang berada di luar ruangan pun mulai membuka satu persatu makana yang telah di belikan oleh Rico, Claudia pun makan dengan lahap sekali
Selai dia makan dia pun duduk dan bersandar di bangku itu, dia membayangkan wajah lucu Ahamd yang ke takutan, dan senyuman Ahamd yang meluluh kan
"Hmmm, ya Allah, Ahamd kamu benar benar ya"Ucap Claudia yang sambil menutup muka nya dengan kedua tangan
"Haaaa, apa mungkin ya Ahamd juga akan menyukai ku"Claudia bertanya pada dirinya
"Hahaha, kamu tenang saja siapa sih cowok yang tidak menyukai mu"Sahut Lilia yang dari arah samping, yang kini berjalan ke arah Claudia
Claudia yang mendengar itu pun langsung menoleh dan dia melihat Lilia dan Rico, dia pun langsung malu malu
"Hehehe, apa sih kamu Lilia"Ucap Claudia
"Hmm, sudah lah aku mendengar nya tadi kamu tidak perlu berbohong pada ku"
"Iya, kami tadi mendengar nya, tapi sayang Ahamd sudah punya kekasih, kalau tidak dia mungkin akan menyukai mu"Sahut Rico yang mulai lagi
"Apaa!!! ,Ahamd punya kekasih"Lilia yang kaget
"Hehehe, tidak tidak, aku hanya bercanda Lilia"Ucap Rico yang kini takut Claudia bicara yang enggak enggak kepada Lilia
"Rico…apakah kamu ingin aku bercerita tentang kamu tadi yang bersama …?"Ucap Claudia dengan ekspresi jahat nya
"Hmmm, jangan percaya Lilia Claudia itu berbohong"Shut Rico dengan cepat
"Hmmm, sudah lah aku ingin melihat ke adaan Ahamd sekarang, aku bingung dengan kalian berdua"Ucap Lilia
"Hmmm, iya deh Lilia tapi Ahamd sedang tertidur sekarang"