Sacred Love

Sacred Love
Bab 41



Waktu pun berlalu terlalu cepat sudah tiga hari Ahmad berada di rumah sakit, Sarhan dan istrinya pun pulang ke madrasah karna urusan pembangunan madrasah yang akan menjadi sebuah pesantren di urus oleh Sarhan dan istrinya,


Dan selama tiga hari itu Lolita dan Arkan sering bertemu di rumah sakit, mereka sudah mulai akrab satu satu sama lain nya.


Ahamd kini yang sudah mulia baikan pun hari ini sudah boleh pulang


"Nak, kamu tidak akan pulang kerumah lama mu kamu akan tinggal bersama Rico sekarang, dan apa pun yang kamu inginkan kamu bisa meminta kepada paman, karna sekarang kamu juga anak paman dan kamu jangan menolak nya"Ucap ayah Rico pada Ahmad


"Ya benar sekali Mad apa yang ayah ku bilang, kamu adalah saudaraku sekarang dan jika kamu menolak nya maka maafkan aku, aku akan merobohkan rumah mu, hahaha"Sahut Rico yang bercanda kepada Ahamd


Ahamad yang melihat mereka berdua yang begitu memaksa pun mengiyakan nya, sehingga Rico senang sekali


"Ya baik lah mad, karna semuanya sudah beres aku duluan nya, karna Arkan telah menunggu ku di ruangan ku"Ucap Lolita yang telah melepaskan selang infus di tangan Ahmad


Lalu Lolita pun pergi begitu pun dengan ayah nya Rico yang juga pergi untuk menyiapkan mobil di parkiran untuk mereka pulang


Namun hari yang bahagia itu menjadi hari yang suram dan menjadi hari yang tak pernah terbayangkan sama sekali oleh Lolita,


Lolita yang sampai di ruangan nya pun duduk di sebelah Arkan yang telah menunggunya di sofa, sedangkan Ahamd dan Rico kini telah bersiap untuk pergi,


"Hmm, kamu sudah lama menunggu Arkan, oiya ada apa?"Tanya Lolita


"Hehe tidak apa apa Lolita aku hanya ingin bertemu dengan mu, oiya kamu punya waktu tidak aku ingin mengajak mu pergi ke sesuatu tempat"


"Hmmm, sepertinya bisa sih, tapi satu jam lagi karna aku masih ada pasien yang harus ku tangani terlebih dahulu, oiya kamu mau minum apa teh atau kopi?"


"Ya baik lah, kalau begitu , teh saja deh hehe"


Lolita pun membuatkan teh untuk Arkan, saat Lolita membawakan teh itu tanpa sengaja karna teh itu yang panas, Lolita nenumpahkan nya ke baju Arkan dengan panik Lolita pun membuka baju Arkan, melihat wajah Lolita yang begitu dekat dengan wajah nya dan tubuh Lolita yang aduhay Arkan pun menjadi lepas kendali dia langsung memeluk Lolita dan mencium nya, Lolita pun kaget dan melawan untuk melepaskan diri dari Arkan, tapi karna Arkan terlalu kuat Lolita hanya bisa berteriak minyak tolong, namun tak ada satu pun yang mendengarnya, Arkan yang di penuhi nafsu pun memperkosa Lolita, Lolita terus saja melawan hingga akhirnya menjadi pasrah,


Ahamad yang lupa yang ingin bertanya tentang obat nya pun ingin menemui Lolita di ruangan nya bersama Rico, mereka pun sampai di ruangan Lolita namun sayang mereka sudah terlambat Arkan telah selesai melampiaskan nafsu bejat nya, Ahamd dan Rico yang melihat Lolita hanya berbaring dengan tatapan kosong Ahmad pun langsung menutupi tubuh Lolita dengan kain, sedangkan Rico yang sangat marah menghajar habis habisan Arkan, Arkan hanya bisa meminta ampun kepada Rico, Arkan berulang kali memohon memegang kaki Lolita, karna hasratnya telah hilang Arkan pun sadar apa yang telah dia lakukan adalah perbuatan yang keji namun kini Lolita yang mengalami itu sangat terpuruk hingga Lolita hanya diam dan menatap kosong, Lolita seperti hilang dari tubuh nya, Ahamd berulang kali memanggil Lolita namun Lolita hanya diam saja, melihat kondisi Lolita yang begitu Ahamd yang tidak pernah marah sama sekali kini Bagun dan memukul Arkan hingga pingsan, Rico pun heran melihat Ahamd yang marah, namun setelah kemarahan Ahmad, Ahmad pun menangis,


Arkan pun di bawa Rico ke kantor polisi l, Rico mengabari semua teman Lolita, dan ayah nya Lolita mengenai kejadian yang di alami Lolita


Claudia dan teman teman nya yang kini berada di kampus mendengar itu pun langsung bergegas untuk melihat Lolita, begitu pun dengan ayah nya Lolita


Kini air mata Lolita terus mengalir dari mata nya tanpa mengucapkan satu kata pun


Claudia dan teman teman nya yang kini telah sampai di rumah sakit pun langsung menuju ruangan Lolita, Claudia dan teman teman langsung memeluk Lolita mereka semua sangat sedih melihat ke adaan Lolita yang terpuruk seperti itu


mereka terus menyemangati Lolita, Ahamad yang melihat itu pun keluar dari ruangan itu,


Claudia dan teman teman nya pun tidak dapat berkata apa apa, mereka hanya ikut menangis bersama Lolita


Sedangkan ayah Lolita yang melihat putri nya menjadi seperti itu pun langsung bergegas ke kantor polisi untuk melihat siapa yang telah tega berbuat sekeji itu kepada putri nya


Samapi ayah Lolita di sana ,Tampa banyak bicara ayah Lolita pun langsung memukul Arkan, sedangkan Arkan yang merasa sangat bersalah pun tidak melawan sama sekali, dia hanya pasrah dia tau yang dia lakukan adalah hal yang hina


Sedangkan ibu Lolita yang di beri kabar oleh suaminya kini menangis histeris melihat ke adaan Lolita


Semenjak ke jadian itu dua hari pun telah berlalu, Arkan di hukum berat karna ke salah nya itu dia mendapatkan hukuman 12 tahun penjara, sedangkan Lolita kini hanya duduk diam di kamarnya dengan tatapan yang kosong serata mata yang mulai membengkak karna air matanya terus mengalir


Claudia, Arleta, Miranda dan Lilia pun selama dua hari itu terus menemani Lolita, menyuapi Lolita dan terus memberi semangat untuk Lolita, dan Lolita yang sudah pasrah kini mulai bicara kepada mereka


"Semuanya terimakasih, karna selalu ada untuk ku, tapi aku sangat depresi sekali apa lagi sekarang guna nya aku hidup, sedangkan kehormatan ku sudah hilang"Ucap Lolita pada mereka


Mendengar ucapan Lolita itu mereka semua pun memeluk Lolita,


"Lolita kami tau kamu orang yang kuat dan kamu pasti bisa melewati ini semua, dan kami akan selalu bersama mu menghadapi semua ini, percayalah takdir Allah selalu yang terbaik untuk hamba hambanya"Ucap Claudia


"Terimakasih ya untuk kalian semua, dan sudah lah kalian semua tidak perlu khawatir aku sudah baik baik saja kok sekarang"Lolita yang kini tersenyum kepada mereka


Melihat lolita yang tersenyum mereka semua pun tertawa sambil menangis haru,


Mereka berempat pun selalu menemani Lolita yang depresi, mereka selalu memberi semangat untuk Lolita, mereka berdoa besama, sholat bersama ,mengaji bersama , hingga Lolita sudah mulai melupakan ke jadian itu


Satu bulan berlalu dari kejadian itu, namun Lolita masih memikirkan Arkan, dia yang juga awal nya sudah ada rasa kepada Arkan pun berniat untuk melihat nya di kantor polisi, hari itu Claudia dan teman teman nya sedang kuliah jadi Lolita pergi sendirian ke kantor polisi