Sacred Love

Sacred Love
Bab 18



Mereka pun menuju ruangan kiyai


"Assalamualaikum"


"Wa alaikumusalam"


Ahmad pun menjelaskan tetang maksud dan ke datangan nya


"Kiyai saya Ahmad salim, dan ini temanku Carlos"


"Sebentar Nak, sepertinya kamu tidak asing,namun bapak lupa, bisa kah kamu mengatakan siapa ayah mu"


"Iya kiyai, saya Ahmad salim yang 15 tahun lalu sering bermain bersama putri bapak Sifa, dan ayah saya Umar"


Kiyai yang mendengar nya langsung memeluk Ahmad


"Nak kamu sudah besar sekali sekarang, dan menjadi pemuda yang sangat tampan,nak apa yang terjadi kepada ke dua orang tua mu kami semuanya di sini turut berduka cita, kami mendengar kabar insiden itu bapak sungguh tidak menyangka dapat bertemu dengan mu lagi,maaf kan kami tidak bisa membantu mu"


"Iya pak kiyai, saya paham dan mengerti, ya yang berlalu biar lah berlalu"


"Bagus lah nak karna kamu telah mengikhlaskan nya,oiya nak apa yang terjadi dengan teman mu"


Ahmad pun menceritakan apa yang telah terjadi pada Carlos dan niatnya datang ke sana


"Saya ikut prihatin nak dengan apa yang menimpa mu, dan kami menyabut mu di sini,semoga kamu dapat belajar dengan baik dan untuk itu kamu bisa bersyahadat terlebih dahulu"


"Baik kiyai"


kiyai pun menuntun Carlos untuk bersyahadat


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah


"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah"Carlos pun mengikutinya


"Nak kamu sekarang telah menjadi Sorang muslim, dan namu mu akan menjadi sarhan, yang bermakna kemudahan"


Carlos pun memeluk ahamad, dia senang sekali sekarang


"Terimakasih Kiyai,terimakasih Ahmad, saya akan belajar dengan baik, dan sekarang saya bukan lah Carlos melain kan sarhan,sekali lagi terimakasih banyak"


"Nak, Ayah Ahmad dulu juga seorang mualaf, dan saya adalah teman baik nya"


Mendengar itu Ahmad menjadi penasaran karena Ahmad memang tidak mengetahui cerita tentang ayah nya,karna insiden itu terjadi saat Ahmad berusia 5 tahun


"Pak kiyai maaf ,bisa kah bapak menceritakan nya ke pada saya"


"Ya tentu nak,tentu"


"Assalamualaikum Abah"Terdengar suara di depan pintu


"Wa alaikumusalam,masuk nak"


Ternyata itu seorang wanita yang sangat cantik, dia Sifa anak nya pak kiyai yang mengantarkan teh untuk mereka, sarhan sangat terpesona melihat nya


"Sarhan,tidak boleh melihat seorang wanita seperti itu"Bisik Ahmad pada nya


"Hehe maf Mad"


Sifa pun meletakan teh di atas meja untuk mereka


"Nak, apakah kamu ingat dengan anak ku


"Hmmm,iya pak kiyai, bukan kah dia sifa yang dulu sering menangis, karna lolipop nya selalu saya ambil"


"Hahahaha iya benar sekali nak"


"Abah,saya tidak begitu"Sifa yang malu malu


"Benarkah ini kak Ahmad yang dulu sering bermain dengan ku"


"Iya sifa, hmm, kamu sekarang sudah menjadi Sorang gadis yang sangat cantik Sifa"


Melihat Ahmad yang menundukkan pandangan nya nya


"Terimakasih kak Ahmad, namun kakak berbeda sekali sekarang"


"Hehe, tak ada yang berbeda dari ku"


"Ya kak Ahmad yang aku kenal dulu itu seorang yang nakal dan jelek, hehehe,namun sekarang kakak menjadi sangat tampan" Sifa meng gurau Ahmad


"Hehehe, terimakasih Sifa"


"Oiya kak, kenapa dengan teman mu ini"


"Dia baru saja mengalami musibah, dan dia akan tinggal di sini bersama yang lain nya untuk belajar"


"Oh begitu baik lah, saya akan pergi dahulu karena anak anak masih menunggu saya, Abah,kak Ahmad dan..."


"Saya sarhan"


"Wa alaikumusalam"


Karna itu Sifa yang datang pak kiya lupa untuk menceritakan kisah ayahnya Ahmad, dan mengantar Sarhan ke kamar nya


Sedangkan claudiya dan teman teman nya di kantin kampus, mulai membaca buku yang di berikan Ahmad dan memahaminya


"Eee Claudia , Ahmad perhatian sekali kepada kita, aku rasa untuk taruhan nya kita telah salah sih pada nya,


ucap Lolita"


"Iya sih sepetinya kita telah salah" Miranda dan arleta menyahut"


"hmmm, ku rasa juga begitu ,jadi bagaimana sekarang?"


"Bagai mana kalau kita batalkan saja"Ucap Meraka pada claudiya"


"Iya namun Lilia, apakah ia menyetujuinya"


"Aku kemarin bicara pada Lilia, dan dia juga berpikir begitu Claudiya"


"Ya sudah Lolita, kita batalkan saja,namun bagaimana dengan sekarang"


"Kalaupun aku sih, akan tetap mengejarnya"


"Ee Lolita ,aku juga"Ucap Miranda dan arleta


"Ya terserah kalian saja, namun ingat jangan sampai persaingan kalaian merusak persahabatan kita"


"Iya siap Claudia"


"Namun bagai mana dengan mu?"


"Kalau aku sih lihat saja nanti, aku masih ingin memperbaiki diriku dahulu"


"Hahaha sepertinya Claudiya memang sudah berubah, kami turut senang dengan itu"


"Kamu tu Mir yang selalu jahil, bukan aku yang mulai berubah itu kamu dan Arleta"


Mereka pun bercanda dan tertawa,kelas pun berakhir dan mereka pulang,Claudiya yang yang telah membaca buku dari Ahmad pun segara pergi ke tokoh nya, dia mengambil baju,jilbab serta perlengkapan sholat


Sampai dia dirumah dia langsung memakai baju nya,


dan langsung mencari ayah nya


"Ayah lihat lah, apakah ini cocok untuk ku"


Ayah claudiya yang melihat pun sangat kaget melihat putri nya, yang sangat cantik dan anggun mengenakan baju muslimah


"Masya Allah, kamu cantik sekali nak, Ayah senang sekali melihat mu dengan pakaian itu,andai Ibu mu masih ada pasti dia akan sangat bahagia"


"Hmmm terimakasih ayah,"Claudiya memeluk ayah nya"


"Hey Bi, dan semuanya, lihat sini anak ku" Teriak Ramos


Mereka pun datang dan berkumpul


"Wah Nona kami sangat cantik sekali, kami turut senang melihat nya"


"Terimakasih kalian semua, dan doakan aku semoga selalu Istiqomah ya"


"Iya Nona, Nona sungguh berubah sekarang bibi sangat terharu"Bibi Sampai meneteskan air mata melihat Claudia


"Bibi jangan begitu, Bibi sudah lama berada di sisi ku, namun aku selalu saja bersikap tidak baik ke pada bibi ,bibi maafkan aku ya"Claudiya sambil memeluk bibi itu.


Bibi itu pun makin terharu dan makin menangis


"Iya Nona, Bibi tidak pernah memasukan nya kedalam hati, setelah kepergian ibu Nona bibi selalu memaklumi apa pun yang Nona lakukan, karna bibi tau Nona pasti sangat kesepian"


"Ah… bibi…aku juga ikut sedih ni"


"Hehe, maf Nona"Bibi sambil mengelap air matanya


"Ya sudah, mulai sekarang kita makan besama ya, dan jika sempat, kita sempat kan untuk sholat bersama.


"Apa nak!"


"Kenapa yah"


"Nak, ayah tidak pernah melihat mu sholat, dan maaf kan ayah juga tidak mengajarkan mu, bagaimana kamu akan melakukan nya"


"Masalah itu,itu bukan lah kesalahan ayah, namun kesalahan ku yang buta karena dunia, namun seseorang telah datang seperti malaikat, dan dia yang telah banyak mengajarkan ku hingga aku menjadi seperti sekarang ini, dan dia juga memberikan buku nya untuk ku, jadi aku telah memahaminya yah walaw masih ada juga sih ya yang belum ku hapal, namun nanti akan ku hapal kan agar sempurna"


"Allahamdulillah, ayah sangat senang mendengar nya dan sangat ingin kita melalukan nya bersama,ayah juga penasaran dengan orang itu,kapan kapan kamu ajak dia kemari ya"


"Iya ayah, iya"


Sedangkan Lolita yang baru saja sampai di rumah nya.