Sacred Love

Sacred Love
Bab 14



Mereka pun menunggu Riko hingga sore


"Aku pulang duluan ya,karna di rumah masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan"


"Perkejaan apa Mad?"


"Ya kamu tahu sendiri, aku tinggal hanya sendrian jadi aku masih harus mencuci baju,beres beres,memasak dan sebagainya"


Mendengar itu mereka merasa malu


"Hmmm, sungguh laki laki yang luar biasa aku saja tidak pernah memikirkan itu, apa lagi mengerjainya"Ucap Claudia dalam hatinya


"Kamu itu sangat mengagumkan ya Mad"Ucap Miranda


"Ya sudah kalian semua, aku pulang duluan ya"


"Iya Mad, hati hati"Jawab mereka semua


"Oiya kalian tidak pulang"Tanya Lilia


"Iya, kami sebentar lagi pulang Lilia dan kamu, bagaimana Lilia"


"Aku sepertinya tetap di sini saja, karna kasian Rico tidak ada yang menjaga nya"


"Baik lah kalau begitu Lilia,kamu harus tenang ya, Rico pasti baik baik saja"


"Iya terimakasih ya teman teman"


Sedangkan Carlos yang telah di bawa kekediaman ayah nya Rico


"Ampun, ampuni saya Om, saya tidak bermaksud menabrak anak om,ini hanya kecelakaan Om, Om bisa minta apa saja namun jangan apa apa kan saya Om, saya mohon"


"Hahaha,kamu memohon ampun, sedangkan anak saya satu satu nya ,sedang terbaring di rumah sakit dan belum sadarkan diri,kamu tau kedua kaki anak saya patah, dan itu mungkin membuatnya tidak bisa untuk berjalan, dan sekarang kamu akan merasakan itu"


Di saat yang sama ayah Carlos menelpon dan Carlos memohon agar ayah nya membantu nya, namun sayang ayah Carlos juga tidak dapat membantu nya malah Carlos di buang dari keluarga nya karna telah membawa masalah besar pada keluarga, jika keluarga nya membantu nya maka ayah Rico akan menghancurkan seluruh perusahaan ayah nya Carlos


"Haha kamu tidak perlu takut, ini tidak akan menyakitkan, kalian bawa dia dan potong ke dua kaki nya, lalu lemparkan dia di jalan"


"siap boss"


Kedua kaki Carlos di potong dan Carlos di buang di jalan, namun Carlos masih beruntung dia di temukan oleh Ahmad yang sedang menuju jalan pulang kerumah nya


Ahmad sangat kaget sekali melihat ke adaan Karlos yang penuh dengan darah"Astaghfirullah, kenapa dengan orang ini, kejam sekali orang yang telah melakukan ini pada nya, Ahmad menemukanya penuh dengan darah Ahmad berusaha menghentikan darah nya, lalu menaikan Carlos ke motornya dan mengikat Carlos di tubuhnya


Ahmad membawa Carlos kerumah sakit namun rumah sakit nya berbeda dengan Rico


Sampai Ahmad di rumah sakit"Tolong suster… tolong…"


"Ada apa!"


"Saya menemukan orang ini tergeletak di jalan dengan ke dua kakinya sepertinya baru saja habis di potong"


Mendengar itu suster cepat membawa masuk dan memberikan perawatan.


1 jam berlalu, selesai pengobatan Carlos, dokter menemui Ahmad


"Apakah anda saudara nya?"


"Bukan Dok, saya teman nya dan bagai mana Dok ke adaan nya"


"Dia beruntung,kamu membawanya tepat waktu kalau tidak nyawanya bisa terancam, karena kehilangan banyak darah,namun sekarang dia sudah baik baik saja, kita hanya tinggal menunggu nya sadar


Sedangkan claudiya,Miranda,dan arleta


"Lilia kami pulang dulu ya, sudah mau malam soal nya"


"Iya, terimakasih sudah menemaniku disini"


"Iya Lilia, Kitakan sahabat, daaaahh Lilia"


"Kalian semua hati hati di jalan"


Lolita keluar lagi dari ruangan"Lilia kemana mereka semua pergi"


"Mereka baru saja pulang, ada apa Lolita"


"Rico sudah bisa di pindah kan ke ruang rawat, kondisinya sudah tidak apa apa hanya tinggal menunggu dia siuman"


Lilia pun senang mendengar nya


"Oiya Lilia, kamu tidak pulang"


"Tidak Lolita, aku akan menunggu Rico hingga sadar"


"Tidak apa apa Lilia, bukan kah aku juga ada disini"


"Iya, tidak apa apa Lolita"


"ya sudah terserah kamu deh, dan sebaik nya kamu bersihkan dulu sana badan mu dan kamu makan, nanti malah kamu lagi yang di rawat karna tidak makan" "Hehe iya Lolita, setelah Rico di ruang rawat aku akan makan dan membersihkan diri ku, namun aku tidak membawa baju ku"


"Ya sudah, nanti bisa pakai baju saja"


"Oiya Lolita tadi Ahmad mengajarkan kami sholat, dan itu sangat membuat tenang"


"Ha kalian sholat!"


"Iya kami sangat malu sekali, karna kami tidak tahu apa apa"Lilia menceritakan semuanya pada Lolita


"Iya sih Lilia, aku juga sering membayangkan saat aku melihat pasien ku yang akan meninggal, aku sering membayangkan kalau itu aku, dan aku tidak punya persiapan sedikit pun, dan malah yang kita kerjakan selama ini hanya berbuat yang tidak benar,kita ke bar, mabuk mabukan,tidak menutup aurat dan sekarang aku mulai sadar, semejak Ahmad memberi ku baju dan jilbab kepunyaan ibunya, aku nyaman sekali memakainya, dan aman sekali rasa nya"


"Ha apa, kamu pernah di berikan Ahmad baju dan jilbab kapan itu"


Lolita pun menceritakan kejadian nya yang mabuk sampai terkapar di jalan


"Hm sungguh orang yang sangat baik,jangankan untuk me manfaat kan mu, bahkan melihat mu saja dia tidak sungguh sulit mencari laki laki seperti dia di jaman sekarang ini,dan untung kamu bertemu dengan nya kalau tidak pasti kamu sudah di perkosa oleh laki laki bejat"Ucap Lilia


"Iya, Lilia makanya aku sangat mengagumi nya dan sekarang aku pikir taruhan kita itu salah"


"Iya juga sih Lolita, besok kita akan coba bilang pada yang lain agar taruhan nya di batal kan"


"Iya Llilia, aku tinggal dulu ya aku mau mau menyiapkan kamar untuk Rico"


"9baik lah Lolita"


1 jam berlalu dan Rico pun di bawa ke ruang rawat inap Lilia pun segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian yang telah di berikan Lolita,setelah itu Lilia pun makan


Adzan magrib pun terdengar ,dan Lilia pun segera mengambil wudu dia mengikuti apa yang telah Ahmad ajarkan tadi, walaw dia hanya mengingat sebagian bacaan solat namun dia tetap berniat mengerjakan nya


Di dalam doanya"Aku sangat menyesal karna telah terlalu jauh tersesat dari yang seharusnya,ya Allah aku hina, dan aku hamba mu yang penuh dosa aku, mengharap kan hidayah mu ya Robb, dan mohon ampuni aku ya Allah, andai engkau tak mengampuni ku kemana lagi ya Allah aku dapat memohon ampunan ya Allah,aku percaya kasih sayang mu dan Rahmat mu begitu luas dan besar, maka dari itu ya Allah, aku harap engkau dapat menerima permohonan ku , dan aku akan berusaha lagi menjadi hamba mu yang lebih baik lagi, ya Allah dan aku mohon beri kesembuhan ke pada Rico karna dia telah menyelamatkan ku, dan dia juga ingin menjadi hamba yang baik ke padamu, ya Allah aku mohon"Tampa sadar air mata mengalir di pipi Lilia, Air mata penyesalan nya.