
Tak lama berselang waktu, Rico pun datang membawa makanan,
"Ayah ni sebaik nya ayah makan dulu,dari tadi pagi ayah belum makan"Ucap Rico
"Iya kamu taruh saja dulu nanti ayah akan makan"
"Ayah sudah lah, Ahmad pasti baik baik saja kok, Ahamd itu anak yang sangat Sholeh jadi Allah pasti akan selalu bersama nya"
"Hmmm, iya anak ku, tapi sampai sekarang ayah masih sangat bersalah padanya, ayah merasa…"
"Sudah lah ayah, sebaik nya jangan terus begini , lebih baik ayah perbanyak berdoa, oiya ayah aku akan memberikan makanan ini dulu ke pada Claudia"
"Iya nak, cepat lah nak"
Rico masuk, namun Rico melihat Claudia yang tertidur pun kembali mundur,Rico tidak tega untuk membangun kan Claudia
"Hmm, ada apa anak ku?, kenapa kamu malah keluar lagi?"Tanya ayah Rico
"Claudia sedang tertidur ayah, aku tidak ingin mengganggunya, oiya ayah karena waktu sudah masuk luhur jadi aku masu ke musholah dulu ayah"Ucap Rico
"Maksud mu nak?"
"Iya, Karena Islam itu di wajib kan untuk sholat ayah, aku mau sholat, Islam itu terdiri lima kata, yang artinya I\= isya , L\= luhur , A\= Ashar , M\=Maghrib, dan S\=Subuh, kalau tidak di kerjakan salah satunya kan jadi nya tidak lengkap ayah"
"Haha, ya biak lah anak ku, hmmm, bagus lah kau begitu, dan ayah harap itu selalu membawa kebaikan untuk mu, pergilah ayah akan menunggu mereka berdua"
"Baik lah ayah"
Rico pun pergi untuk sholat, selepas sholatnya Rico berdoa dengan khusuk nya meminta kesembuhan untuk Ahamd,
sedang kan di ruang kamar Ahamad, Ahamd yang telah melewati masa kritis nya perlahan mulai sadar, Ahamad membuka matanya, dia mantap langit langit kamarnya dengan sedikit buram di matanya,
"Ya Allah, di mana aku, apakah aku sudah mati"Ucap Ahmad dalam hatinya
Penglihatan Ahmad pun mulai jernih seperti biasanya
"Masya Allah, terimakasih banyak ya Allah, engkau masih memberikan kesempatan ke pada ku"
Ahamad pun melihat lihat dan saat Ahmad menggelengkan ke pala ke sebelah kirinya, dia pun melihat Claudia yang kini juga berbaring di sebelah nya, dan dia melihat selang yang terhubung dengan nya, di saat itu timbul perasaan yang tak biasa pada Ahmad karena kebaikan Claudia kepada nya
"Hmmm, ya Allah ganti ganti lah kebaikan nya kepada ku berlipat ganda, Claudia suatu saat aku akan membalas ke bikan mu ini, Terimakasih telah memberikan darah mu ke pada ku"Ucap Ahamd dalam hatinya sambil melihat Claudia
"Hmmm,kamu sangat baik Claudia, sudah dua kali kamu menjaga ku, dan jika Allah mengizinkan selanjutnya aku pasti akan menjaga mu"Ahmad perlahan melepaskan tutup oksigen dari mulut nya dan dengan lembutnya dia memanggil Claudia
"Claudia…Claudia Bagun"Ahamd yang membangun kan Claudia
"Hmmm, iya ada apa, apa kah sudah waktunya makan"Ucap Claudia yang masih belum sadar sepenuhnya dari tidur lelapnya
"Eeemm, iya Claudia sebaik nya kamu cepat bangun dan makan"Ucap Ahamd
"Haaaaa"Caludia membuka matanya perlahan, dan saat dia membuka matanya
"Yaa Allah Ahamd, kamu sudah sadar?"Caludia yang kaget melihat Ahamd
"Iya, tak perlu kaget begitu, sekarang panggil saja dokternya untuk melepaskan selang ini, aku sudah baik baik saja Claudia"Mendengar ucapan Ahamd Claudia pun berteriak, Ayah Rico yang menunggu di luar pun langsung masuk mendengar teriakan Claudia
"Ahamd, kamus udah sadar nak!"Ucap ayah Rico yang baru masuk dan melihat Ahamd yang telah sadar
"Syukurlah lah nak, paman sangat khawatir pada mu, nak apa benar kamu anak nya jeson nak?"
"Hey om, jangan banyak tanya dulu, Ahmad baru saja saja sadar, dan sebaik nya Om cepat panggil Lolita"Sahut Claudia dengan nada nya tinggi
"Hmmm, Caludia tidak boleh bicara seperti seperti itu kepada yang lebih tua, apa lagi meninggikan suara mu"Ucap Ahmada pada Claudia
"Hehehe ,iya Mad habis nya aku sangat senang melihat kamu yang telah sadar"Claudia yang penuh senyuman
"Hahaha, Nona Claudia, sepertinya nona sangat cocok dengan keponakan ku ini, ya sudah Paman panggil Bu Lolita dulu"Ucap Lucas
Lucas pun segera pergi keruangan Lolita, pas sekali Lucas berpapasan dengan Rico yang telah selesai sholat, dan ingin Kemabli ke kamar Ahamad
"Nak, Ahmad sudah sadar nak"Ucap Lucas dengan gembira nya
"Apa benar ayah, ya sudah aku mau langsung melihat nya"Rico pun segera berlari untuk melihat Ahmad
"Tok tok tok"Suara pintu yang diketuk
"Iya silahkan masuk"Teriak Lolita dari dalam ruangan itu
"Bu Lolita, Ahamad telah sadar Bu ! "Ucap Lucas terburu buru
"Yang benar pak ? ya sudah ayo kita segera ke sana"Lolita yang senang mendengar nya
Sedangkan Claudia dan Ahamad yang di ruangan, Ahamd melihat Claudia yang sedikit bingung
"Hmmm, Claudia apa yang sedang kamu pikirkan kan?"Tanya Ahamad
"Yaaa aku hanya bingung saja, bukan kah ayah Rico jauh lebih tua dari Lolita, tapi kenapa ayah Rico memanggil nya ibu ya, apakah Lolita setia itu di mata ayah nya Rico"Ucap Claudia yang heran
"Hahaha, aku kira kamu sendang memikirkan apa?"Ahamd yang tertawa mendengar kata kata Claudia
"Heheh, ya Mad aneh saja rasa nya, ya kan?"
"Tidak aneh Claudia, terkadang orang yang bijak dia dapat menempatkan dirinya seusai tempat nya, contoh ni, di kuliah kita saja bukan kah dosen kita seumuran dengan kita, tapi kita juga memanggilnya seorang bapak, dan kalau kita di luar jam kuliah bertemu dengan nya kita memanggil nya kakak, nah seperti itu lah dengan ayah Rico, dia menghormati Lolita dengan profesi nya itu Claudia, tak masalah mana yang lebih tua, yang terpenting dapat saling menghargai"Jelas Ahmad
"Hmmmm, iya juga sih Mad benar tu apa yang kamu katakan, oiya Mad kamu manis sekali saat tertawa"
Mendengar itu pun Ahmad menjadi malu malu, dan kini Riko pun sampai di ruangan Ahamad
"Allahamdulillah Mad, syukurlah Mad sepertinya kamu sudah baik baik saja, aaahhh lega sekali rasanya, Claudia terimakasih banyak ya, atas bantuan mu"Ucap Riko dari depan pintu ruangan menuju Ahmad
"Hehe, iya Co sama sama"
"Mad, apa masih ada yang sakit Mad, bagaimana ke adaan mu"Ucap Rico sambil memegang kening Ahamad
"hmm, apa sih Co , aku sudah baik baik saja"Ucap Ahamd
"haaa, bagus lah Mad, aku sangat takut sekali terjadi apa apa sama kamu"
"Hmm, bukan kah sekarang aku sudah baik baik saja Co"
"Hehe, iya Mad, iya tadi aku takut sekali Mad, jika saja terjadi sesuatu pada mu, aku takut nanti sindy bisa jadi gila Mad mendengarnya, karena kamu tau sendri dia sangat mencintai mu"Ucap Rico yang membuat Ahmad menjadi bingung dan tidak mengerti
"Apa!!! siap sindy?, sindy siap Co!!"Tanya Claudia yang keget
"Itu sindy, ke kasih Ahmad lah"Ucap Rico dengan santai nya
"Haaaa?? Apa yang sebenarnya kamu ucapkan Co, aku sama sekali tidak mengenal nya, dan aku juga belum pernah mempunyai kekasih Co"Ucap Ahamd yang bingung
"Co, kamu jangan berani membohongi ku Co, kalau tidak aku akan memukul mu, kamu bohong kan?"
"Ya aku tidak bohong, mungkin saja Ahamd yang tak mengingatnya karena ingatan nya lupa karena kejadian ini, ya kan Mad"Ucap Rico sambil mengedipkan mata pada Ahmad, Ahamad yang melihat pun jadi tau kalau Rico sendang berbohong
"Apa!! Mad apa kah kamu lupa? mad apa benar ucapan Rico itu Mad" Wajah Claudia yang mulai murung
"Eeee, eeee, ya tentu ucapan ku ini benar"Sahut Rico
"Hmmmm, ya deh Mad kalau itu benar"Kini mata Claudia berkaca kaca seperti akan turun hujan dari mata nya
"Ya Allah kenapa sakit sekali rasa nya mendengar nya, kenapa sedih sekali rasanya, apa ini ? aku sangat yakin aku mencintai nya sekarang, tapi terlambat hmmmm sakit nya"Ucap Claudia dalam hatinya
Rico yang melihat Claudia yang begitu sedih pun tertawa terbahak bahak hingga terbatuk sangking lucu nya, Claudia yang melihat Rico pun menjadi kesal sekali
"Apa yang kamu tertawakan !!! kamu kira ini lucu"Bentak Claudia
"Hmm, sudah sudah Co, tidak baik berbohong begitu"Ucap Ahamd
"Hahaha, hanya saja Mad kamu tidak lihat wajah lucu nya Claudia cemburu itu,aku yakin sekali sekarang kalau Claudia menyukai mu Mad, dan Claudia kena kamu, emang nya enak weeekk, hahaha"Ucap Rico mengejek Claudia
"Dasar Rico brengsek, aku akan membunuh mu sekarang, berani beraninya kamu mempermainkan ku"Ucap Claudia yang kesal sekali pada Rico
Sedangkan kini Lolita dan ayah Rico pun masuk keruangan itu
Rico yang melihat Claudia yang kesal pun lari berlindung di belakang Lolita
"Tolong aku Lolita, Claudia sangat lapar sehingga dia ingin memakan ku"
"Kamu !!! awas kamu ya Co, aku akan bilang ke Lilia kalau kamu bersama wanita lain hari ini, dan kita lihat apakah kamu bisa membujuk nya nanti"Mendengar itu Rico pun takut dan langsung meminta maaf ke pada Claudia
"Maaf kan aku, nona Claudia, aku bersedia mendapat hukuman dari mu"Ucap Rico sambil berlutut
Mereka yang melihat tingkah konyol Rico dan Claudia pun tertawa