
Saat Lolita sedang bejalan dan tertawa tanpa sengaja seorang pria menabrak nya dia seorang pria yang putih tinggi dan Tapan dengan penampilannya yang sangat rapi , Lolita pun terjatuh
"Aduhh, kamu kalau jalan lihat lihat dong"Ucap Lolita tanpa melihat orang itu
"Maaf nona, aku tidak sengaja aku sedang buru buru sekali"kata pemuda itu sambil mengulurkan tangan nya
"Aku bisa sendri, dan bukan muhrim"Lolita yang berdiri dengan sendirinya
Namun saat Lolita berdiri pemuda itu terkesima melihat kecantikan Lolita di balik kerudung nya, pemuda itu diam dan tak berkata apa apa
"Hey, berhenti lah melihat ku seperti itu, itu dapat menyebabkan dosa bagiku"Ucap Lolita pada nya sehingga pemuda itu pun menjadi malu
"Hehe iya maaf, oiya aku Arkan dan kamu?"pemuda itu kembali mengulurkan tangan nya
"Aku Lolita" ucap nya pada pemuda itu yang hanya memberi hormat dan tidak menyalami tangan pemuda itu, pemuda itu pun menarik kembali tangan nya
"Hehe,Lota aku sungguh minta maaf ya, kamu sangat cantik sekali Lolita"
"Iya iya sudah pergilah bukan kah kamu sedang buru buru sekarang"
"Hmm, iya Lolita sampai ketemu lagi"
"Hmmm"Balas Lolita
Pemuda itu pun pergi, tapi pemuda itu terus saja memikirkan Lolita dia sangat terkesan sekali dengan sikap dan kecantikan Lolita yang membuatnya di sepanjang jalan senyum senyum sendiri,
Lolita pun kembali keruangan nya,sedangkan di ruangan Ahamd kini ayah Rico yang pergi keluar sudah kembali, dan ayah Rico kaget sekali melihat Carlos yang kini berada di ruangan itu, namun Rico yang melihat ayah nya langsung marah pada ayah nya
"Sekarang ayah harus minta maaf ke pada Sarhan"Bentak Rico pada ayah nya
"Co, sudah lah tidak boleh bica seperti itu kepada orang tua mu sendri, bukan kah semuanya bisa di bicarakan baik baik"Sahut Ahamd yang melihat Rico marah pada ayah nya
"Iya benar co apa yang dikatakan oleh Ahamd, dan aku juga sudah melupakan ke jadian itu"Ucap Sarhan
"Nak om sungguh minta maaf ke pada mu atas apa yang telah om laku kan, om memang orang yang jahat dan jika kamu mau, kamu bisa mengambil ke dua kaki om, seperti apa yang telah om lakukan kepada mu"Ucap ayah Rico yang yang lagi lagi menyesali perbuatannya
"Hmmm, iya om sudah lah saya juga sudah melupakan ke jadian itu, dan setiap ke jadian juga ada hikmahnya, jika saja saat itu Om tidak mengambil ke dua kaki saya mungkin saya akan jauh lebih buruk dari sebelum nya"Ucap Sarhan yang memaafkan ayah nya Rico, dan kini ayah rico terpukul sekali mendengarkan perkataan sarhan yang begitu murah hati kepadanya
"Nak, om rela melakukan apa pun untuk menebus kesalahan om ke pada mu"
"Hehe, tak perlu om lagian om paman dari saudara ku, bagaimana mungkin aku bisa menyuruh om untuk melakukan sesuatu untuk ku"
"Saudara mu, siapa saudara mu itu?"Ayah Rico yang penasaran
"Hmm, Ahmad om aku sudah menganggap nya saudara ku sendri, karna di saat semua nya membuang ku termasuk orang tua ku, hanya Ahamd yang mengulurkan tangan nya menyambut ku, dia juga yang telah merubah ku menjadi seperti sekarang ini, dan membawa hidup ku menjadi lebih baik lagi"
"Nak sekarang bisakah kamu membimbing paman mu ini kejalan yang benar?"Ucapan ayah Rico yang kini ingin memperbaiki dirinya
"Hmmm, tentu saja paman, sudah lah paman apa semua nya sudah baik baik sekarang, jangan berlarut dalam penyesalan, yang terpenting paman sudah mengakui kesalahan paman dan paman ingin berubah"
"terimakasih banyak anak ku, kamu sungguh seperti ayah mu"Kini ayah rico yang mulai lengah mendengar perkataan Ahmad, namun kini Lilia diam diam menangis di pojokan yang membuat Rico pun heran, Rico berjalan menuju Lilia namun Rico tidak duduk simping nya Rico duduk agak jauh dari Lilia
"Hmm, Lilia kamu Kepa?"Tanya Rico
"Tidak apa apa Co, aku hanya sedih saja mendengar cerita Sarhan, aku membayangkan begitu berat baginya saat menjalankan waktu kejadian itu"Ucap Lilia sambil menghapus air matanya, namun ucapan nya itu di dengar semuanya
"Hahaha, Lilia tidak perlu begitu, aku orang yang kuat tentu saja aku tidak kesulitan apa lagi menderita setalah kejadian itu, apa lagi pada waktu itu Ahmad berada di samping ku"Sahut Sarhan
"Heleh dasar cengeng, ya untung saja waktu itu kamu di temukan oleh anak ayah Rico, jika saja kamu bertemu dengan anak buah ku, pasti hari ini kita tidak akan bertemu lagi,karna aku pasti akan membunuh mu waktu itu"Ucap Claudia seperti biasanya
"astaghfirullah, kak Claudia bukan kah itu terlalu berlebihan"Sifa yang kaget mendengar ucapan Claudia
"Hahaha, kamu itu ya Claudia masih saja ucapan mu itu bakal balakan sekali, kamu lihat tu sifa sampai ketakutan"sahut Rico
"Iya dasar Claudia, hmmm Co sepertinya Caludia hanya lemah lembut kepada Ahamd saja, dan Claudia pun sangat mendengarkan perkataan Ahamd, hemmm ya sepertinya kamu akan punya kakak ipar secepatnya ni Co"Ucap Lilia
Mendengar itu pun wajah Claudia memerah dan Claudia tersipu malu serta memalingkan muka nya seperti tidak mendengar apa apa, mereka yang melihat tingkah Claudia pun menjadi tertawa
kini semuanya telah baik baik saja, Lilia dan claudiya pun pamit untuk pulang, ayah Rico pun yang masih memiliki perkejaan pun pamit untuk mengurusi pekerjaan nya sebentar dan kini tinggal lah Rico, Sarhan berserta istirnya yang menjaga Ahmad, namun Ahamd yang sudah merasa baik baik saja pun menyuruh mereka untuk ber istirahat, sebelum mereka beristirahat mereka pun sholat ashar terlebih dahulu, yang di pimpin oleh Sarhan, Ahamd pun juga ikut sholat dengan mereka dengan cara bertayamum, selesai mereka sholat Sifa pun membentangkan sebuah tikar, karna kelelahan Sarhan dan istri nya pun tertidur
"Co apakah kamu tidak lelah?"Tanya Ahmad
"Hmm, tidak Mad, lagian juga kan masih sore"
"Co sebaik nya kamu bangun kan dulu mereka karna tidak baik tidur di waktu ashar hingga magrib"Ucap Ahamd kepada Rico
"Hmm , memang nya kenapa mad?"
"Tidur di waktu ashar itu dapat menyebabkan kebodohan Co, Barangsiapa tidur setelah waktu ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali dirinya sendiri”. (HR. Ad-Dailami) dan karena Rasulullah SAW tidak menyukai tidur atau mengobrol pada waktu tersebut kecuali beliau mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat seperti berzikir atau belajar"Ucap Ahamd pada Rico,.mendengar perkataan Ahmad pun dengan tidak tega dia pun membangun kan Sarhan
"Hmmm, kenapa Co?"Tanya sarhan yang terbangun dari tidur nya
"Ahamd menyuruhku membangunkan mu dan istri mu Han, katanya tidak baik tidur di waktu ashar hingga magrib"Jelas Rico pada Sarhan
"Astaghfirullah, aku lupa Co karena kelelahan, iya terimakasih ya Co, mad"
Sarhan pun membangunkan istirnya, setelah semuanya terbangun, Rico pun keluar mencari makanan untuk mereka