Sacred Love

Sacred Love
Bab 42



Di sepanjang perjalanan Lolita kembali mengingat kejadian yang yang menimpa nya, Lolita yang mulai kesal dan kembali depresi, ia pun berhenti di sebuah jembatan kini ia mulai menangis lagi meratap di pinggir jembatan itu, dia mulai berpikir untuk mengakhiri dirinya, dia perlahan naik ke atas jembatan itu


Namun Ahamad yang hendak pergi cek up kondisi penyakit nya pun dari ke jauhan melihat Lolita yang berdiri di atas jembatan, Ahamad yang melihat itu pun langsung menyuruh sopir taksi nya untuk berhenti dan langsung menghampiri Lolita,


"Lolita…" panggil Ahmad


Lolita tun menoleh, namun Lolita yang sudah membulatkan tekad nya tidak perduli lagi dengan Ahamd, Ahamd semakin panik melihat Lolita yang seperti itu


"Lolita dengar, aku tau ini berat bagi mu namun mengakhiri diri sendri itu juga tidak menyelesaikan masalah, dan kamu tau orang yang bunuh diri akan kekal di dalam neraka, apakah kamu tidak berpikir apa yang akan terjadi pada ayah mu, ibu mu, jika kamu melakukan ini"Ahamad mencoba membujuk Lolita


"Lalu aku harus bagaimana Mad, aku sudah kehilangan harga diri ku, kehormatan ku apa lagi aku sekarang Mad !aku menjijikan Mad"Ungkap Lolita pada Ahamd


"Tidak Lolita, kamu tetap seorang yang berharga dan kamu bukan lah orang yang hina, kejadian itu bukan lah ke hendak mu, percaya lah Lolita takdir Allah itu selalu yang terbaik, Allah memberi kan ujian sebarat ini kepada mu, karna dia percaya pada mu"


"Hahaha, Mad apanya yang percaya, apa nya yang ujian, Mad ini di batas kemampuan ku Mad!"Teriak Lolita


"Lolita apa kah kamu sadar apa yang kamu ucap kan, tidak kah kamu menyadari sebelum nya dan aku juga sudah mengingatkan kepada mu, kamu memang sudah menutup pakaian mu, namun tetap saja pakaian yang kamu kenakan masih memperlihat kan bentuk tubuh mu, yang dimana akan membuat syahwat para laki laki yang melihat nya, Lolita tidak ada yang memandang hina dirimu, kamu tetap lah wanita yang terhormat, dan semua orang masih menyangi mu Lolita, jadi tolong kamu turun lah dari sana"


Mendengar perkataan Ahamad hati Lolita mulai tenang, dia menyadari yang Ahamd kata kan adalah benar dia yang tertutup tapi masih telanjang


"Lolita, sekarang ayo turun, sudah cukup penderitaan di dunia, jangan lagi kita sampai menderita di akhirat"


"Tapi masih saja Mad, aku jijik dengan diri ku sendri, dan siapa lagi sekarang yang akan mau menikah dengan ku setelah mengetahui ke adaan ku yang seperti ini, tidak Mad aku tidak ingin hidup seperti ini, kecuali kamu bersedia menikahi ku"Pinta Lolita ke pada Ahamd


Mendengar perkataan Lolita Ahamd pun menjadi terdiam


"Hahaha, bahkan kamu saja jijik kepada ku Mad, apa lagi orang lain"Timpa Lolita lagi


Dan kini Claudia yang sedang mencari Ahamad karna Ahamad tidak ke kampus pun, tidak sengaja melihat mereka berdua, Claudia pun mendekat dan memastikan nya


"Lolita aku sama sekali tidak jijik pada mu, namun pernikahan bukan lah suatu hal yang bisa kita permainkan?"Jawab Ahmad


"Aku sama sekali tidak main main mad, jika kamu tidak ingin menikahi ku, maka dari itu aku akan melompat dari jembatan ini"Ancam Lolita pada Ahmad


Ahamd yang melihat keseriusan di wajah Lolita pun tidak punya pilihan, karna yang ia pertaruhkan adalah sebuah nyawa


Kini Claudia yang melihat mereka berdua pun bergegas untuk menemui mereka


"Iya baik lah aku akan menikahi mu"Jawab Ahamad


Sedangkan Lolita yang mendengar jawaban dari Ahmad pun tersenyum, dan mengusap air matanya dia pun turun dari atas jembatan itu,


"Terimakasih Mad sudah mau menerima ku, walau Memeng sedikit memaksa tapi aku sangat bahagia, karna aku juga sudah lama mencinta mu, dan kamu sungguh pria yang baik Mad, kamu mementingkan orang lain dari pada diri mu sendri, namun itu sudah cukup bagi ku, mendengar kamu yang ingin menerima ku, aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuk mu namun itu akan terjadi jika saja kamu juga mencintaiku, dan untuk sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi pada diriku aku juga tidak akan memaksa mu untuk menikahi ku, karna aku sadar sesuatu yang di paksakan tidak akan berkahir bahagia, sudah cukup bagi ku mendengar jawaban mu saja, terimakasih banyak Mad kamu selalu ada di saat aku butuh seseorang untuk menguatkan ku"Ucap Lolita yang kini sudah tersenyum kembali


"Hmmm baik lah Lolita, namun maaf aku sama sekali tidak punya rasa ke pada mu, lebih baik aku jujur dari pada itu akan menyakiti mu, dan syukurlah kamu mengerti"


"Hehe, iya Mad , haaaaa aku tau kamu mempunya perasaan ke pada Claudia, hmmm Betapa beruntung nya dia, dan sebaik nya kamu ungkap kan itu kepadanya"Timpal Lolita


"Ya aku juga tidak tau tentang perasaan ku pada nya Lolita, yang terpenting sekarang kamu jangan lagi bertindak hal hal seperti itu, karna itu sungguh dosa yang amat besar, yang mana Allah tak akan mengampuni perbuatan seperti itu"


"Hmmm, iya Mad terimakasih banyak, aku berjanji kepada mu, aku tidak akan lagi melakukan hal seperti itu, dan Mad biasa kah kamu membawa ku ketempat di mana aku dapat mendalami ilmu agama dan juga ketenangan?"Pinta Lolita lagi yang berniat untuk pergi meninggalkan semuanya


"Ya, tentu saja Lolita , dulu kakek ku memliki sebuah pondok pesantren dan di sana lah ayah dan ibuku bertemu, kamu bisa belajar di sana Lolita dan nanti aku akan berikan alamat nya ke pada mu"Usul Ahmad pada Lolita


"Biak lah mad, sekali lagi terimakasih banyak Mad"


Ahamad pun lega melihat Lolita yang seperti itu,


"Baik lah mad, sekarang kamu harus ikut aku menemui ayah ku, dan membicarakan hal ini semua kepadanya, karna kalau kamu yang membicarakan nya ayah ku pasti akan mengijinkan ku, dan untuk cinta ku pada mu biarlah aku menyimpan nya sebaik mungkin"


"Hmmm, kamu wanita yang baik Lolita, kamu pasti akan mendapatkan yang lebih pantas dari pada aku, percaya lah, Allah akan mempertemukan yang baik dengan orang yang baik pula dan sebaliknya, dan kamu duluan saja nanti aku akan menyusul"


"hehe, iya Mad semoga saja, eeee emang nya kamu tau rumah ku mad?"


"Aamiin Lolita, hmmm aku tidak tau sih Lolita, tapi aku masih ada urusan yang penting sekarang"


"Ya sudah lah, biar aku yang mengantar mu lalu kita ke rumah ku"Desak Lolita


Ahmad pun berpikir kalau Lolita yang mengarnya penyakitnya akan di ketahui oleh Lolita dan pasti Lolita akan menceritakan ke semuanya, Ahmad tidak ingin orang orang di sekitanya khawatir padanya


"Ya sudah, urusan ku bisa ku selesai kan nanti sekarang ayo ke rumah mu"


"Hehe, iya ayo Mad"


Ahamd dan Lolita pun pergi, kini Lolita sudah mulia menyadari semuanya dan telah kembali kepada hati nya


Sedangkan Claudia yang kecewa tidak fokus dalam menyetir dia teringat ingat kata kata Ahamad yang akan menikahi Lolita, Claudia yang mengendarai mobil nya dengan kencang di kagetkan dengan seorang bapak bapak yang tiba tiba menyebang, Claudia kaget pun membanting setir nya dan menabrak sebuah pohon, karna Claudia yang kebut mobil Claudia pun hancur parah