Sacred Love

Sacred Love
Bab 51



Alya yang melihat ayah nya telah berada di kamar pun


"Ayah ini Alya bawakan makanan untuk Ahmad"


"Hmm, iya nak terimakasih, sini biar ayah saja yang berikan pada Ahamad"


Alaya pun memberikan makanan itu kepada ayah nya


"Pak, biar saya makan sendri saja, bapak tak perlu repot repot, bapak tenang saja saya bisa kok pak , oiya Alya, terimakasih ya"Ucap Ahamad


Mendengar itu pak topik membiarkan Ahmad untuk makan dengan sendri nya


Dua hari telah berlalu, kini Claudia pun sudah boleh pulang, namun di perjalan nya pulang Claudia pun selalu kepikiran Ahamad yang kini dia bahkan tidak tau Ahamad berada di mana


"Woyy Claudia, dari tadi kok bengong saja, apa yang sedang kamu pikirkan" Tanya miranda yang mengagetkan Claudia


"Ya Allah Mir, bisa gak sih gak usah ngagetin seperti itu"


"Hehe, iya maaf Claudia, habis nya kamu tidak semangat sama sekali"


"Iya ni miranda bikin kaget saja"Sahut Arleta


"Nyahut aja kamu Arleta, oiya Claudia bagaimana kalau hari ini kita pergi healing aja, ke mall kek, nonton atau ke mana gitu, ya kan teman teman kan sudah lama kita tidak refreshing"Usul Miranda pada semuanya


"Ya gak bisa dong Mir, Claudia kan baru saja keluar dari rumah sakit, tu lihat dia masih lemas"Sahut Lilia


"Ya gak papa sih teman teman, oiya ayah sebaiknya ayah pulang duluan saja, aku ingin pergi bersama teman teman ku"Ucap Claudia yang mengiyakan ajak kan Miranda


"Hmm, iya nak, tapi setidak nya antar ayah dulu kerumah, apakah kamu ingin ayah turun di tengah jalan seperti ini?"


"Hehe ,iya iya mana mungkin Claudia Setega itu, tentu mengantarkan ayah pulang terlebih dahulu baru kami pergi"Jawab Claudia


"Yeeeeyy, akhirnya setelah sekian lama kita jalan jalan juga bersama, hmmm, aku ingin shoping hari ini"Ucap Arleta ternyata yang sangat senang, ternyata dia juga berharap bisa pergi bersama namun dia tidak seperti Miranda yang langsung saja nyeplos


merekapun sampai untuk mengantarkan ayah Claudia kerumah nya, sedangkan mereka sekarang pergi untuk healing, sampai mereka di sebuah mall mereka pun langsung melihat melihat ke tokoh fashion


Hari itu mereka mengabiskan waktu dengan berbelanja, menonton dan sebagainya yang membuat mereka senang


Kehidupan Claudia telah kembali sepeti biasanya,


Tiga bulan berlalu


"Tidak, tidak… manusia brengsek, bajingan…"Teriak Lolita di kamarnya sambil melemparkan barang barang yang ada, hingga semua orang yang berada di rumah Lolita langsung bergegas ke kamar nya


"Ada apa ini Lolita?"Tanya ayah Lolita yang kaget melihat kamar Lolita yang berantakan dan banyak pecahan kaca sedangkan Lolita kini meringkuk menangis


"Lolita ada apa, apa yang terjadi?"ayah Lolita kembali bertanya


"Subhanallah, ada apa ini Lolita kenapa kamar ini menjadi seperti ini, apa yang terjadi"Ibu Lolita yang baru datang mendengar suara keributan di kamar Lolita, ibu Lolita yang melihat Lolita yang lagi seperti itu pun langsung memeluk Lolita


"Ibu…ibu laki laki brengsek itu, laki laki itu telah meninggal kan aib di perut ku Bu, Bu apa yang harus aku lakukan sekarang Bu?"Ucap Lolita yang kini menangis sejadi jadi nya, sontak mendengar itu kedua orang tua Lolita menjadi sangat kaget


"Apa ! apa maksud mu nak?"Tanya ayah Lolita


"Nak kami tau ini sangat berat untuk mu, namun kamu tidak boleh menggunakan nya, itu sama saja dengan kamu membunuhnya"Jawab ibu Lolita


"Kurang ajar, sekarang aku pasti akan membunuh pria itu"Sontak ayah Lolita menjadi marah, dan langsung ingin pergi ke penjara untuk melampiaskan ke marahan nya


"Ayah, ayah tenang dulu !"Teriak ibu Lolita, yang membuat suami nya itu kini hanya bisa duduk meredam amarah nya


"Nak, percaya sama ibu, ini sudah takdir dari Allah entah ini ujian atau pun berkah, tapi untuk menggugurkan kandungan mu itu bukan lah jalan yang baik"


"Tapi Bu… aku malu jika semua orang mengetahui bahwa aku hamil tanpa se orang suami, apa nanti kata orang tentang ku Bu?"


"Ya sudah, kita akan pindah dari sini, agar kehamilan mu tidak di ketahui semua orang"Ucap ayah Lolita


"Lalu bagaimana dengan kuliah ku ya, ahhhhh bajingan, bajingan …"Teriak Lolita sambil memukul mukul perutnya, melihat itu ibu Lolita Kembali memeluk nya,


"Ya baik lah, ayah mu benar sebaiknya kita pindah saja dari sini terlebih dahulu, dan kuliah mu bisa di teruskan di tempat kita nanti"Ucap ibu Lolita


Ya mereka tak punya pilihan lain selain pindah karena jika kehamilan Lolita tersebar dan orang tau jika Lolita hamil Tampa suami, pasti Lolita dan keluarga nya akan menjadi cemoohan


Mereka pun sepakat untuk pindah walau pun berat bagi mereka, Lolita yang kini merasa tidak henti hentinya di uji dengan ujian yang berat, malam itu pun dia keluar untuk melampiaskan ke keselanya,


Dia pun berniat untuk pergi minum minuman keras, namun saat dia melewati tempat saat dia di tolong oleh Ahamad, dia pun mengurungkan niat nya


"Astaghfirullah, hmm Mad kamu di mana sekarang, aku sangat terpuruk kali ini, ya Allah ampunilah hamba ya telah berniat untuk berbuat dosa"Ucap Lolita


Lolita pun mengurungkan niat nya, dia terus saja berjalan tanpa tujuan, hingga dia Sampai di sebuah taman


Dia pun duduk di bangku taman itu sambil meratap ke adaan yang kini ia alami, dia mulia menangis mengingat bahwa dirinya yang sekarang telah hamil, dan dia juga harus meninggalkan semuanya


Dia pun kembali meringkuk menangis di bangku itu, namu saat itu tiba tiba ada seorang yang datang dan langsung duduk di samping nya, namun Lolita yang lagi tertekan sama sekali tidak menghiraukan dia masih saja meringkuk tanpa melihat siapa yang sebenarnya yang kini duduk si samping nya, dan ternyata yang duduk di samping Lolita itu adlah ahamad yang kini ia telah berdagang eskrim di taman itu,


Ahamad yang mendengar suara tangis pun mulia penasaran


"Nona kamu kenapa?"Tanya Ahamad yang juga tidak mengetahui bahwa itu adalah Lolita, karna Ahmad yang sekarang sudah buta, namun Lolita tidak menghiraukan pernyataan nya itu


"Nona saya tidak tau apa yang sedang kamu alami sehingga kamu menjadi sangat sedih, namun percaya lah setiap masalah ada jalan keluarnya, dan di setiap masalah ada hikmahnya, dan jika sekarang kamu sedang merasa di uji bersabarlah, sesungguhnya Allah Takan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba nya"Ucap Ahmad untuk mendengarkan gadis yang berada di sebelah nya


"Diam brengsek, semua cowok itu sama saja, mereka semua brengsek , bajingan"Ucap Lolita yang tiba tiba marah


"Astaghfirullah, maafkan saya nona jika ucapan saya menyinggung anda, dan saya doa kan semoga nona dapat secepat nya menyelesaikan masalah nona"Ahamad yang merasa ucapan nya telah menyinggung perempuan itu


"Masalah nya akan selesai jika kandungan ini aku gugurkan, namun jika tidak aku akan selalu dalam masalah"Timpal Lolita


"Astaghfirullah nona, nona itu perbuatan yang sangat di larang oleh Allah , nona itu sama saja dengan membunuh, ketika ruh telah di tiup kan ke dalam janin maka hukum menggugurkan nya adalah dosa besar nona, nona dengar lah aku tak tau apa yang telah menimpa mu sehingga kamu berpikiran seperti itu, namu ingat lah pesan ku ini dan kamu bayangkan ketika kamu menggugurkan kandungan mu, kelak di akhirat dia akan mencari mu, lalu dia akan bertanya kenapa ibu sangat tega membunuhku bahkan aku belum sempat muncul ke dunia apa salah ku kepada mu Bu? apa yang akan kamu jawab nanti padanya nona? jadi pikirkan lah baik baik bisa jadi dia adalah anugrah dari Allah untuk hidup mu"Ucap Ahamad yang kini berdiri lalu meninggalkan Lolita


Mendengar itu Lolita pun menangis sejadi jadinya dalam ringkuk nya dia membayangkan apa yang di katakan Ahamad,


"Ya benar sekali apa yang kamu ucapkan, terimakasih"Ucap Lolita yang kini mengangkat kepalanya untuk melihat pria di samping nya namun pria itu sudah tidak ada


Lolita pun melihat ke sisi kanan dan kiri nya namun dia tidak melihat pria itu lagi


"Hmm, siapa pemuda tadi, tunggu hmmmm astaghfirullah bukan kah suaranya sangat familiar? yaaaa itu seperti suaranya Ahamad, kata katanya juga sama persis, apa tadi itu Ahamad"Lolita yang langsung berdiri dan bergegas mencari