Sacred Love

Sacred Love
Bab 47



Hari itu berlalu, Lilia pun menemani Claudia di rumah nya karna Lilia khawatir dengan ke adaan Claudia,


"Caludia, mau coklat tidak tadi kebetulan aku beli dan ini coklat ke sukaan mu loh"Lilia yang coba ingin mengibur Claudia


"Hmm, terimakasih Lilia karna kamu selalu ada untuk ku, ya aku ternyata terlalu suka juga tidak baik untuk ku, seperti hal nya coklat yang ada pada mu, dulu sangking sukanya aku hingga coklat itu membuat ku sakit gigi dan bukan hanya makanan saja yang bikin sakit ternyata manusia lebih menyakitkan, kamu beruntung Lilia bertemu dengan seseorang yang sangat tulus mencintai mu"


"Hmmm, Claudia …"Lilia yang langsung memeluk Claudia


"Aku yakin kok, kamu pasti bisa melewati semua ini, dan kamu tenang saja aku akan selalu mendukung mu, dan yang terpenting kamu akan bisa melihat lagi sekarang"


"Hehe, terimakasih ya Lilia"


Sedangkan Ahamad kini duduk di bangku depan teras rumah nya, pemuda itu termenung sambil menatap bintang bintang,


"Ya Allah jika ini jalan terbaik untuk ku maka pelancar kan lah operasi untuk ku dan Claudia, hmmmm maaf kan aku karna aku telah menepatkan salah satu ciptaan mu di hati ku, sedangkan seharusnya itu adalah tempat mu ya Allah, haaaa aku tau engkau selalu menyayangi hamba hamba mu, namun jika boleh hamba meminta persatu kan lah hamba dengan orang yang hamba cintai ya Robb, walau di kehidupan selanjut nya"


Begitu tulus nya cinta Ahmad ke pada Claudia hingga doa itu sampai ke pada Claudia, Claudia yang tertidur pun bermimpi dengan ke datangan Ahamad, di dalam mimpi nya Ahamad selalu membuatnya tertawa, mereka berdua di taman bunga yang indah, di dalam mimpinya dia bisa melihat Ahamad yang begitu tulus mencintai nya, mereka becanda, berlarian di Padang bunga, tertawa kebahagiaan itu lah sangat Claudia ingin kan, hingga Claudia pun terus menyebut nama Ahamad dalam tidurnya,


Lilia pun terbangun mendengar Claudia yang sepertinya mengigau, Lilia heran melihat senyuman Claudia yang sangat senang seperti semua rasa sakitnya hilang dari wajah nya sehingga Lilia pun tidak ingin membangunkan nya


"Masya Allah cinta seperti apa ini ya Allah, hingga dalam tidurnya pun Ahamad dapat membuat nya bahagia, ya Allah jika memeng mereka di takdirkan hamba mohon persatu kan lah mereka"Ucap Lilia yang melihat Claudia yang sedang bermimpi dengan indah nya


Matahari pagi pun masuk melalui celah celah jendela kamar Claudia, dan itu membuat Claudia bangun dari mimpi indah nya


"Haaaaa, tenyata cuma mimpi saja, tapi begitu nyata"Claudia yang tersenyum mengingat mimpinya


"Hayo mimpi apa itu?"Lilia yang tiba tiba menggoda Claudia


"Haha, tidak , siapa yang bilang bermimpi"


"Alah, masih mau ngles, semalam aku lihat loh kamu yang sedang senyum senyum sambil tidur, dan kamu juga berkata, Ahamad aku sangat menyayangimu, oiya memangnya apa yang kalian lakukan dalam mimpi mu sehingga membuat mu sangat senang sekali?"


"Hmmmm, kepo"Jawab Claudia yang membuat Lilia tertawa


"Haha, kata nya sangat membencinya hingga tidak ingin mendengar lagi mendengar namanya"Sindir Lilia


"Yaaaa, aneh sih Lilia, saat aku bertemu dengan nya dalam mimpiku seketika itu rasa benci ku jadi menghilang, dan aneh nya aku sangat bahagia, hingga sekarang pun aku tidak merasa kehilangan dia, apa mungkin sekarang aku sudah mulai gila Lilia?"


"Hahaha, mana mungkin kamu gila, ya syukur deh kalau begitu, aku juga sangat yakin pasti Ahamad juga sangat mencintai mu, hanya saja mungkin terjadi sesuatu padanya hingga dia tepaksa untuk pergi kembali ke Turki, ya sudah jika memang di takdikan kalian pasti akan di pertemukan kembali"


"Hmm, ya deh Lilia semoga saja, namun jika tidak aku juga sudah ikhlas kok, yang terpenting sekarang aku harus mempersiapkan diri ku untuk operasi besok, oiya Lilia bawakan aku untuk menemui ayah ku, karna kemarin aku sudah membentak nya, pasti dia sangat kahwatir pada ku sekarang"


"Hehe, bagus deh kalau kamu sada, ya sudah ayo"


Lilia pun menintin Claudia untuk menemui ayah nya,


dan sekarang Ahamad kembali menemui dokter nya, Ahamad meminta kepada dokternya, jika dia meninggal dalam operasi itu dia ingin di makam kan di pesantren milik kakek nya, Ahamad juga meminta agar dokternya merahasiakan nya dari siapa pun,


"Nak bukan kah ini terlalu ber lebihan nak, bagaimana dengan perasaan keluarga mu jika suatu saat mereka mengetahui hal ini?"


"Hmmm, dok aku hanya tidak ingin kepergian ku membuat mereka bersedih, apa lagi membuat mereka merasa bersalah, dan juga mereka sekarang taunya aku berada di Turki, baik aku hidup atau mati aku ingin dokter tetap mengantarku ke ke pesantren milik kakek ku, saya mohon dok karna ini menurut saya adalah yang terbaik"Pinta Ahamad pada dokter nya


"Ya baik lah kalau begitu nak, dan semoga saja operasi nya berjalan dengan lancar, dan saya percaya ke ajaiban itu ada"


Dokter itu tak mampu menahan air matanya, melihat senyuman Ahamad yang begitu seperti tak ada beban di wajah nya, dan senyuman Ahamad itu lah yang membuat hati dokter itu menjadi sedih


Ahamad pun pergi, meninggalkan rumah sakit itu


"Hmmm, Mad kamu sungguh orang yang sangat baik Mad"Gumam dokter itu


Sementara itu karna hari itu adalah hari libur, Lolita dan yang lain nya pun mengunjungi rumah Claudia termasuk Rico


Mereka sangat lega mendengar suara tawa Claudia yang terdengar hingga depan pintu rumah nya,


Bibi pun melihat mereka yang datang langsung membawa mereka masuk


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumusalam"


"Hey kalian semua kesini"Lilia yang senang melihat mereka semua


"Hehe iya, karna kami semua jomblo, jadi libur ini tidak bermanfaat sama sekali untuk kami"Sahut Miranda yang asala ceplos aja, yang membuat mereka semua tertawa,


"Haha, kamu tu Mir , pikiran nya cowok saja"Ucap Lolita


"Oiya kalian semua, om ke atas dulu ya?"Ramos yang tidak ingin mengganggu mereka


Ramos pun pergi atas, dan mereka langsung berlari menuju duduk di sofa,mereka kalau sudah kumpul ya begitu seperti anak anak


"Oiya Claudia, kamu tau gak sekarang Arleta sudah ada yang menyukainya loh secara diam diam, nama nya mister X"Ucapan Miranda


"Oiya benarkah Arleta, cie Arleta"Jawab Claudia yang kini telah seperti biasa nya


"Apa sih Mir, tidak itu tidak benar Claudia, Miranda tu yang sekarang dekat sama si kacamata yang kece badai hahaha"Sahut Arte yang Kemabli membuat semuanya tertawa


"Haaa syukur deh sekarang jiwa Claudia sepertinya sudah Kemabli ke dalam tubuh nya"Ucap Lolita


"Haha, kamu kira kemarin kemarin jiwa ku hilang apa Lolita, Oiya kalian semua bukan kah Miranda pintar sekali memasak,bagaiman kalau hidangan hari ini di masakan oleh miranda saja"Usul Claudia


"Ya kami setuju"Ucap mereka semua Sambil mengacungkan jempol pada miranda,yang membuat miranda menjadi ciut


"Hmm, ya sudah deh, aku pulang dulu ya kalian semua kan wanita, hanya aku sendri yang pria di sini, dan aku juga sudah melihat Lilia jadi aku sudah cukup rasanya"Ucap Rico yang membuat yang lain nya iri, dia jauh jauh datang hanya untuk melihat Lilia saja


"Hehe, Rico maaf ya karna tidak mengabari mu, hati hati ya di jalan dan nanti jangan lupa kabari aku kalau sudah Sampai di rumah"Ucap Lilia yang tersenyum ke pada Rico


"Siap nyonya Lilia, love Yo dah kalian semua, assalamu'alaikum"


"Bikin iri saja! "Ucap miranda


"Ya benar, mereka kira dunia hanya milik mereka berdua, pakek love love segala lagi"Sahut Arleta


"Hahaha, makanya kalian juga cari cowok sana"Lolita yang mendengar gumaman mereka,


Rico pun pergi, Lilia pun mengantar nya hingga depan rumah Claudia