Sacred Love

Sacred Love
Bab 8



Sinar mata hari yang masuk dari sela sela jendela membangunkan Lolita yang terbaring di atas kasur yang hanya se ukuran badan nya


Dia kaget melihat tubuh nya yang di balut kain dan di pakai kan hijab


"Aduh kepalaku"Lolita yang masih pusing karna pengaruh alkohol


"Di mana aku, dan siap yang memakai kan semua ini kepada ku,ini rumah atau tempat apa ini, Heyyy… apakah ada orang disini"Lolita bangun dari tempat tidur nya dan berjalan sambil melihat se isi rumah Ahmad


"Yaa walau pun seperti gubuk, namun isinya tertata rapi sekalian, sebenar nya ini rumah siapa"


Lolita pun keluar, dia melihat Ahmad yang tidur di kursi dengan ke adaan duduk tidak memaki selimut,


hati nya langsung miris melihat nya


"Ohh ternyata rumah nya"Dia memandang wajah Ahmad yang sangat polos, dan dia Lolita pun mengambil selimut untuk menyelimuti Ahmad,namun Ahmad terbangun


"Eeeee, kamu sudah baik baik saja"


"Iya, hmmm, ternyata kamu yang telah membawa ku,oiya mad kenapa dengan wajah mu"


"Tidak apa aku baik baik saja"


"Dan ini, kamu juga yang mengenakan semua ini pada ku tampa melepas bajuku"


"Maaf untuk itu,namun saat aku membawa mu dan mengenakan mu semua itu, aku menutup mata ku


dan kamu terlihat cantik dengan itu"


Lolita yang mendengar, wajah nya memerah namun Lolita menyimpan senang nya dalam hati


"Terimakasih banyak Mad, kamu memang laki laki idaman"


"Aku tak layak untuk itu"


"Mad kamu bisa memanggil ku Lolita,tapi tetap saja kamu sungguh baik Mad"


"Sudah jangan terlalu memuji ku, aku tak pantas untuk itu Lolita, boleh aku bertanya sesuatu kepada mu?"


"Tentu saja Mad"


"Kenapa kamu semalam sampai begitu, apakah kamu tidak berpikir itu membahayakan mu"


"Yaaa namun aku masih beruntung bertemu dengan mu, jika tidak aku tak tau apa yang akan terjadi pada ku"


"Aku tak bermaksud ikut campur urusan mu, namun jika kamu mau mendengar nasihat ku, sebesar apa pun masalah mu jangan pernah mencoba untuk menghindarinya dengan cara mu yang semalam itu,selain itu di larang oleh Agam itu juga sangat berbahaya untuk mu, ingat setelah kesusahan pasti ada kemudahan"


"Iya Mad aku mengerti, dan benar apa yang kamu ucap kan, hanya saja aku yang bodoh, sungguh aku sangat berterimakasih kepada mu,oiya mad bukan kah hari ini ada kuliah, aku akan berganti pakaian dulu soalnya ini kan ke kepunyaan mu"


"Hmmm, tidak apa jika kamu menyukai nya, silahkan kamu pakai saja,Itu pakaian ibu ku yang masih tersisa dan aku belum menyumbangkan nya"


"Yang benar Mad boleh ni?"


"Iya boleh"


"Kamu mau bareng aku ke kampus Mad?"


"Kamu duluan saja, dan sebaik nya kamu pulang dulu kerumah mu, pasti orang tuamu khawatir ke pada mu,dan aku juga perlu siap siap, tidak mungkin kan aku ke kampus tidak mandi"


"Hehe iya deh Mad kalau begitu, aku permisi Mad dan sekali lagi terima kasih"Lolita pun pergi menggunakan taksi"


"Hmm, ada ada saja anak jaman sekarang, minuman keras sepertinya sudah sangat terlihat biasa saja di mata mereka"Ahmad bicara sendiri


Sedangkan Lolita yang berada di dalam taxi, terus memikirkan Ahmad


"sungguh pria yang baik, aahhhh, aku hampir kehilangan pikiran ku karna memikirkan nya, hmmm bukan kah hari ini giliran ku utuk mendekatinya, siapa sangka aku selangkah sudah menuju nya yaaa terserah mau itu taruhan atau tidak, aku tetap menyukai nya"Ucap Lolita sendiri, yang mulai gila akan perasaan nya


Sampai Lolita di rumah, semua orang yang ada kaget melihat Lolita yang berpakaian seperti seorang wanita muslimah,dan yang paling kaget adalah Ayah nya ,Ayah nya menunggu ke datangan nya untuk memarahinya, melihatnya yang begitu ayah nya tidak jadi marah pada nya


"Nak..Kamu cantik sekali mengenakan itu"


"Maaf ya ayah, aku selalu membantah mu, melawan mu,bahkan kadang membentak mu"


Ayahnya yang mendengar itu hati nya sangat terharu


"Iya anak ku, ayah juga minta maaf kepada mu karna sudah kasar ke pada mu, hey nak, kalau saja ibu mu ada disini pasti ibu mu akan sangat senang melihat penampilan mu"


Ya Ibu Lolita masih dinas di luar kota untuk mengurus beberapa rumah sakit yang bermasalah


"Apakah kamu sengaja membelinya nak"


"Ayah, ini pemberian teman ku"


"Ohhhh begitu, bagus lah teman mu itu bisa merubah mu"


"Yaaa namun teman ku itu seorang pria yang sangat luar bisa loh yah, dia bakan tidak pernah menatap ku saat bicara, dia selalu menundukkan padangnya pada wanita mana pun"Lolita Terus bercerita tentang Ahmad ke pada ayah nya, sampai ke jadian malam itu pun dia ceritakan kepada ayah nya


"Sungguh dia seorang pemuda yang luar bisa, bahkan dia tidak melihat tubuh mu sedikitpun, nanti kapan kapan ajak dia main kerumah, ayah ingin melihat nya"


"Tentu Ayah, Ayah pasti akan senang bertemu dengan nya"


"Iya iya, sebaik nya kamu bersiap siap untuk ke kampus, kalau tidak Ahmad mu itu akan di ambil oleh orang"Ayah Lolita menggoda nya


"Hmmm apa sih yah,ya sudah Lolita siap siap dulu"


"Wahhh aku sungguh tidak percaya dengan yang aku lihat, Anak ku sangat cantik sekali dengan hijab nya kalau begitu nanti akan ku belikan satu tokoh untuk nya hahahah"Ayah Lolita yang sangat senang melihat perubahan pada anak nya


Lolita pun berangkat ke kampus, namun Lolita tidak memakai baju yang Ahamad berikan pada nya


,karna hanya baju itu yang ia miliki jadi baju itu harus di cuci dulu, dia kembali ke stelan nya


"Eee nak bukan kah penampilan kamu tadi sudah lebih baik"


"Iya sih yah, aku sangat ingin mengenakan nya namun ,ayah tau sendri aku tidak mempunya pakaian seperti itu atau pun hijab, sedang pakaian itu sudah kotor jadi harus di cuci"


"Hahaha iya iya, kamu tenang saja, nanti akan ayah belikan yang banyak untuk mu"


"Yang benar ayah"


"Iya, apa yang tidak untuk putri ayah"


"Terimakasih ayah"


"Nanti, baju dokter mu juga akan rubah menjadi tertutup"


"Hmmm baiklah ayah, Lolita pamit dulu"


"Ya nak, hati hati dijalan"


Sesampai Lolita di kampus, seperti biasa dia dan tiga teman lainya menunggu Claudiya, namun hari ini tidak ada jebakan yang mereka lakukan, karna meraka takut Ahmad lagi yang kena jebakan mereka


Claudiya datang, dan secara bersamaan Ahmad juga datang dengan motor nya, Ahmad turun dari motor dan melepas helm


Claudya yang melihat Ahmad langsung turun dari mobil nya"Hayy Mad"Sapa nya


"Iya"


Waktu Ahmad akan pergi"Eeee,eee,tunggu sebentar, wajah mu kenapa, siapa yang berani memukul mu"


"Tidak,tidak,aku baik baik saja,Claudiya aku duluan ya permisi"


"Hmmm, siapa yang berani memukuli Ahmad, sepertinya orang itu sudah bosan hidup,yaa nanti deh cari tau"


"Hey… claudiya…cepat sini, ayo kita ke ke kelas"Teriak mereka 


"Iya iya"