
"Hay Ahmad"Miranda menghampiri Ahmad yang sedang bersama Rico
"ni, aku bawakan makanan untuk mu,oiya bagaimana ke ada mu apakah masih ada yang sakit, kalau masih ada ayo aku antar utuk mengobati nya"
Ahmad pun menerima makanan dari Miranda, karna Ahmad selalu menghargai pemberian dari orang lain, terutama makanan
"Terimakasih untuk tawaran nya, tapi aku sudah tidak apa apa"
Oiya mad nanti pulang kuliah kamu ada acara tidak"
"Tidak memang nya kenapa?"
"Aku ingin mengajak mu jalan"
"Heyy Mir, aku juga ada disini loh"Sahut Rico
"Hehehe iya deh co,bagaimana Mad"
"Maaf ya Nona, aku tidak bisa"
"Hmmm panggil saja aku Miranda,ya… Ahmad kenapa kok tidak bisa?"
"Aku tidak pernah berjalan sama wanita yang bukan muhrim ku, apalagi hanya untuk berdua"
"Yaaaa kan, Rico juga bisa ikut Mad, ayolah mad "
Maaf Mir, aku tetap tidak bisa"
"Hmmm iya deh Mad, setidak nya angkat kepalamu untuk bicara dengan ku"
"Untuk itu aku juga tidak bisa Mir, karna apa yang engkau kenakan mungkin itu memang bagus utuk mu, tapi itu tidak bagus di mata nya, ku harap kamu paham maksud ku"
Hmmmm, kamu sungguh laki laki yang baik Mad, andai saja semua laki laki sama seperti mu, mungkin semua wanita berlomba lomba utuk memperbaiki diri nya, dan andai saja aku bisa bersama mu,lihat saja nanti aku tidak akan menyerah Mad"Ucap Miranda dalam hati nya
"Iya deh Mad Aku paham maksud mu, nanti akan aku coba memakai yang seharusnya wanita kenakan"
"Baik lah mir, aku harap kamu juga begitu"
Miranda pun pergi ke kantin menemui teman teman nya
"Gimana Mir?"
"Apa nya yang bagai mana Lilia, untung dia mau menerima makanan dari ku saja aku sudah bersyukur, jangan kan untuk menerima ajakan ku, melihat aku saja tidak"
"Hahahaha wahhh apakah kita semua tidak bisa menaklukan nya"Ucap Arleta"
"Ya seperti nya begitu, bagaimana dia bisa terpikat dengan kecantikan kita, sedangkan melihat kita saja tidak, ya kan Mir"Iya benar, hey Lolita sebaik nya kamu pikirkan apa yang harus kamu lakukan besok, soal nya besok giliran mu tu"
"ya kita lihat saja nanti"
Mereka pun seperti biasa ngerumpi tertawa dan kembali bersenang senang, selesai semua mereka makan, mereka pun kembali ke kelas
Secara bersamaan, Rico dan Ahmad juga ingin ke kelas
Mereka berlima bertemu dengan Riko dan Ahmada,Claudiya hanya diam seribu bahasa menatap Ahmad yang mungkin sudah menaruh perasan
"Hayy Ahmad"Sapa Lilia
"Iya"
"Kalian mau ke kelas kan"
"Iya, trus kami mau kemana lagi"Sahut Rico
"Ohhh, ya sudah kita bareng aja"Lilia yang penuh senyuman melihat Ahmad
Namun seperti biasa Ahmad menundukkan pandangan nya dari mereka berlima, dan itu di lihat seseorang yang menyukai Lilia,
Ya, itu Carlos, keturunan barat tentu Carlos juga anak seorang pengusaha, mempunya badan yang tinggi dan putih
Carlos, sudah dari semester pertama mengejar Lilia namun Lilia sama sekali tidak menganggap nya, banyak usaha yang telah dilakukan Carlos untuk memenangkan hati Lilia, namun semua sia sia Melihat Lilia yang tersenyum manis pada Ahmad tentu membuat kemarahan di hati nya namun, Carlos hanya bisa melihat sambil mengepalkan tangan nya.
"Hey saudara ku, apa yang kamu lakukan, Kenapa kamu terus saja melempari ku"
Carlos pun mendekat kepada Ahmad, dan berbisik di telinga Ahmad"Sebaik nya kamu jangan pernah berpikir untuk mendekati Lilia, jika kamu melaku kan itu awas saja kamu"
Ahmad yang mendengar hanya tersenyum melihat Carlos
"woy bung, sebaik nya kamu tidak macam macam dengan teman ku, Karana kamu akan tau resikonya" Rico yang tak pernah bicara di kelas sekarang Angkat bicara
Carlos hanya terdiam mendengar itu, tentu Carlos sangat mengenal siapa Rico,Rico bukan orang mudah untuk di tangani karna sebenarnya, Riko anak dari seorang mafia yang terkenal di kota itu, makanya di kelas tidak ada yang mau berteman dengan Riko karna takut
"Tenang saja Mad, jika dia berani dengan mu aku akan menghabisinya"
"Hey co, bukan kah kamu sudah membaca tetang menyakiti seseorang,dan jangan lah kamu menyakiti di antara kamu"
"Hmmmm Iya deh mad, iya aku ingat"
Kuliah pada hari itu pun selesai, mereka semua pun keluar untuk pulang, di parkiran Miranda yang melihat Ahmad menuju motor nya dengan sengaja menjatuhkan kan badan nya di depan Ahmad, untuk mencari perhatian Ahmad, dengan reflek Ahmad menangkap Miranda
Miranda menatap Ahmad dengan senyuman, namun Ahmad langsung membalikan mukanya dan terkejut sehingga melepas kan Miranda
"Aduh...kamu kenapa sih, kenapa kamu melepaskan ku, kamu sengaja ya!"
"Tidak,tidak Mir, maaf aku tidak sengaja"
"Ya sudah, setidak nya bantu aku berdiri"
"Ni, pegang tas ku "
Miranda pun kesal, karna Ahmad yang sama sekali tidak memperhatikan nya
"Kamu kenapa sih, kamu tau banyak laki laki yang mengejar ku, namun aku menolak nya apa aku kurang cantik di mata mu, apakah aku menjijikan sehingga kamu tidak ingin menyentuh ku"
"Bukan begitu Mir, bukan kah sudah aku katakan kita ini bukan muhrim,Aku tidak sedikitpun jijik kepada mu, dan kamu juga wanita yang cantik, maaf kalau perlakuan ku membuat mu tersinggung, namun begitu lah cara ku untuk menghormati Sorang perempuan, dan aku harap kamu mengerti itu"
"Alah kamu saja tidak memandang ku, bagai mana kamu tau kalau aku cantik"
"Tampa melihat mu pun aku tau kamu cantik, karna manusia adalah makhluk yang paling sempurna, yang di ciptakan mahakuasa"
"Hmmm iya deh, aku tidak akan mempertanyakan soal ini lagi"
"Terimakasih kalau kamu mengerti"
Ahmad pun pulang, seperti bisa nya Ahmad melakukan tugas rumah sendiri, dari mencuci, Memasak, dan sebagainya
ternyata Lilia yang selalu ke pikiran sama Ahmad mengikuti Ahmad diam diam, namun Lilia tidak tahu bahwa Claudiya juga berniat kerumah ahmad, dan Claudiya berada di belakang nya sekarang
"Eeee bukankah itu mobil Lilia, kenapa dia bisa tau rumah Ahmad, apa jangan jangan Lilia mengikuti Ahmad apa mungkin lilia menyukai Ahmad"Ucap claudiya melihat Lilia yang telah berada di depan rumah Ahmad membuat claudiya tidak ingin mengganggunya
Claudiya memundurkan mobil dan pulang, di sepanjang jalan Claudiya penuh pertanyaan tentang Lilia, bahkan seorang Lilia tertarik utuk mengetahui Ahmad, ya benar saja Claudiya tau Lilia bukan seseorang yang mudah untuk di dekati, namun rela mengikuti Ahmad
"Aaahhhh… sudah lah, mungkin mereka sangat antusias untuk memenangkan taruhan,tapi apa mungkin Lilia melakukan itu hanya untuk sebuah taruhan, aku sangat mengenalnya dia tidak mungkin,ah…sudah lah, bodok amat"Claudiya yang bicara sendiri
Sedangkan Lilia yang masih berada di depan rumah Ahmad tidak berniat masuk, hanya ingin melihat Ahmad saja,Lilia melihat Ahmad yang sedang menjalankan ibadah sholatnya,
Tiba tiba, Lilia menghayal kalau dia yang menjadi makmum nya, sampai sampai dia tidak menyadari kalau Ahmada telah selesai dan keluar berjalan menuju ke arah nya,
Ahmad mengetuk ngetuk jendela mobil nya,Ahmad curiga karna mobil Lilia yang sudah terlalu lama parkir di depan rumah nya
Waktu itu, Ahmad mengira itu adalah Claudiya karna warna mobil mereka yang sama,
Lilia sangat malu melihat Ahmad yang berdiri di sebelah mobilnya dan sambil mengetuk mengetuk kaca mobilnya
Dia malu kalau Ahmad tau, bahwa dia mengikuti Ahmad sampai kerumah nya, tapi untung saja kaca mobil Lilia, kaca film nya hanya yang di dalam mobil yang bisa melihat orang yang diluar, sedangkan orang yang diluar tidak bisa melihat yang di dalam
"Claudiya apakah kamu pingsan, kenapa kamu dari tadi tidak turun turun, apakah kamu baik baik saja"Ucap Ahmad sambil mengetuk mengetuk kaca mobil Lilia
Lilia yang mendengar itu langsung menyalakan mesin mobil nya dan menginjak gass lalu pergi
"Ada apa dengan nya, apakah dia sedang ada masalah, ya sudah lah dia pun baik baik saja sepertinya "Ahmad yang mengira kalau tadi Claudiya pingsan di dalam mobil nya