Sacred Love

Sacred Love
Bab 20



sedangkan Ahmad yang bersama Carlos yang sekarang di sapa Sarhan, masih di madrasah Baitul iman di sana sarhan mulai belajar banyak hal tentang islam, Ahmad sangat senang melihat nya


Dan anak anak di sana suka sekali mengajak sarhan untuk bermain ,dan sarhan pun senang sekali bisa bermain bersama anak anak tak terlihat beban di wajah sarhan


"Assalamualaikum kak"Sifa menyapa Ahmad yang sedang melihat sarhan bermain bersama anak anak


"Wa'alaikumusalam"


"Apa yang kakak lihat"


"Hmm saya sedang melihat sarhan, dan saya senang sekali sekali melihat nya, dan sepertinya dia sangat menikmati bermain bersama anak anak, semoga saja dia betah tinggal disini"


"Hmm iya kak,oiya kak, kakak kapan akan pulang ke kota, bukan kah kakak berkuliah sekarang"


"Iya Sifa, dan sepertinya nanti sore saya akan pulang"


"Hmm apakah tidak terlalu mendadak kak, bagaimana kalau besok, dan hari ini bisakah kakak menemaniku ke sungai tepi sungai tempat biasa kita duduk, sambil menunggu matahari terbenam"


"Hehe maaf Sifa, kakak tidak bisa karna kita bukan lagi anak kecil,dan terlebih lagi kita sudah dewasa sekarang,kamu pasti paham kan maksud saya"


iya deh kak Sifa paham,hmmm waktu itu sangat indah sekali rasanya"


"iya benar sekali Sifa"


"Andai saja kamu mau menjadi muhrim ku kak, pasti aku akan sangat bahagia bersama mu"Ucap Sifa dalam hatinya"


"Oiya kak, sebaik nya sebelum Kakak pulang kakak pamit dulu sama Abah dan kak Sarhan"


"Iya Sifa, nanti akan saya lakukan"


Mereka berdua pun bersama melihat sarhan yang sedang asik bermain,namun Sifa sesekali memandangi Ahmad dan mengingat masa kecil mereka yang menyenangkan


"Kak, apa kah kakak ingat waktu kita bermain sepeda, dan sepedanya masuk ke sungai karna tidak ada remnya"


"Haha Masya Allah, ya tentu saya ingat waktu itu kamu pura pura pingsan sehingga saya sangat cemas dan takut untuk pulang"


"Haha, dan kakak sampai menangis sejadi jadi nya saat itu yang membuat aku tidak tahan menahan nya, lalu tertawa melihat kakak"


"haha, iya kamu sangat jahil waktu itu"


Mereka berdua tertawa mengingat masa kecil mereka yang sangat indah, Sarhan pun melihat mereka dan mengajak mereka bermain bersama Ahmad dan Sifa pun menyetujuinya, karna Ahamd akan pulang maka dari itu dia mengikuti keinginan sarhan


Mereka bermain kejar kejaran bersama anak anak dan Ahmad mendorong kursi roda Sarhan untuk mengejar mereka,mereka tertawa bahagia dan kembali seperti anak kecil terutama sarhan yang sangat menikmati momen itu


"Wah Mad ini sangat mengasikan"


"Ha iya sarhan, namun aku capek sekali rasanya"


"Iya aku kak, aku sudah tidak kuat untuk berlari"Sifa yang juga kecapean


"Hahaha ya baik lah, kita sudahi ya adek adek permainan nya, besok kita main lagi, karna kakak kita sudah pada kecapean"


"Iya kak,kakak Sarhan jangan lupa ya untuk terus bahagia, Ok"Ucap seorang anak kecil ke sarhan


Sarhan tersenyum dan senang sekali, karna anak anak di sana perhatian sekali padanya


"Iya, adek tenang saja, kakak akan selalu bahagia


Ahmad,Sifa dan Sharan pergi"Oiya Mad, hari ini aku akan mulai belajar membaca iqro, dan mempelajari tata cara untuk sholat"


"Ya bagus itu Han, memang sudah seharusnya sebagai seorang muslim untuk sholat dan membaca alqur'an, namun karna kamu belum mengenal huruf huruf nya maka dari itu kamu harus mulai dengan iqro,kamu semangat ya untuk terus belajar dan semoga kamu selalu dalam lindungan Allah,oiya Han sore ini aku akan pamit untuk pulang dan semoga kamu betah berada disini"


"Iya Mad, kamu tidak perlu khawatir tentang ku, dan terimakasih banyak ya mad telah membawa ku kesini, aku tidak akan mengecewakan mu"


"heheh, iya deh Han, nanti aku sering melihat mu di sini, untuk melihat perubahan mu"


"Iya Mad,dan jika nanti kamu akan ke sini melihat ku, kuharap kamu bisa membawa Rico bersama mu, karna aku ingin meminta maaf ke padanya"


"Hmmm, iya Han tentu saja aku pasti akan mengajak nya"


"Terimakasih Mad, suatu hari nanti aku pasti akan membalas ke baikan mu saudaraku"


"Iya, iya sudah ,sudah tidak perlu begitu Han, sudah kewajiban ku sebagai seorang hamba Han, dan ingat kamu harus benar benar belajar"


"Hehe, iya tentu saja Mad"


"Kakak tenang saja, kan Sifa juga ada disini"Sahut Sifa"


"Iya benar, namun kalian kan belum muhrim tetap harus jaga jarak"


"Iya kak iya, Sifa paham tentang itu, kakak tenang saja"


"Ya saya lega mendengar nya"


Sifa membawa sarhan utuk belajar bersama anak anak lainya dan Ahmad menemui pak kiyai


"Assalamualaikum kiyai"


"Maaf kiyai mengganggu waktu pak kiyai"


"Iya nak, tidak apa apa ayo masuk, ada apa?"


"Begini kiyai, saya ingin pamit pulang ke kota, karna saya masih harus berkuliah, dan sepertinya Sarhan menyukai tempat ini jadi saya rasa sudah waktunya saya pulang, dan saya akan sering berkunjung ke sini"


"Hmm baik lah nak, sering sering lah datang dan sempat kan sesekali untuk mengajar anak anak disini, karna kamu sudah cukup ilmu, jadi kamu harus membagikan nya agar ilmu mu bermanfaat"


"Baik, kiya terimakasih"


"Oiya nak, sebelum kamu pergi bapak ingin memberi tahu mu tentang sesuatu"


"Iya Kiyai, silahkan saya akan mendengarkan nya"


"Begini nak, tentang ayah mu,sebenar nya ayah mu memiliki saudara laki laki yang selalu ia lindungi ,sewaktu ayah mu dan bapak masih muda,ayah mu seorang yang sangat kejam dan banyak berbuat kejahatan, ayah mu yang seorang mafia yang sangat terkenal, namun entah dari mana ayah mu datang dia bertemu dengan bapak dalam ke adaan terluka parah, karna banyak orang yang mecari nya dia meminta bapak untuk tidak membawa nya kerumah sakit,bapak semampu bapak untuk mengobatinya, 1 bulan kemudian bapak mu pun pulih kembali, di sela sela itu bapak selalu memberikan nasihat Kepa nya sehingga dia menjadi seorang mualaf, nama ayah mu dulu di kenal dengan Jeson law, namun karna dia menjadi seorang mualaf dia panggil dengan nama Umar, lalu dia bertemu dengan ibu mu, kakek mu orang Turki jadi ibu mu berdarah Turki namun kakek mu mendirikan sebuah pesantren di disini, ayah mu sangat mencintai nya Ibu mu, ibu mu adalah anak semata wayang kakek mu mereka tinggal di salah satu pesantren di kota ini, ayah mu yang sangat mencintainya pun meninggalkan segala kekuasaan nya,ayah mu berubah seratus persen dari kehidupan nya yang lama,lalu dia membangun madrasah ini sebagi ucapan terimakasih nya, yang ia tinggalkan pada ku dan karna dia sangat di kenal dia pun menjadi seorang intel,namun ke kekuasaan yang ia tinggalkan malah di ambil ahli oleh adik nya,hingga suatu hari adik nya berurusan dengan hukum, dan ayah mu membela nya dan memanipulasi semuanya sehingga ayah mu lah yang bersalah dan menjadi tersangka, karena ke jadian itu ayah harus lari dari kampung halaman ini,namun karna kesalahan nya yang fatal dia pun terus di buru sehingga terjadi seperti yang kamu lihat"


Ahamd yang mendengarnya pun tidak dapat menahan tangis


"lalu kiyai, apakah kiyai mengenal saudaranya ayah aku sangat ingin menemui paman ku"


"Nak, aku tidak pernah melihat nya dan bapak juga tidak tau alamat nya, bapak hanya mengetahui namanya, nama paman mu itu Lucas law, namun setelah ke jadian ayah mu dua belas tahun yang lalu, bapak tidak pernah lagi mendengar namanya"


"Baik lah kiyai, terimakasih banyak telah menceritakan semua ini kepada ku,apakah boleh aku meminta alamat kakek ku pak kiyai"


"Iya tentu saja nak,Namun kakek mu sudah lama meninggal kan dunia ini Nak"


"Innalilahi, hmmm, setidak nya saya bisa mengunjungi makam nya kiyai"


Kiya pun menuliskan alamat pesantren tempat ibu nya di besarkan


"Sekali lagi, terimakasih banyak kiyai dan aku pamit untuk pulang"


"Iya nak, hati hati dijalan dan jangan lupakan kewajiban mu sebagai seorang hamba"


"Iya kiyai, saya akan selalu mengingat nya"


Ahmad pun pergi, sebelum pergi Ahmad pun berpamitan lagi kepada Sarhan, Sifa, dan anak anak


Ahmad pun menaiki taksi


Di sepanjang perjalanan Ahmad berpikir betapa beruntungnya dia masih memiliki seorang paman


"Ya sebaik nya aku pulang kerumah terlebih dahulu, nanti setelah habis kuliah baru aku ke pesantren" gumam Ahmad


3 jam berlalu, Ahmad pun sampai kerumah nya dan dia segar masuk,Ahmad pun langsung beres beres dan mandi,stelah berganti pakaian tiba tiba Ahmad melihat peci yang sering di kenakan oleh ayah nya, dan dia pun memakainya dia pun terlihat menjadi sangat tampan


dengan peci itu.


di teras rumah Ahmad menikmati sore itu sampai azan magrib tiba,Ahmad pun berjalan menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah,


Selesai sholat Ahmad pun menunggu waktu isya sambil mengaji, suara nya sangat merdu sekali dan bacaan nya sangat pas,seorang imam mendengarnya dan menghampirinya


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumusalam"


"Maaf nak, saya mengganggu"


"Tidak apa apa pak, silahkan"


Ahmad yang sopan kepa yang lebih tua


"Nak saya tidak pernah melihat mu sebelum nya, apakah kamu baru disini"


"Iya pak, saya baru di sini dan saya tinggal di gubuk di ujung jalan sana pak"


"Ohh, bagus kalau begitu,nak saya punya tawaran untuk mu, jika kamu bersedia saya akan sangat senang sekali"


"Silakan pak sebisa saya,saya kan memenuhinya"


"Hmmm,kamu sungguh anak yang sopan ,nak bagai mana kalu kamu mengajar ngaji di masjid ini untuk anak anak kecil, sehingga mereka semua bisa membaca Al'quran dan agar mereka tidak buta dengan agamanya, anggap saja ladang amal untuk mu bagaimana nak"


"Pak, sebenar nya saya belum pantas untuk itu pak, karna saya takut jika salah mengajarkan saya malah akan mendapatkan murka dan siksa dari Allah"


"Nak, aku telah mendengar kan mu mengaji dan semuanya itu pas sekali nak, dan bapak yakin kamu pasti bisa melakukan nya"


"Hmm, jika bapak masih bersih keras maka saya akan menerima nya"


"Haha, terimakasih banyak nak,dan besok saya akan memberitahukan kepada semua orang yang mempunyai anak, untuk menyuruh anak nya ke masjid ini untuk belajar mengaji dan jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa meminta ke pada ku nak"


"Terimakasih banyak pak, saya akan melakukan sebaik mungkin"


Selesai sholat isya, Ahmad dan pak imam pulang bersama, mereka bercerita banyak tentan apa saja yang di butuhkan Ahmad untuk mengajar besok dan apak imam memberikan uang untuk Ahamd membeli semua perlengkapan nya...