Sacred Love

Sacred Love
Bab 22



Lilia dan Rico pun kembali ke kamar rawat Rico, setelah berpamitan dengan ayah nya Rico, Lilia pun menuju kampus nya.


Sedangkan Rico yang bersama ayah nya, Rico mulai membicarakan ke inginannya


"Ayah, ada yang ingin aku bicarakan pada ayah"


"Iya nak, apa pun itu ayah akan mengabulkan nya"Tentu Rico adalah anak satu satunya yang ia miliki, dan apa pun kehendak Rico tak pernah di tolak oleh nya


"Ayah, aku ingin memeluk agama Islam"


"Apa!!!"


"Ya ayah, ini sudah menjadi ke putusan ku, dan Aku nyaman sekali rasanya, makin Aku belajar Aku makin merasa nyaman, maka dari itu aku harap ayah mengizinkan nya"


"Hahahaha,iya Anak ku, apa pun itu ayah mengizinkan nya"


Namun Ayah Rico menyimpan dendam, menurut pikirnya, Anak nya sudah terkena hasutan.


"Awas saja, siapa yang telah berani mempengaruhi anak ku, pasti akan ku habis dia"Ucap ayah Rico dalam hati"


"Terimakasih Ayah, Ayah memang Ayah terbaik"Rico yang langsung memeluk Ayah nya


"Hahaha, iya anak ku, dan yang terpenting sekarang adalah kesembuhan mu, dan fokus lah utuk itu"


"Iya ayah siap, Anak mu ini kan anak yang kuat, jadi Ayah tidak perlu khawatir dengan ku"


"Haha, baik lah anak ku,dan Aku ingin sekali melihat Teman mu yang telah mengajari mu tentang Islam itu"


"Iya ayah tenang saja, Ayah pasti akan segera bertemu"


"Baik lah anak ku"


"Kita lihat saja nanti, setelah Aku mengetahui kamu,aku pasti akan menghabisi mu,"Ucap ayah Rico dalam hati.


Sedangkan di kampus, Claudia dan teman temanya sedang menunggu Lilia, dan Mereka semua melihat Ahmad yang datang dengan motornya, mereka tentu saja langsung menyapa Ahmad.


Ahmad berjalan memasuki kampus.


"Assalamualaikum Ahmad"


"Waalaikumussalam"


Ahmad pun sekilas memandang memandang mereka Ahmad sangat senang sekali melihat mereka semua, yang sekarang sudah memakai baju tertutup, namun jilbab mereka belum menjulur hingga dada, dan baju mereka masih memperlihatkan lekuk tubuh mereka.


"Masya Allah, Kalian sangat cantik memakai baju seperti itu"


"Terimakasih Mad"Ucap mereka bersama


"Oiya Mad, kamu kemana sih sebenarnya, tiba tiba menghilang, apa terjadi sesuatu Mad"Claudiya yang penasaran dengan Ahamd


"eee, trus gimana?"


"Ya, Allahamdulillah madrasah nya masih tetap sama"


"hmm,syukur deh kalau begitu, boleh dong kapan kapan ajak kita"Ucap claudiya


"Iya boleh, namun kalian masih perlu memperbaiki lagi pakaian kalian"


Ahmad memberi arahan secara perlahan, agar mereka tidak tersinggung dengan ucapan nya


"Ya Mad, kan ini kami sudah memperbaiki nya"ucap Miranda


"Iya Mir, memang kalian sekarang sudah lebih baik dari sebelum nya, dan aku sangat senang melihat nya"ucap Ahmad dengan senyum di wajah nya,yang membuat Miranda, Lolita dan Arleta meleleh hanya Claudia saja yang dengan serius mendengarkan Ahmad


"Namun Mir, pakaian kalian masih memperlihatkan lekuk tubuh kalian, sehingga dapat membuat usaha kalian percuma, ya memang tidak mudah namun aku senang sekali karena kalian secara perlahan lahan sudah mulai berubah"Ucap Ahmad dengan lembutnya


Saat mereka sedang mengobrol salah satu mahasiswa tidak sengaja menyenggol Claudiya sehingga Claudia terdorong ke Ahmad


Ahmad pun memegang Claudia.


"Astagfirullah"Ahmad langsung melepaskan Claudia


"Maaf claudiya"


Claudia pun tersipu malu karena itu, dan berbalik ke arah mahasiswa yang menyenggol nya.


Claudia pun langsung marah"Hey brengsek, kalau jalan pakek mata dong!"


"Maaf Claudia, maaf, Aku tidak sengaja"ucap mahasiswa itu


"Dasar pergi sana, sebelum aku memukul mu"


Mendengar itu mahasiswa itu pun lari, takut kepada Claudia


Dan Ahmad yang melihat itu langsung bicara pada claudiya


"Hmmm, ternyata kamu masih suka marah marah"


"Ya kan, dia yang salah Mad"


"Iya, tapi kan bisa di bicarakan baik baik"


"iya deh mad iya, Aku akan belajar lebih sabar lagi"


Mereka bertiga yang melihat itu pun langsung tertawa yang melihat tingkah Claudiya yang hanya bersikap lembut ke pada Ahmad


Lilia pun datang, mereka langsung menyambut Lilia,dan Ahmad senang sekali melihat mereka berlima yang sudah memakai baju tertutup dan hijab walau masih tahap belajar.