
Ahmad yang pun pergi ke kelas meniggalkan mereka,dan tak lama mereka semua pun masuk ke kelas,
semua orang yang ada di kela, mereka pun kaget melihat penampilan mereka berlima.
"ya ampun, kalian berlima seperti bidadari saja"Ucap seorang mahasiswa
"Iya benar tu, mereka sangat cantik sekali, Aku semakin jatuh cinta kepada Mir"Ucap seorang fans Miranda, seorang kutu buku yang memakai kaca mata
"Iiiihhhh, apa sih kamu"Ucap Miranda yang mendengar itu
Dan semua orang tertawa karenanya apa lagi Claudiya
"hahaha, Mir, pangeran mu tu Mir, ya kan Arleta"
"hahaha,Iya benar sekali Claudia dia, kira kira mereka akan jadi pasangan seperti apa ya"
"Aaaagggghhhh…Apa apaan sih kalian berdua, Kalian berdua saja kali, gue mah ogahh, iiiiiihhhh"
Mereka berempat pun tertawa menggoda Miranda
Lilia pun melihat Ahmad dan langsung saja lilia menghampiri nya
"Hey Mad, aku senang sekali melihat mu"
"Iya Lilia, aku juga senang sekali melihat kalian berlima"
Sedangkan mereka berempat masih saja tertawa menggoda satu sama sama lain,
"Oiya Mad,tu Rico ingin bertemu dengan mu"
"Hem, hem, hem…Rico apa apa Lilia yang sebenar nya ingin bertemu"Sahut Miranda dari tempat duduk nya, yang membuat Lilia tersipu malu
"Alah Mir, kamu juga kan"
"Hahahaha, Lilia"Miranda samil mengedipkan mata nya
"Iya Lilia, nanti sepulang dari kampus aku akan menjenguk nya ke rumah sakit"
"hehe, baik lah Mad, hmm, bagaimana kalau kita bareng aja"
"Hem, Hem, Hem…Trik ini pasti ni"Sahut Miranda lagi yang membuat claudiya,Lolita dan Arleta tertawa
"hahaha, Mir, Mir ada ada saja memang"Ucap Claudiya
"Iya ni, Miranda ganggu aja, ya kan Lolita,biarkan saja Lilia dengan usahanya"Ucap Arleta
"Suuutttttt, diam ah kalian, oiya mad bagaimana?"
"Hmm, maaf Lilia aku tidak bisa"
"yaaaa…iya deh Mad, namun kenapa?"
"karna nanti, pulang dari kuliah aku harus ke Tokoh dulu, untuk membeli beberapa perlengkapan untuk mengajar ngaji, di masjid dekat rumah ku"
"Yang benar Mad, Kebetulan sekali, aku juga berniat ingin belajar mengaji dengan mu"
"suuuttttt, Claudia seperti nya Lilia"Belum sempat Miranda ke ujung pembicaraan nya
"Hmmm, sudah Mir, sudah biarkan saja"Ucap Claudia samil mengenakan headset nya lalu berbaring di meja nya
"Hmmm, kamu tu selalu saja begitu claudiya"
Sedang kan Lolita dan Arleta yang mendengar percakapan Ahmad dan Lilia, mereka
"Ohhh, ternyata Ahmad akan mengajar ngaji,Hmmm, baik lah nanti aku kan langsung saja kesana untuk belajar"Ucap Lolita dalam hatinya
"Hmm, sepertinya ini kesempatan untuk ku belajar dengan Ahmad, baik lah nanti aku akan langsung saja kesana untuk belajar, lihat saja kalau dia tidak ingin mengajariku, akan ku pukul dia hehe"Arleta yang bergumam dalam hati nya
"Yaaa…Mad, padahal aku ingin sekali belajar dengan mu, bukan kah ilmu itu untuk di bagi bagi Mad, agar bermanfaat"Ucap Lilia Kepa Ahmad
Ahmad yang mendengar itu pun berpikir,
"Hmmm, baik lah Lilia, nanti akan saya bicarakan ke pada imam yang ada di sana, dan meminta solusi panda nya, mungkin dia juga bisa mencarikan guru ngaji yang perempuan untuk mengajarkan mu"
"Hehehe, iya deh Mad, terimakasih ya Mad"
"Oiya Lilia, bagaimana ke adaan Rico"
"Allahamdulillah, sudah sangat membaik Mad, hanya saja sekarang dia sendang dalam pengobatan dan terapi"
"Ya, bagus lah kalau begitu, Allahamdulillah"
Lilia pun kembali ketempat duduk nya dan ternyata Lilia juga merencanakan hal yang sama seperti Arleta dan Lolita
"Lihat saja nanti malam, aku akan langsung saja datang"Ucap Lilia dalam hati nya,
Hanya Miranda dan Claudia saja yang tidak memiliki rencana
Dosen mereka pun masuk, lalu Dosen itu sangat kaget melihat penampilan mereka berlima,terutama claudiya
Dosen pun memanggil manggil Claudiya, namun Claudiya yang memakai headset tidak mendengar nya
"Hey…claudiya"Panggil Miranda sambil menarik headset Claudia dari henpond nya
Dan tentu saja henpond nya masih berbunyi, ternya claudiya sedang mendengarkan sholawat, yang membuat Ahmad tersenyum melihat nya, Claudiya cepat cepat mematikan itu,
"Apa lagi sih Mir, kamu tu ya ganggu aja!"
"hehe, tenang claudiya, tenang, jangan marah marah dong, kamu mau lihat aku menangis, iya mau"Miranda yang selalu saja ada ada saja
"Hmmm, kamu tu ya Mir, ada apa Miranda"
"Enggak, kamu tu di panggil, panggil sama Dosen, tu..."
Dosen yang melihat mereka berdua pun hanya bisa menggeleng gelengkan kepala nya,
"Claudiya, Claudiya, masih saja suka marah marah,namun bapak senang sekali melihat kalian sekarang, pertahan kan, Ok" Ucap Dosen tersebut