
"Apa kau berani mencium ku di depan kedua orang tuamu?" tantang Gala membuat Talita membelakakan matanya
"Apa kau akan memilih aku sebagai tunangan mu jika aku berani melakukannya?" jawab Talita balik bertanya
"Tentu saja, aku ingin tahu apa kau benar-benar serius dengan ucapan mu atau kau hanya ingin membohongi aku di hari ulang tahunku ini," jawab Gala kemudian mengakhiri dansanya
Talita masih terdiam dan menatap ke sekelilingnya. Melihat keraguan dalam diri Talita membuat Gala yakin jika wanita itu hanya mengelabuinya saja. Iapun membalikkan badannya dan berjalan meninggalkannya.
Namun siapa sangka Talita langsung menyusulnya dan mencium bibirnya. Melihat keberanian Talita membuat Gala memperdalam ciumannya membuat semua orang tak percaya melihat keduanya yang tampak menikmati ciumannya.
Aditama dan Istrinya tak percaya apa yang dilakukan oleh putri sulungnya, begitupun dengan Rosa yang shock saat melihat kakaknya mencium kekasihnya.
"Kakak!!"
Ia berjalan tertatih menghampiri keduanya yang masih saling pandang.
"Apa kalian sedang menguji kesabaran ku?" tanya Rosa dengan wajah gusar
Keduanya langsung menoleh kearah Rosa.
"Tentu saja tidak, aku hanya ingin memastikan apa benar dia begitu mencintai mu atau ada wanita lain di hatinya?" jawab Talita membuat Gala tersenyum mendengarnya
"Sayang, apa kau mencintai wanita lain selain diriku?" tanya Rosa berkaca-kaca
"Entahlah, sepertinya kita harus menunda pertunangan kita,"
"Kenapa?, apa karena kau menyukai kak Talita?" tanya Rosa begitu sedih mendengar ucapan Gala
"Menikah adalah sesuatu yang sakral dan aku tidak mau melakukan kesalahan saat memilih calon pendamping hidupku. Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti kedua orang tuaku," jawab Gala
"Baiklah kalau itu keputusan mu, aku harap kau benar-benar memikirkan lagi siapa wanita yang pantas menjadi pendamping hidup kamu," jawab Rosa berusaha menjadi bijak
"Ok sayang, thanks atas pengertiannya," jawab Gala
Dalam perjalanan pulang Rosa tak henti-hentinya menangis dan menyalahkan Talita yang membuat Gala menunda acara pertunangan mereka.
Melihat kedua putrinya berseteru membuat Aditama menasihati mereka.
"Aku tidak mau kedua putri ayah bertengkar hanya karena seorang pria. Talita... Sebagai putri sulungku kau harusnya lebih dewasa dalam menghadapi masalah ini. Kau tahu bukan jika Rosa adalah kekasih Gala jadi tidak sepantasnya kau berbuat seperti itu kepada pacar adikmu sendiri. Selama ini aku selalu kagum denganmu karena kelembutan dan kebaikan hatimu, aku tidak menyangka jika kau akan berbuat seperti ini terhadap adikmu," tukas Aditama
"Benar yang dikatakan ayahmu nak, aku harap kali ini kau harus meminta maaf pada adikmu atas apa yang kau lakukan hari ini," imbuh Ibu Talita
"Tidak ada api tanpa ada asap Ibu, aku tidak akan mencium Gala jika ia tidak memprovokasi ku, lagipula kalian lihat sendiri kan bukannya menolak ia malah menikmatinya. Justru dengan kejadian ini harusnya Rosa introspeksi diri mungkin saja Gala memang tidak tulus mencintainya. Mana mungkin orang yang menjaga hatinya hanya untukmu berani mencium calon kakak iparnya di depan umum, sebelum semuanya terlambat sebaiknya kau juga harus mempertimbangkan keputusan mu untuk menikah dengan Gala. Kau ini gadis yang cantik dan periang tidak sulit bagimu untuk mendapatkan pria yang lebih baik dari Gala bukan?" jawab Talita
"Sepertinya yang dikatakan Talita ada benarnya juga, aku juga sering mendengar kalau Gala itu seorang pria brengsek yang suka gonta-ganti pacar, jadi sebaiknya kau pikirkan lagi untuk bertunangan dengannya," imbuh Ibu Talita
Rosa tampak kesal saat ibunya lebih membela Talita daripada dirinya.
Setibanya di rumah, gadis itu langsung masuk dan mengurung diri di kamarnya.
"Gala meskipun aku tahu dia adalah pria brengsek tapi aku mendekatinya bukan karena aku mencintainya. Dia adalah putra tungga Rasyid Gibran pemilik RG Retail, tentu saja aku memilih menjadi pacarnya karena tahu dia akan menjadi pewaris Perusahaan Retail terbesar di Indonesia. Gala meskipun aku tidak menyukaimu tapi aku tak rela jika kau menyukai kakak ku. Kali ini entah kenapa aku sangat ingin mendapatkan hatimu, dan aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan dia kembali, jika aku tidak bisa mendapatkannya maka kak Talita juga tidak," ucap Rosa
Pagi harinya saat Rosa ke kampus ia langsung menghampiri Rehan.
"Pagi kak Rehan?"
"Kaka lagi melukis apa?" tanya Rosa
"Pemandangan," jawab Rehan
Rosa melihat gambar seorang wanita dalam lukisan Rehan, karena penasaran Rosa pun menanyakan siapa wanita itu.
"Pasti wanita itu sangat spesial bagi kakak, makanya ia selalu ada dalam setiap lukisan kakak,"
"Oh tidak juga, hanya saja entah Kenapa ia selalu ada di dekatku saat aku sedang melukis," jawab Rehan
"Kalau boleh tahu siapa namanya?" tanya Rosa
"Aku tidak tahu," jawab Rehan membuat Rosa tercengang Mendengarnya
"Wah ... bagaimana mungkin kakak bisa melukis wanita sedetail ini padahal Kaka tidak mengenalnya, pasti wanita itu begitu sepesial buat kakak ya?"
"Hmm, tidak juga...hanya saja aku suka melihat pembawaannya yang tenang dan calm," jawab Rehan
"Kalau tidak keberatan boleh kakak tunjukkan padaku siapa wanita itu. Siapa tahu jika aku mengenalnya, maka aku akan memperkenalkan kalian agar hubungan kalian bisa lebih dekat," ujar Rosa
"Biasanya kalau jam segini dia duduk di taman sambil membaca buku," Rehan melihat kearah taman mencoba mencari keberadaan wanita yang selalu ia lukis dalam lukisannya.
"Itu dia!" serunya saat melihat Talita membereskan buku-buku bacaannya
Talita?, jadi wanita yang di sukai kak Rehan juga Talita?
Rosa begitu terkejut saat tahu wanita yang selalu muncul dalam imajinasi Rehan adalah kakaknya.
Kenapa harus dia, kenapa pria yang ku suka justru mengaguminya??
Ia semakin terperanjat saat melihat Gala tiba-tiba muncul dan menarik Talita kedalam pelukannya.
Rosa tampak mengepalkan tangannya melihat kedekatan keduanya.
Ia kemudian menatap Rehan dan duduk di sampingnya.
"Apa kau menyukai kakak ku?" tanyanya membuat Rehan kaget mendengarnya
"Ah itu... sebenarnya wanita yang ku sukai itu...." Rehan terlihat begitu gugup saat Rosa menatapnya begitu intens
Ia tak mengira jika akan beradu pandang dengan seorang wanita yang di sukainya selama ini. Tentu saja berada di dekat Rosa membuat jantungnya berdegup kencang, rasanya ia ingin meluruskan kesalahpahaman Rosa yang mengira jika ia menyukai Talita padahal sebenarnya yang wanita yang ia cintai sejak lama adalah gadis manis yang ada di depannya Rosa Almaira Zahra.
Namun saat ia hendak menyampaikan perasaannya Rosa lebih dulu memotong ucapannya, "Aku tahu kau menyukainya tapi kau tak berani mengatakannya karena mengira jika Kak Talita menyukai pria itu bukan?" tanya Rosa
"Pria itu adalah Gala calon tunangan aku yang direbut oleh kak Talita. Kalau kakak menganggap aku sebagai temanmu aku harap kau mau membantuku untuk mendapatkan kembali calon tunangan ku yang sudah direbut kak Talita. Selain kakak bisa membantuku kaka juga akan mendapatkan hati wanita yang kau cintai, jadi balance kan?"
"Tapi ...."
"Hanya kakak yang bisa membantuku saat ini, aku mohon dekati Talita dan dapatkan hatinya dengan begitu Gala pasti akan kembali padaku," imbuh Rosa
Melihat kesedihan di wajah wanita yang dicintainya membuat Rehan mengiyakan permintaan Rosa.