Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 58. Bonchap



"Aku mencintaimu Rehan," ucap Medina setelah mewawancarai pria itu


Rehan tampak tercengang mendengar pengakuan mantan kekasihnya itu.


"Aku sudah menikah Din," jawab Pria itu kemudian menyisihkan lengan wanita itu


"Aku tak peduli, aku sudah mencari mu lama, dan aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, jadikan aku yang kedua. Bukankah kau dan Rosa juga begitu dulu?"


Rehan benar-benar tak menduga jika Medina mengetahui semua tentang dirinya.


"Darimana kau tahu?"


"Selama ini aku selalu mencari tahu tentang dirimu. Kau pikir pekerjaan Rosa itu murni karena ia melamar di sana??. Tidak Rehan semuanya sudah aku setting sedemikian rupa agar aku bisa kembali lagi bersama mu," jawab Medina


"What's??"


"Bagaimana, aku tahu kau adalah tipe pria yang tidak bisa hidup susah. Aku bisa membuatmu hidup bahagia jika kau mau meninggalkan Rosa dan kita mulai semuanya dari nol lagi,"


"Kau benar-benar Gila Din," ucap Rehan tak percaya


Pria itu awalnya tak menanggapi serius ucapan Medina. Baginya wanita itu berusaha untuk mengetes nya.


Namun ia baru menyadari keseriusan wanita itu saat ia diam-diam mengambil gambar dirinya saat bersama dengan Talita dan mengirimkannya kepada Rosa.


Ia kemudian mencari cara untuk berpisah dengan Rosa, tanpa istrinya curiga jika ia menyukai wanita lain.


Ia kemudian meminjam mobil Medina dan berusaha menabrak istrinya saat wanita itu hendak melabraknya setelah mendapatkan fotonya bersamaan Talita.


*Flashback selesai


Pagi itu Talita terlihat begitu cantik memakai gaun pengantin berwarna putih, begitupun dengan Gala yang terlihat begitu tampan dengan setelan jas berwarna hitam yang membuatnya terlihat menawan.


Acara pernikahan keduanya berjalan lancar. Rosa bahkan hadir untuk memberikan selamat kepada kakak angkatnya tersebut.


Dari sekian banyak tamu yang datang tak seorangpun yang membuat Talita merasa bahagia.


Wanita itu terlihat murung karena sang ayah tak pulang untuk menghadiri pernikahannya.


"Padahal aku sudah mengundangnya, tapi kenapa ayah tak datang juga, apa dia sangat membenciku?" ucap Talita menangis tersedu-sedu


Gala berusaha menghibur istrinya dan menguatkannya.


"Aku yakin dia pasti datang, sabar saja mungkin dia dalam perjalanan kemari," jawab Gala berusaha menenangkannya


"Tapi acaranya sudah selesai, bagaimana bisa ia melewatkan acara sakral putrinya,"


Talita menggelengkan kepalanya.


Tak mau melihat istrinya merajuk di hari bahagianya, Gala kemudian menggendong wanita itu dan membawanya masuk ke kamar pengantinnya.


"Daripada sedih mikirin ayah kamu mending kita senang-senang," goda Gala


Namun Talita langsung turun dari gendongan suaminya itu, " sekarang belum saatnya, kau bisa kan menunggu sebentar lagi?" ucap Talita sedih


"Tenang saja, demi kamu apapun akan aku lakukan, jangankan menunggu sehari, dua hari, seminggu, sebulan, bahkan bertahun-tahun aku rela," jawab Gala kemudian mengecup kening wanita itu


Saat Gala keluar dari kamarnya tak lama Talita mendengar suara pintu kamarnya kembali diketuk oleh seseorang.


"Masuk aja gak di kunci!" seru gadis itu


Namun suara ketukan itu semakin kencang membuat Talita terpaksa turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya.


"Kenapa sih manja banget!"


Gadis itu seketika terkesiap saat melihat Aditama berdiri didepannya


"Ayah??" ia langsung memeluk erat pria itu


"Maafkan ayah nak, yang baru bisa menemui mu," ujar Adi


"Tidak apa-apa ayah, aku tahu kau pasti sibuk," jawab Talita


Mereka kemudian mengobrol di ruang tamu ditemani oleh Gala.


Pria itu dengan setia mendengarkan ayah dan anak itu saling berbincang melepas rindu meskipun harus menahan kantuknya.


"Sayang ayo pindah!" ujar Talita membuat Gala terbangun


"Ayah kamu kemana?" tanya Gala


"Udah pulang,"


"Yes, berarti kita bisa dong?" ujar pria itu mengerlingkan matanya


Talita langsung mengangguk malu menjawab ucapan suaminya.


Dengan penuh semangat Gala langsung menggendongnya dan membawa wanita itu masuk ke kamar pengantinnya.