
"Maaf menganggu Pak, ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap sekretaris Gala menghampirinya
"Siapa,"
"Dia tak mau menyebutkan namanya, hanya saja dia bilang sudah membuat janji dengan anda untuk bertemu hari ini," jawabnya
"Ok, aku akan segera kesana," jawab Gala
Pria itu kemudian bergegas pergi menemui tamunya.
Gala begitu terkejut saat melihat siapa orang yang ingin bertemu dengannya.
"Lama tak bertemu, apa kabar mu putraku?" sapa seorang pria paruh baya
"Aku baik-baik saja ayah, bagaimana dengan kabarmu?" jawab Gala
"Tentu saja tidak begitu baik, kau tahu kan jika dokter sudah memvonis usiaku tidak lama lagi. Untuk itulah aku datang kemari untuk menagih janjimu," jawab pria itu
"Tapi ayah...." Gala terlihat begitu panik saat ayahnya mulai mengungkit tentang janji mereka.
"Kamu tidak mau kan melihat ayah mati sebelum melihat mu menikah. Bukankah dua tahun sudah cukup lama untuk menunggu kedatangan wanita itu. Sepertinya kau gagal membawa ia kembali, kalau begitu bersiaplah untuk menikahi wanita pilihan ayah. Waktuku tidak banyak lagi Ga, aku harap kau mengerti keadaan ayah," pria itu beranjak dari duduknya dan menepuk bahu Putranya.
Gala tak bisa berkelit lagi saat bertatapan dengannya. Ia sadar jika selama ini ayahnya sudah berusaha memahaminya dengan memberikan ia waktu untuknya membawa Talita kembali. Namun sayangnya takdir tak berpihak padanya.
Melihat Gala yang terlihat begitu sedih membuat Pria itu membisikkan sesuatu padanya.
"Aku tidak mau memaksakan kehendak kepadamu, jika kau ingin meyakinkan wanita itu untuk terakhir kalinya silakan,"
Gala segera mengambil ponselnya dan menghubungi Talita. Namun berkali-kali ia mencoba menghubunginya, untuk memberitahukan tentang masalahnya kepada wanita itu. Namun Talita selalu merejectnya karena ia sedang melakukan meeting untuk membalaskan dendamnya kepada Ivana dan Rehan.
"Ayo angkat Talita!" seru Gala begitu putus asa
Pria itu segera meninggalkan Gala saat melihat putranya terlihat begitu putus asa.
"Aarrgghhh!!" seru Gala memukulkan lengannya ke dinding tembok.
*Flashback off
*Ballroom Hotel Grand Olympus
Alvin terlihat menggandeng lengan Talita memasuki area pelaminan.
Pria itu terus mengedarkan pandangannya mencari kedua mempelai yang tak ada di atas pelaminannya.
"Kemana dia??"
Tiba-tiba ponsel Talita berdering membuat wanita itu kemudian meninggalkan Alvin sebentar untuk menerima telpon.
"Hai Bro, kemana aja sih kok pelaminannya dibiarkan sepi?" tanya Alvin saat bertemu dengan Gala
"Oh itu, karena ada trouble sedikit tadi," jawab Gala
"Emang ada masalah apa. Apa cinta kalian belum di setujui?"
"Bukan itu...." Gala menghentikan ucapannya saat melihat sosok Talita ada di tempat itu.
Talita???
Alvin segera melambaikan tangannya saat melihat Talita kebingungan mencarinya. Karena Talita tak kunjung menemukannya membuat pria itu kemudian menghampirinya.
Alvin segera mengajak Talita untuk menemui mempelai pengantin untuk mengucapkan selamat.
"Gala??"
Talita begitu terkejut saat melihat mempelai pria. Wanita itu tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat melihat Gala yang menjadi mempelai prianya.
"Selamat atas pernikahannya," ucap Talita datar
"Thanks," jawab Gala dingin
"Kenalin Ga, dia Talita pasien gue yang suka aku ceritain sama lo," ujar Alvin
"Talita," wanita itu langsung menjabat tangan Gala
Tidak lama seorang wanita cantik memakai gaun pengantin putih menghampiri mereka.
"Aku cari-cari ternyata kamu di sini," ucap wanita itu kemudian menggandeng lengan Gala.
"Sorry sayang, aku gak kemana-mana kok, cuma nemuin sahabat gue Alvin," jawab Gala
Alvin segera menarik Gala dan membisikkan sesuatu padanya, "Apa dia gadis itu?" tanya Alvin
Gala hanya menggelengkan kepalanya,
"Jika dia bukan wanita itu lalu dimana wanita itu?" tanya Alvin lagu
Gala hanya mengangkat bahunya kemudian meninggalkan Alvin dan menghampiri calon istrinya.
"Al...." Gala menghentikan ucapannya saat Talita lebih dulu menghampiri Alvin
"Maaf Dok, sepertinya saya tidak bisa lama-lama di sini karena ada urusan lain," ucap Talita berpamitan
"Ok, kalau begitu biar aku mengantarmu," jawab Alvin
"Gak usah Dok, lagipula sopirku sudah menunggu ku di depan," jawab Talita
"Ya sudah kalau begitu, thanks ya sudah menemani aku hari ini,"
"Iya dok sama-sama," jawab Talita kemudian bergegas pergi
Wanita itu berjalan jauh meninggalkan hotel, untuk meluapkan kesedihannya.
Sejenak Talita menghentikan langkahnya dan memukul-mukul dadanya untuk menghilangkan rasa sesak yang mulai menderanya.
"Hik, hik, hik," Gadis itu tak mampu lagi membendung air matanya yang seketika tumpah membasahi wajahnya.
Saat ia hendak mengambil tisu dari tasnya tiba-tiba seseorang memberikan tisu untuknya.
"Terimakasih," ucap Talita
Orang itu bahkan mengulurkan tangannya saat Talita berusaha bangun dari duduknya.
Ia mendongakkan wajahnya saat hendak menerima uluran tangan darinya.
"Gala," seketika ia terkesiap saat melihat pria itu berdiri di hadapannya.
Ia tak mampu lagi menyembunyikan rasa sedihnya di hadapan pria itu.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Talita segera bangun
"Karena aku ingin tahu bagaimana perasaan wanita yang ku cintai saat melihat ku menikahi wanita lain," jawab Gala sontak membuat Talita langsung mendengus kesal
"Sekarang kau sudah lihat semuanya kan, jadi silakan pergi tinggalkan aku. lagipula kasian istrimu pasti kebingungan mencari mu," jawab Talita ketus
"Aku tidak mau pergi sampai aku bisa memastikan kau baik-baik saja tanpaku," jawab Gala
"Tentu saja aku akan baik-baik saja tanpamu, bukankah selama ini aku juga sudah terbiasa hidup tanpamu," jawab Talita
"Kau bohong, kalau kau baik-baik saja, kenapa pergi setelah mengetahui bahwa aku yang menjadi mempelai pengantinnya, kenapa juga kau tidak kembali ke kantor mu malah menangis seorang diri di sini, apa kau yakin baik-baik saja?" tanya Gala
"Cukup Gala, hanya aku yang tahu bagaimana perasaan ku, jadi please jangan ikut campur urusan ku," jawab Talita
"Tentu saja aku harus ikut campur karena aku tidak bisa melihat wanita yang ku cintai menderita. Aku memang bukan dirimu yang bisa baik-baik saja meskipun tanpa diriku, aku bukan kamu yang cuek saat melihat ku meskipun aku tahu kau masih menyukaimu. Selama itu membuat mu bahagia aku tidak peduli, meskipun hati hancur karena penantian ku sia-sia selama dua tahun ini, tapi setidaknya aku bahagia kalau melihat mu bahagia. Jadi usaplah air matamu agar aku bisa tenang melepas mu," jawab Gala membuat Talita seketika kembali terisak
Gala segera memeluk erat wanita itu saat melihatnya menangis tersedu-sedu.
"Kalau kau seperti ini, bagaimana aku bisa hidup bahagia," ucap Gala mengusap lembut rambutnya
"Kenapa kau selalu membuatku bimbang Gala, sekarang tidak ada kesempatan lagi untuk kita, jadi please jangan buat aku tidak bisa move on dari kamu," ucap Talita melepaskan pelukannya
"Kalau begitu jangan pernah move on dariku dan tetaplah bersamaku," jawab Gala kemudian mengecup bibir wanita itu.