
#Rumah sakit Harapan Kasih
"Talita... Talita!!" terdengar suara seseorang dokter berusaha memanggilnya.
Namun wanita itu kembali memejamkan matanya saat merasakan semuanya tiba-tiba kembali gelap.
Talita sempat sadar dan tidak lama ia kembali kritis membuat para dokter langsung berusaha memacu denyut jantungnya yang sempat berhenti.
"Detak jantungnya sudah kembali!" seru salah seorang dokter
Dua orang dokter terlihat kembali memacu jantung Talita dengan memasang Defibrillator diatas perut Talita.
Mereka sengaja memberikan kejutan listrik ke jantung, untuk mengatasi irama jantung abnormal yang berpotensi fatal (aritmia) sehingga nyawa Talita bisa kembali diselamatkan.
Dokter melepas Defibrillator setelah memastikan denyut jantung Talita kembali normal.
"Syukurlah, kondisinya membaik sekarang," ucapnya lega
Ia kemudian menganti infus yang sudah habis dan meninggalkan Talita di ruangannya seorang diri.
"Kasian sekali dia, selalu sendirian di sini tanpa seorangpun yang menemaninya. Padahal yang aku dengar dia seorang CEO Perusahaan Ternama," ucap Dokter Alvin
"Benar dok, kadang aku juga kasian melihatnya. Mungkin itu juga yang membuatnya tak kunjung siuman. Ia tak memiliki semangat hidup karena tak ada yang mengharapkan kesembuhannya," jawab seorang perawat
"Hmm, kalau begitu biar aku yang akan menjaganya mulai sekarang," ucap sang dokter kemudian mengusap wajah Talita
"Apa dokter jatuh cinta padanya?" tanya perawat itu
"Entahlah, bagiku ia seperti seorang putri tidur yang sedang menanti sang pangeran datang untuk menyelamatkannya," jawab Alvin
Lelaki itu kemudian meninggalkan bangsal perawatan Talita setelah memastikan kondisinya membaik.
Ia terkejut saat melihat seorang pria menunggunya di ruang kerjanya.
"Pantas saja kau tidak pernah mengangkat telpon ku, ternyata jadi dokter itu sangat sibuk ya," ucap seorang pemuda langsung memukulnya
"Ya begitulah, aku harus bekerja keras karena aku tidak punya perusahaan besar yang bisa aku jaminkan untuk hari tuaku," jawab Alvin
"Kalau boleh tahu tumben lo datang ke sini, apa lo gak sibuk?" tanya Alvin
"Aku bosan,"
Seketika Alvin terkekeh mendengar jawaban sahabatnya.
"Aku tidak percaya jika seorang Gala akan bosan dengan pekerjaannya sebagai seorang CEO GR Retail. Bagaimana kalau aku menggantikan dirimu menjadi CEO GR Retail?" ujar Alvin
"Tentu saja, datanglah ke Hotel Empire malam ini, aku mau kau menggantikan aku menghadiri pertemuan dengan Aditama Group," jawab Gala
"Kenapa kau tak mau datang ke sana?" tanya Alvin
"Aku tidak mau mengingat masa lalu yang kelam," jawab Gala
"Kau pasti tak mau bertemu dengan wanita itu bukan?" tanya Alvin
"Benar, jadi bagaimana apa kau setuju?" tanya Gala
"Tentu saja, apapun akan ku lakukan demi dirimu," jawab Alvin
"Dih alay!" seru Gala
Seorang perawat tiba-tiba datang menemui Alvin dengan wajah gusar.
"Pasien di paviliun Mawar kembali kritis dok?" ucap sang perawat
"Ok, siapkan peralatan ku, aku akan segera kesana," jawab Alvin segera memakai jasnya
"Sorry bro, aku harus mengecek pasien ku dulu," ucap Alvin
"Kalau gitu gue juga pamit, aku harus menemui klien," jawab Gala segera bergegas meninggalkan ruangan itu bersama Alvin
Alvin segera masuk ke bangsal perawatan Talita untuk mengecek kembali kondisinya.
"Dia baik-baik saja, tekanan darahnya juga normal," tutur Alvi
"Tapi tadi dia sempat bangun sejenak dan setelah itu detak jantungnya tidak stabil," terang sang perawat
"Mungkin dia mengalami mimpi buruk," ucap Alvin
Lelaki itu kemudian mengusap lembut wajah Talita sebelum meninggalkannya.
Ia begitu terkejut saat melihat Gala berdiri di depan pintu.
"Aku kira lo sudah pergi, ternyata masih di sini," ucap Alvin menepuk pundaknya
"Ternyata jadi dokter itu begitu sibuk, kamu harus selalu siap saat pasien membutuhkan mu, kau tak bisa menolak karena itu adalah tanggung jawab mu," jawab Gala
"Tentu saja, kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?"
"Entahlah tiba-tiba saja kakiku menggiring ku ke sini, dan kata-kata itu seketika keluar dari mulutku," jawab Gala mengangkat bahunya
Talita tiba-tiba menggerakkan tangannya saat mendengar suara Gala seolah merespon kedatangan kekasihnya.
Sang perawat kembali menghampiri Alvin saat mengetahui Talita membuka matanya.
"Dokter pasiennya sadar," ucapnya membuat Alvin terkejut
"Benarkah, apa denyut jantungnya normal atau tak stabil,"
"Wah benar-benar ajaib, biasanya jika ia sadar maka kondisinya langsung memburuk,"
"Mungkin ia terpesona mendengar suara ku, kau tahu kan semua wanita langsung klepek-klepek saat melihat ku," sahut Gala
"Benar juga, tapi bukankah dia tak mengenal mu?" jawab Alvin
"Bisa saja, mungkin saja dia mencintai ku dalam diam," jawab Gala terkekeh
"Bisa aja lo, kalau gitu aku masuk dulu. Btw Apa kau mau melihat gadis itu?"
"Ah tidak perlu, sampaikan saja salam aku untuknya, semoga ia cepat sembuh," ujar Gala kemudian meninggalkan ruangan itu.
Sementara itu Alvin segera menghampiri Talita.
"Selamat siang Talita, apa kau bisa mendengar ku?" sapa Alvin
Talita langsung merespon dan mengangguk pelan.
"Perkenalkan aku Alvin dokter yang merawat mu dengan penuh cinta selama ini,"
"Baiklah, mari kita cek dulu untuk memastikan apakah semua panca indera mu berfungsi dengan baik," ucap Alvin Kemudian memeriksa wanita itu secara menyeluruh.
"Coba buka mulutnya!" seru Alvin membuat Talita langsung mengikutinya
"Sekarang keluarkan suaramu," imbuh pria itu
Talita mencoba mengeluarkan suaranya, tapi beberapa kali ia mencobanya namun suaranya tak kunjung keluar membuat gadis itu sedih.
"Tidak apa-apa, jangan terlalu dipaksakan. Lagipula kamu sudah lama koma jadi semua otot-otot kamu perlu beradaptasi lagi agar bisa kembali seperti sedia kala," tutur Alvin pemuda itu kemudian membantu Talita duduk dan mengajarinya untuk menggerakkan kakinya.
Setelah sedikit lemas ia mengajaknya untuk belajar berjalan.
Talita terlihat begitu kaku saat hendak melangkahkan kakinya seperti seorang bayi yang belajar berjalan.
Ia begitu senang saat berhasil melangkahkan kakinya meskipun belum seimbang hingga akhirnya terjatuh.
Beruntung Alvin yang sigap langsung menangkapnya saat ia terjatuh.
*Grep!!
"Are you ok?" tanya Alvin membuat netra Talita seketika membelalak
Are you Ok??
Kata-kata itu seketika terngiang-ngiang di benaknya membuat atensinya terganggu.
"Talita, Are you Ok!" seru Alvin saat melihat Talita yang seketika terdiam.
Pemuda itu menggerakkan telapak tangannya do depan wajah Talita untuk mendapatkan perhatiannya.
Gala???
Tiba-tiba kristal bening menumpuk di sudut mata gadis itu membuat ia tak mampu membendungnya.
Alvin segera memberikan tisu untuknya.
"Jangan sedih, jangan terlalu dipaksakan juga, besok kita latihan lagi ok," ucap Alvin kemudian mengajak Talita kembali ke ruang perawatannya.
Seperti janjinya malam harinya Alvin menggantikan Gala untuk menghadiri pertemuan dengan Direksi Aditama Group.
Rosa tampak tersenyum simpul menggandeng suaminya Rehan.
"Hari ini kita akan bertemu lagi dengan Gala, kira-kira apa yang harus kita katakan jika dia menanyakan tentang kakakku?" tanya Rosa
"Katakan saja kalau dia sudah mati," jawab Rehan
"Tapi kan dia belum mati," jawab Rosa
"Sama saja, dia hanya tinggal menunggu waktu saja, lagipula aku heran kenapa sampai sekarang dia belum juga mati, hah merepotkan saja!" gerutu Rehan
"Benar juga sih andai saja dia sudah mati mungkin sekarang aku sudah menjadi CEO Aditama Group menggantikannya," jawab Rosa
To be continued
Bonus Cast Pemain
Gala
Coba tebak siapa nama aktor Korea ini di kolom komentar ya... wkwkwk
Talita
Kalau di RL ini istri sah yg jadi gala loh... coba tebak siapa?