Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 25. Menyamar



Siang itu Gala sengaja mengajak Talita makan siang di sebuah kafe yang terlihat begitu sepi.


"Kenapa kau mengajak ku kesini, tidak ada yang istimewa dengan kafe ini, selain sepi menu makanannya pun tidak ada yang istimewa," ucap Talita sedikit bingung


Talita tak mengerti kenapa Gala mengajaknya kesebuah kafe yang sepi padahal di sekitarnya banyak kafe yang rame dengan menu beragam di sekitarnya.


"Itulah yang spesial dari tempat imi," jawab Gala kemudian menemui seorang pasutri pemilik kafe dan memesan makanan


"Sebaiknya kau tunggu sebentar lagi. Meskipun kafe ini sepi dan sama sekali tidak ada yang menarik di sini tapi sebenarnya ada sesuatu yang sangat menarik di dari kafe ini," bisik Gala


"Maksudnya gimana, apa ada harta Karun di kafe ini?" tanya Talita


"Kurang lebih seperti itu," jawab Gala


Tidak lama pesanan mereka selesai.


"Selamat menikmati," seorang wanita tua menyajikan pesanan mereka dengan ramah


"Terimakasih," jawab Gala langsung melahap makanan di depannya


Sementara itu Talita terlihat mengernyitkan keningnya saat mencium aroma rokok yang begitu menyengat.


"Perasaan di sini tidak ada yang merokok, tapi kenapa baunya sangat menyengat," ucap Talita mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya


"Itulah yang spesial di sini," jawab Gala begitu santai


"Sepertinya sambal di sini terlalu pedas, aku jadi mules," ucap Gala kemudian bergegas menuju Toilet


Saat Gala pergi ke toilet seorang wanita paruh baya memasuki kafe dengan terburu-buru hingga barang-barang bawaannya terjatuh.


Talita segera membantu wanita itu memunguti barang-barang bawaannya.


"Terimakasih cah ayu," ucap sang nenek kemudian membantu membawakan barang-barangnya, namun sang nenek terus menolak.


"Tidak usah repot-repot, nenek masih bisa membawanya sendiri," tolak wanita itu kemudian segera masuk ke dalam


Sudah hampir satu jam nenek itu masuk namun ia tak kunjung keluar membuat Talita menjadi khawatir.


Saat ia berusaha masuk untuk mengeceknya, Gala langsung menahannya.


"Jangan ikut campur urusan orang lain,"


"Tapi aku takut terjadi sesuatu dengannya, dia bilang hanya ingin mengantar pesanan sang pemilik kafe, tapi sudah satu jam lebih ia belum keluar juga, aku takut terjadi sesuatu dengannya," jawab Talita


Ia memberanikan diri masuk kedalam kafe, wanita itu begitu terkejut karena begitu banyak tangga dan lorong yang harus ia lalui.


"Apa dapur kafe ini ada di ruang bawah tanah, kenapa jauh sekali, perasaan aku dari tadi gak sampai-sampai. Pantas saja si nenek lama sekali jangan-jangan ia tersesat lagi,"


Talita menghentikan langkahnya saat melihat sebuah ruangan megah yang di jaga ketak oleh orang-orang berbadan kekar.


Gala segera menarik Talita kedalam lorong.


"Sekarang kau sudah lihat kan?" tanya Gala


"Ruang apa itu kenapa setiap orang yang akan masuk diperiksa lebih dulu?" tanya Talita


"Inilah yang istimewa dari kafe ini, mungkin orang biasa tak akan tahu kalau di bawah kafe sepi ini ada surga dunia bagi para mafia," jawab Gala


Ia kemudian memberikan kaca mata hitam kepada Talita dan memakaikan shall di Kepalanya.


Lelaki itu tak lupa memakai kumis dan menempelkan tahi lalat di pipinya.


"Perfect," ujar Gala setelah merapikan penampilannya


"Kenapa kita harus menyamar?" tanya Talita


"Kau akan tahu setelah masuk kedalam sana," jawab Gala


Pria itu kemudian menggandeng lengan Talita dan mengajaknya masuk kedalam.


Saat dua orang front man meminta identitasnya ia segera mengeluarkan sebuah kartu nama yang sudah ia siapkan.


Seorang pria langsung menghampiri mereka dan mengajaknya kesebuah bar.


"Tempat apa ini?" tanya Talita


"Sebaiknya jangan banyak tanya jika kau tidak mau di usir dari tempat ini," jawab Gala


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan tempatnya?" tanya Gala


Lelaki itu mengangguk dan memberikan sebuah kunci kepadanya.


"Ladies and gentleman, hari ini kita kedatangan seorang tamu spesial. Dia adalah seorang raja judi yang sudah menghilang selama satu dekade dan sekarang ia muncul kembali di tempat ini. So mari kita sambut dengan merah the master of gambler, please welcome Mr......... Evan Chang!!!"


Semua orang yang hadir di sana langsung memberikan tepuk tangan yang meriah.


"Kenapa perasaan ku tidak enak ya?" ucap Gala memperhatikan orang sekelilingnya yang terus menatapnya


Assisten Gala kemudian memberikan isyarat kepadanya untuk segera menghampiri MC yang sudah memanggilnya.


"Aku??" tanya Gala tak percaya


"Benar Bos, hari ini anda adalah Evan Chang seorang raja judi keturunan Tionghoa yang sangat di takuti para mafia," terang Alwin ( asisten Gala)


"Sial, kenapa kau harus memberikan aku tanda pengenal orang seperti itu, kau tahu kan kalau aku tidak pernah bermain judi," bisik Gala


"Sebaiknya bos cepetan naik keatas panggung sebelum mereka curiga dan mengusir kita," jawab Alwin


"Dasar brengsek!" gerutu Gala


Pemuda itu tersenyum dan melambaikan tangannya kepada para pengunjung Bar.


"Terimakasih atas sambutannya," ucap Gala


"Sudah lama sekali anda menghilang dan itu sangat membuat musuh-musuh anda kebingungan karena tidak bisa menemukan lawan yang tangguh seperti anda. Bagaimana kalau hari ini anda menemui mereka yang sudah lama menantikan kehadiran anda?" tanya seorang host acara itu.


"Sebenarnya aku ingin sekali melakukan reuni dengan mereka, tapi hari ini aku terlalu sibuk jadi...."


Sang Host langsung menarik tangan Gala dan mengajaknya kesebuah meja judi.


"Selamat datang kembali Evan, sudah lama tak melihat mu ternyata kau masih seperti yang dulu," ucap salah seorang master judi


"Kaya judul lagu," jawab Gala terkekeh mendengarnya


*Brakkk!!


Gala tersentak saat seorang dari mereka mengebrak meja dan menatap nanar kearahnya.


"Apa kau menghina kami. Jangan pikir karena kau seorang Raja Judi maka kami akan takut padamu, kau keliru Evan!" seru pria itu kemudian menarik kerah baju evan dan menyeretnya


Alwin segera bergegas menghampiri pria itu, namun Evan menahannya.


"Sans Bro, jangan baperan gitu lah. Gue gak bermaksud untuk merendahkan kalian, swear. Gue tertawa karena kata-kata terakhir Jack yang mengatakan kau masih seperti yang dulu itu kaya judul lagu, karena gue menganggap itu lucu ya jadi ya gue tertawa, gitu loh ceritanya Bro," tutur Gala kemudian melepaskan tangan pria itu dari kearah bajunya


"Karena sepertinya kalian begitu ingin bertanding melawanku, so mari kita mulai saja permainan ini," ujar Gala kemudian memasang taruhannya


Talita yang sedikit gugup langsung menghampiri Alwin.


"Apa kau yakin dia bisa mengalahkan mereka?" bisik Talita


"Tenang saja, bos adalah seorang yang genius dia pasti bisa mengalahkan mereka," jawab Alwin


Semua orang tampak tegang melihat permainan para raja judi itu.


Gala terus begitu tertekan saat melihat lawan-lawannya menunjukkan kartu mereka.


"Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kalian, ucap Gala kemudian membuka kartunya."


"Wah Qiu qiu!" seru seorang host membuat semua orang langsung tercengang mendengarnya