
"Baiklah ayah aku akan menikah dengan wanita pilihan ayah," ujar Gala pasrah
Rahman begitu bahagia karena akhirnya Gala akan menikah juga. Ia kemudian mempersiapkan pernikahan mewah untuk putra tunggalnya.
Namun siapa sangka di hari pernikahannya, Calista calon istri Gala membatalkan pernikahan mereka karena ia sudah memiliki kekasih hati.
"Maafkan ayah nak karena sudah mengecewakan dirimu, sekarang ayah sadar jika jodoh memang tidak bisa dipaksakan. Mulai sekarang ayah tak akan memaksa mu untuk menikah lagi, sekarang kau bebas untuk menikah kapan pun, tapi kalau bisa jangan lama-lama. Kau tahu kan ayah ingin sekali melihat mu menikah sebelum aku mati,"
"Tentu saja ayah, terimakasih atas pengertian mu," jawab Gala
"Lalu bagaimana dengan pestanya?" tanya Gala
"Lanjutkan saja, cukup pihak keluarga saja yang tahu jika sebenarnya kalian batal menikah. Aku tidak mau membuat keluarga kita malu karena kamu gagal menikah," jawab Rahman menepuk bahu Gala.
#Flashback off
"Kenapa aku masih saja sedih saat melihatnya berdua dengan wanita lain, memang benar mengikhlaskan itu sulit. Meskipun bibir ini sudah merelakannya tapi hati ini sulit menerima kenyataannya,"
Talita menghentikan langkahnya saat melihat pasangan yang tengah memadu kasih di taman vila.
"Tidak mungkin, bukankah dia istri Gala lalu kenapa ia ada di sini dengan pria lain?"
Mengetahui ada yang memperhatikannya Calista menoleh kearah Talita.
"Talita??"
Wanita itu kemudian menghampirinya, "Apa kau benar Talita??" tanya Calista tak percaya
"Bagaimana kau bisa tahu namaku?"
"Tentu saja, itu karena kekasih mu ... um...maksudku suami ku selalu menceritakan tentang dirimu padaku," jawab Calista
"Kau sudah menikah dengan Gala tapi kenapa kau bersamanya?" tanya Talita memberanikan diri
"Itu karena aku bukan istri sahnya Gala," jawab Calista membuat Talita tercengang
"Apa maksudmu?"
"Oh iya aku lupa, kau pasti belum tahu ya jika aku dan Gala sebenarnya tidak pernah menikah, kami terpaksa menutupi masalah ini karena tidak mau mempermalukan keluarga kami," jawab Calista membuat Talita seketika membelakakan matanya.
Wanita itu segera membalikkan badannya dan bergegas masuk ke dalam vila.
Setibanya di dalam ia segera mencari keberadaan Gala. Talita tercengang saat melihat Gala sedang menikmati minumannya seorang diri.
Ia termangu melihat pria itu yang terus memandangi potretnya sambil meneguk minumannya.
Ia segera manarik pundak pria itu membuat Gala langsung menoleh kearahnya.
"Talita, apa benar ini kamu?" ucap Gala mengucek-ucek matanya
"Maafkan aku," ucap Talita kemudian mencium bibir pria itu.
Gala semakin memperdalam ciumannya saat mengetahui wanita itu adalah Talita.
Keesokan paginya, Talita terkejut saat melihat ia terbaring di pelukan Gala.
Saat ia berusaha bangun, Gala justru semakin mengeratkan pelukannya hingga wanita itu tak bisa berkutik lagi.
"Jangan pergi, aku mau kau tetap bersamaku," ucap Gala mengecup kening wanita itu
"Aku harus pergi, ada yang harus aku lakukan sekarang," jawab Talita
"Kenapa kau selalu meninggalkan aku di saat aku mulai nyaman denganmu,"
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, aku sudah tahu semuanya jadi jangan khawatir," ucap Talita meyakinkan pria itu.
Gala perlahan melepaskan pelukannya dan membiarkan Talita pergi.
"Apa aku perlu mengantar mu?" tanya Gala memeluk wanita itu dari belakang
"Tentu saja sayang, aku akan melakukan apapun demi dirimu,"
"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Talita kemudian mencium pipi pria itu.
Gala melambaikan tangannya saat melepas kepergian Talita.
Sementara itu Ardan sudah menunggu Talita di lobby villa. Pria itu segera membawa Talita pergi menggunakan sedan mewah berwarna hitam.
Ardan menghentikan mobilnya di sebuah showroom mobil mewah
Ia kemudian mengajak Talita ke ruangan pemilik showroom tersebut.
Seorang wanita menyambut kedatangan Talita dan mempersilakannya untuk duduk.
"Apa benar kau adalah Talita Rimbun Beatrix CEO Aditama Group?"
"Benar nyonya," jawab Talita kemudian memberikan kartu namanya
Tanpa basa-basi wanita itu kemudian memberikan sebuah invoice tagihan kepada Talita.
"Itu adalah tagihan adik anda Rosa, dia sengaja menjadikan anda sebagai jaminan saat mengambil dua buah mobil mewah. Pada saat itu saya percaya karena dia juga masih bekerja di Aditama Group. Tapi sampai saat ini adik anda belum membayar semua tagihan mobil tersebut padahal tanggal jatuh temponya sudah berlalu sehari yang lalu saat aku menghubungi Assisten anda," ujar wanita itu
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Talita
"Sesuai surat perjanjian kami, anda harus membayar hutang-hutang adik anda karena sudah menjadi penjaminnya,"
"Wah sayang sekali, sepertinya anda salah informasi." jawab Talita membuat wanita itu terkejut
"Apa maksudnya?"
"Dulu kami memang saudara angkat, tapi sudah tidak lagi semenjak aku tahu siapa ibu kandung Rosa," Talita kemudian menunjukkan bukti kartu keluarga yang dibawa Ardan kepada wanita itu
"Tapi tetap saja meskipun anda bukan kakaknya, kau harus membayar hutang-hutangnya," jawab wanita itu bersikeras
"Tapi itu hanya berlaku jika Rosa menghilang atau mati, tapi kenyataannya dia masih hidup. Jadi aku tak bisa membayarkan hutang-hutangnya bukan. Asal kau tahu Rosa adalah putri seorang konglomerat jadi aku yakin dia pasti akan membayar hutang-hutangnya jika anda terus menagihnya dengan gigih," jawab Talita
Ia kemudian meninggalkan ruangan itu setelah urusannya selesai.
"Sekarang bersiap-siaplah untuk hidup tidak tenang dibawah bayang-bayang debt kolektor,"
Seperti prediksi Talita, beberapa orang debt kolektor segera menyambangi kediaman Rosa. Mereka bahkan mengancam akan menyita rumah Rosa jika keduanya tak bisa membayar hutang-hutangnya.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Rosa begitu gusar
"Tidak ada cara lain selain minta bantuan ibumu," jawab Rehan
"Bagaimana jika ia tidak punya uang sebanyak itu?"
"Kita kembalikan saja mobilnya," tegas Rehan
"Tapi aku tidak mau, aku tidak mau terlihat miskin di depan teman-teman ku aku malu," jawab Rosa
"Lalu aku harus gimana?" tanya Rehan
"Kamu harus bekerja, bukankah tugas suami untuk mencari nafkah,"
"Bagaimana aku bisa mencari nafkah jika kau selalu mencurigai aku,"
"Kau kan bisa bekerja di tempat lain, jadi jangan hanya bekerja di Aditama Group," sahut Rosa
"Tapi hanya di sana aku bisa mendapatkan gaji yang besar, di tempat lain belum tentu, karena kita butuh relasi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan gaji tinggi. Sekarang aku tanya... apa kamu punya relasi yang bisa membuat aku diterima kerja di perusahaan besar dengan gaji besar?" tanya Rehan membuat Rosa terdiam
Tidak lama kemudian seorang pejabat Bank mendatangi kediaman mereka dan melakukan penyegelan karena Rosa tidak membayar angsuran rumah mereka.
"Maaf rumah ini kami segel karena anda tidak bisa membayar cicilannya, jadi silakan kemasi barang-barang anda sebelum kami mengeluarkannya secara paksa,"
Seketika Rosa langsung pingsan mendengar ucapan tersebut.