
Lima tahun sebelumnya....
*Buuggh!!
Beberapa orang bertato terlihat menghajar seorang pemuda hingga babak belur.
Seorang pemuda tampak berlumuran darah setelah dihajar oleh puluhan anggota Geng Naga Hitam.
"Sekarang tamatlah riwayat mu Evan!" seru seorang pria kemudian menikamnya tepat di lehernya.
Evan terkapar bersimbah darah setelah sang ketua Geng Naga Hitam menikamnya.
"Sekarang Geng Elang sudah tamat, dan tidak ada lagi yang akan mengusik bisnis kita," ucap pria itu kemudian menghampiri seorang wanita cantik
Ivana terlihat begitu bahagia saat melihat musuh bebuyutan suaminya terkapar tak berdaya.
Hal serupa juga dirasakan Alvon sang ketua geng yang begitu senang karena bisa menghabisi musuhnya hanya dengan waktu singkat.
"Terimakasih sayang berkat bantuan mu akhirnya kita bisa menghabisi penjudi sialan yang hampir saja membuat kita jatuh miskin," imbuhnya
Ivana menyeringai saat melihat Evan sekarat. Bunyi sirene mobil polisi membuat semua orang segera bergegas meninggalkan tempat itu.
Namun Ivana yang belum puas karena Evan tak kunjung mati, memerintahkan anak buahnya untuk membakar gudang tua itu untuk menghilangkan barang bukti sekaligus memastikan sang Raja Judi itu mati di depannya.
Melihat api besar membakar gudang itu membuat Ivana bergegas pergi.
Api dengan cepat membesar membakar gudang itu, sementara Evan yang masih belum mati berusaha untuk keluar dan menyelamatkan diri.
Ia menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk keluar dari tempat itu.
Seorang pemulung yang tidak sengaja melihatnya kemudian menghampirinya dan membantu pria itu keluar dari dalam Gudang.
menyelamatkan ia dan membantunya keluar dari gudang itu.
Mengetahui seseorang berusaha membunuh putranya membuat Ganendra Rahardjo ayah Gala langsung meminta polisi untuk mengusut tuntas orang-orang yang sudah menganiaya putranya.
"Sudah cukup kau menjadi Evan Chang, sekarang kembalilah menjadi putraku Gala. Ayah berjanji tidak akan pernah meminta mu untuk menjadi pemimpin GR Retail atau memintamu untuk menikahi seorang wanita yang sudah ayah pilihkan untuk mu. Sekarang ayah sadar jika kau menjadi seperti ini karena aku terlalu mengekang kebebasan mu. Sekarang aku membebaskan engkau menjadi dirimu sendiri, tapi satu permohonan ayah tolong jangan kembali ke dunia hitam lagi, ayah tidak mau kau mati sia-sia." terang Ganendra
Ia kemudian memerintahkan Alwin pemulung yang menyelamatkan Gala untuk menjadi asisten pribadinya.
Merasa dirinya sudah mati karena Geng Elang sudah di bantai oleh Geng Naga Hitam membuat Gala akhirnya memutuskan diri untuk mengurus GR Retail membantu sang ayah.
Dengan bantuan ayahnya Gala berhasil menjebloskan Russel pimpinan Geng Naga Hitam yang merupakan suami dari Ivana ke sel tahanan.
Flashback off
Seorang Pria Muda berkacamata hitam berjalan dengan elegan memasuki ruangan Judi VIP.
Semua orang tampak takjub menatap kedatangan sosok master Judi yang namanya sempat menghilang selama luma tahun.
Ivana segera menghampiri pria itu dan mengulurkan tangannya.
"Selamat datang kembali Mr. Evan, bisa kau buka kacamata mu?" tanya Ivana menyalaminya
"Tentu saja," jawab Gala segera melepaskan kacamata hitamnya,
Seketika netra Ivana membulat saat melihat wajah Gala. Ia seperti tak percaya saat melihat sosok Evan di depannya.
"Evan?, bagaimana mungkin kau...." wanita itu terlihat begitu shock hingga berkali-kali menghela nafasnya sambil mengusap keringat dingin yang mulai membasahi wajahnya
"Kenapa, apa kau kaget karena aku masih hidup?" tanya Gala membuat Ivana semakin gugup
"Kau pasti penasaran kenapa aku masih hidup padahal kau sudah meracuni aku, suamimu sudah menikam aku, dan kau sendiri memastikan kematian ku dengan membakar gudang itu. Tapi sayangnya Tuhan masih memberikan aku kesempatan hidup," bisik Gala membuat wanita itu benar-benar tak percaya dengan apa yang di dengarnya
"Luar biasa, hampir saja aku tertipu dengan tipuan mu. Tapi mari kita lihat apa kau benar-benar Evan Chang atau hanya seorang intel yang sedang menyamar," jawab Ivana dengan wajah sinis
Gala hanya tersenyum menanggapi ucapan Ivana.
Ia kemudian segera duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Setelah kartu di bagikan Gala segera memulai aksinya kali ini ia sengaja memperlambat permainan karena anak buahnya sedang menyadap data di ruangan rahasia Ivana.
Saat Alwin memberinya kode, Gala segera mempercepat ritme permainan dan mengalahkan semua penjudi di tempat itu.
Bahkan sang Bandar sampai menyerah.
Ivana yang kesal karena Gala berhasil merampok keuangan kafenya diam-diam menyuruh anak buahnya untuk menghabisi pemuda itu. Ia sengaja menyuruh anak buahnya untuk menutup semua pintu dan akses untuk keluar dari kafe.
Puluhan anak buah Ivana segera keluar dan mengepung Gala dan Alwin saat keduanya hendak keluar dari kafe.
Gala yang sudah mengetahui kelicikan Ivana sudah mengantisipasinya. Anggota Geng Elang yang menyamar pun segera keluar untuk membantu sang pemimpinnya.
"Aku tidak akan mengulangi kesalahan lima tahun yang silam, jadi mari kita selesaikan peperangan ini secara adil,"
Gala kemudian memerintahkan anak buahnya untuk melawan anggota Geng Naga Hitam.
Ivana segera melarikan diri saat mengetahui anak buah Gala berhasil memukul mundur anak buahnya.
Tidak lama polisi datang setelah mendapatkan informasi dari hackers suruhan Gala.
Gala segera keluar dari tempat itu sebelum polisi tiba.
Ia kemudian memberikan data-data yang ditemukannya kepada Talita.
"Selain menyuap para direksi Ivana juga mengancam mereka dengan kelemahan para Direksi," ujar Gala sembari menunjukkan beberapa rek jejak para direksi yang dimiliki oleh Ivana
"Dia memang pandai memanfaatkan kelemahan orang lain untuk menyokongnya,"
Gala juga memberikan sehelai rambut kepada Talita.
"Apa ini?" tanya gadis itu
"Bukankah kau ingin melakukan tes DNA, jika benar maka kau membutuhkan rambut itu," jawab Gala
"Terimakasih Ga,"
"Kembali kasih," jawab Gala
Pria itu kemudian segera menghentikan mobilnya setibanya di depan Gedung Aditama Group. Ia segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Talita.
"Sepertinya aku tidak bisa menemanimu untuk melakukan tes DNA, karena ada urusan mendadak, maaf ya sayang," tutur Gala
"Tidak masalah, yang jelas aku sudah bahagia karena kamu sudah banyak membantuku hari ini," jawab Talita
"Ok, kalau gitu aku pergi dulu," ucap Gala berpamitan
Talita segera mengejar Gala saat pria itu hendak masuk kedalam mobil.
Melihat Talita mengejarnya membuat Gala langsung menghentikan langkahnya.
"Apa ada yang tertinggal?" tanya pemuda itu
*Cup!
Tanpa aba-aba Talita langsung mengecup pipi lelaki itu kemudian berlari meninggalkan Gala.
Ivana begitu murka saat tahu polisi menyegel kafenya dan menyita semua aset miliknya.
Wanita itu langsung meluapkan kemarahannya setelah tiba di rumahnya.
"Dasar brengsek beraninya dia melakukan ini padaku!" seru Ivana kemudian melemparkan semua barang-barang miliknya kepada asisten pribadinya
"Cari tahu tentang Evan Chang dan segera beritahu aku jika kau sudah mendapatkan informasi tentang dia," seru Ivana
"Baik Nyonya,"
"Aku pastikan akan memberikan pelajaran berharga kepada bedebah kecil itu, kau boleh saja mengambil semua aset milikku, dan keluarga mu harus membayar mahal atas apa yang kau lakukan padaku,"