
Gedung Aditama Group
Pagi itu Talita sengaja datang ke kantor lebih awal dari biasanya.
Ia sengaja datang pagi untuk menyelidiki sesuatu. Tentu saja ia akan menyelidiki Ivana namun ada hal lain yang lebih penting yang harus diungkap oleh Talita.
Adi memintanya untuk menyelidiki kasus penggelapan anggaran katering makanan untuk karyawan.
Talita segera menuju ruang pantry untuk melihat stok makanan di sana.
Setibanya di sana ia hanya mengelus dada saat melihat tak ada apapun di pantry selain teh dan gula.
"Benar-benar brengsek, kau pikir kenapa kinerja karyawan lemah, "
Setelah memeriksa pantry, Kini Talita menuju ke kantin.
Semua orang tampak sibuk mempersiapkan menu untuk makan siang karyawan.
Talita terkesiap saat melihat timbunan sayur mayur yang sudah membusuk dan juga daging yang sudah tidak segar dan bau.
Tiba-tiba seorang wanita mengambil sayuran itu dan membersihkannya.
Ia lalu memotongnya.
"Kenapa kau tidak membuang sayuran itu?" tanya Talita menghampiri wanita ini
"Sayuran ini masih bisa dimasak jadi untuk apa membuangnya," jawab wanita itu begitu dingin
*Braakkk!!
Seketika ia terkejut saat Talita menggebrak mejanya.
"Jadi kalian selama ini memasak sayuran sampah untuk para karyawan, pantas saja semua orang lebih memilih makan di luar daripada makan di kantin," tukas Talita
Wanita itu menatap nanar kearah Talita.
"Kau pikir kami bisa mendapatkan sayur segar dengan budget uang yang kalian berikan. Sebaiknya kau jaga ucapanmu sebelum memaki ku," jawab wanita itu mengacungkan pisau kearahnya
"Siapa yang mengurus keuangan kantin ini?" tanya Talita
Wanita itu langsung menunjuk seorang wanita gemuk yang terlihat ongkang-ongkang kaki di ruangannya.
Talita segera masuk ke ruangan itu membuat wanita itu terkesiap melihat kedatangannya.
"Ada perlu apa Ibu datang ke sini?" tanyanya gemetar
"Aku mau lihat laporan keuangan kantin?" tanya Talita
"Maaf kalau itu bukan saya yang membuatnya,"
"Terserah siapapun yang membuatnya, aku tidak peduli. Aku hanya ingin melihat laporan keuangan itu saja, apa kau mengerti!" seru Talita
Wanita itu langsung berdiri dan memasang badan saat Talita meminta laporan keuangan padanya.
"Meskipun kau putri direktur, tapi kau tidak berhak melihat laporan keuangan itu, karena yang berwenang mengaudit keuangan di kantin hanya Ibu Ivana. Jadi jika kalau tidak ada urusan lain silakan pergi dari sini,"
"Wah, kau pikir aku ini siapa hah. Dasar brengsek, aku bisa saja memecat mu karena sikap tidak sopan mu ini!" hardik Talita
"Silakan saja aku tidak peduli, lagipula kau akan menyesal jika memecat karyawan tetap seperti ku, kau akan kehilangan uang banyak untuk membayar uang pesangon kami," ancam wanita itu
Sudah ku duga, pasti wanita iblis itu biang keroknya.
Talita kemudian menarik kerah baju wanita itu dan kembali mengancamnya.
"Cepat ambilkan laporan keuangan itu, atau aku akan meminta ayahku untuk memecat mu!"
*Brakkk!!
Wanita itu langsung mendorong tubuh Talita hingga gadis itu jatuh tersungkur ke lantai.
"Sial," ucap Talita meringis kesakitan
Seorang koki kantin langsung mengulurkan tangannya membantunya berdiri.
"Dia tidak akan mempan hanya dengan ancaman saja Nona," ucap wanita itu
"Serahkan laporan keuangan itu kepada Ibu Talita atau aku akan menyayat lehermu!" ancam wanita itu.
Wanita gemuk menyeringai dan mencoba melawan, namun dengan sigap sang koki langsung menghindari serangannya dan menyayat lehernya hingga darah segar mengucur dari lehernya.
"Cepat serahkan laporan keuangan itu atau aku akan memenggal lehermu!" ancam sang koki
Merasa tak akan menang melawan sang koki, wanita gendut itu langsung mengambilkan laporan keuangan yang diminta oleh Talita.
"Semoga kau bisa menggunakan laporan keuangan ini dengan bijak," ucap sang koki kemudian meninggalkan Talita
Setelah mendapatkan Laporan keuangan itu Talita langsung kembali ke ruangannya.
Ia kemudian meneliti laporan keuangan itu dengan menu makanan yang di terima karyawan setiap hari.
*Tok, tok, tok!
"Masuk!"
Seorang wanita masuk mengantarkan daftar menu makanan di kantin.
"Ini menu makan sehari-hari di kantin Nona,"
"Terimakasih,"
"Kalau begitu saya kembali bekerja lagi," ujar wanita itu kemudian meninggalkan ruangan Talita.
"Silakan,"
Talita tersenyum sinis saat membandingkan laporan keuangan kantin dengan menu makanan yang dimakan oleh para karyawan setiap hari.
"Miris sekali, ia mematok harga sangat tinggi untuk satu porsi makana sampah yang diberikan kepada karyawan, dasar iblis!" gerutu Talita
Hari itu Talita sengaja makan siang di kantin.
Ia bahkan sengaja mencoba semua menu yang ada di kantin.
"Meskipun menggunakan jasa chef ternama tetap saja rasa makanan tak pernah bohong saat menggunakan bahan-bahan yang tak bermutu," ucap Talita menghela nafas
Ia menatap ke sekitarannya, hanya sedikit karyawan yang makan di kantin. Tentu saja mereka memilih makan di luar apalagi penghasilan sebagai karyawan Aditama Group cukup besar.
"Hmm, pantas saja kantin ini sepi, tentu saja mereka lebih memilih makanan sehat daripada makan sampah," imbuh Talita kemudian berlalu meninggalkan kantin
Seusai makan siang ia menemui Aditama di ruangannya. Gadis itu memberikan laporan keuangan kepadanya.
"Ayah harus segera mengurus masalah ini agar tidak memperparah keadaan. Mereka sudah melakukan banyak penggelapan uang jatah makan karyawan. Jika ini terus dibiarkan maka kondisi keuangan perusahaan akan semakin terancam," ucap Talita
"Sudah lama aku mencurigai korupsi Divisi bagian pengadaan barang dan perbekalan, tapi aku belum mendapatkan bukti-bukti yang konkrit sehingga belum bisa mengungkapnya," jawab Aditama
"Aku sudah mendapatkan semua bukti-buktinya, hanya tinggal selangkah lagi kita bisa menyeret pelaku utamanya keluar dari perusahaan ini," jawab Talita
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah tahu kalau Ivana adalah orang yang mendapatkan keuntungan paling banyak dalam kasus korupsi katering makanan," jawab Talita
"Jadi dia pelakunya?" tanya Adi
"Bukan hanya dia, aku yakin ada banyak yang terlibat dalam kasus ini hanya saja orang yang paling besar pengaruhnya dalam kasus ini adalah Ivana. Karena hanya dia yang memiliki wewenang paling tinggi setelah ayah bukan?"
"Kau benar, kalau begitu selidiki kasus ini diam-diam, jangan sampai ada yang tahu, terutama Ivana," jawab Aditama
"Baik ayah, aku akan melakukan investigasi seorang diri, jadi sans aja,"
Talita kemudian pergi meninggalkan ruangan Aditama.
Sementara itu Ivana yang sedari tadi menguping pembicaraannya terlihat mengepalkan tangannya saat melihat gadis itu keluar dari ruangan Aditama.
Rupanya kau sudah dewasa Talita, kau bahkan sudah mengenali siapa musuhmu. Sepertinya aku harus berhati-hati sekarang, kau bukan lagi kucing manis yang lucu tapi kau sudah berubah menjadi seekor harimau pemburu. Kalau begitu aku akan bersiap-siap mengokang senapanku untuk menghentikan mu Talita.
Ivana kemudian menelpon anak buahnya.
"Kau sudah menerima pesan dariku bukan, kali ini aku mau kau menyingkirkan wanita itu tanpa jejak," tukas Ivana
Sekarang kita lihat siapa yang akan menang, harimau atau sang pemburu??