Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab. 44. Rencana Rahasia



Hari itu Rehan berusaha membujuk Rosa yang masih mendiamkannya. Ia berusaha memberikan pengertian kepada wanita itu agar tidak salah paham lagi.


"Sayang, semuanya tidak seperti yang kau pikirkan. Talita sengaja mengatakan semua itu agar kita berdua bertengkar, ia ingin membalas apa yang pernah kita lakukan padanya," tutur Rehan


"Aku tidak percaya, aku yakin Mas juga pasti masih menyukainya. Mas senang kan jika Talita kembali menyukaimu?" sahut Rosa


"Jangan suudzon Ros, kau tahu kan kalau selama ini hanya kamu wanita yang aku cintai," jawab Rehan


"Kalau kamu memang mencintai aku, apa kamu akan keluar dari Aditama Group demi aku?" tanya Rosa


"Jangan konyol deh. Sekarang perekonomian kita sedang tidak stabil. Kita butuh uang buat biaya kehidupan kita sayang, kalau kamu gak kerja terus aku juga gak kerja terus kita mau makan apa?" tanya Rehan


"Kan kita masih punya tabungan, ada ibu juga. Gak mungkin dong Ibu akan biarin kita kelaparan," sahut Rosa


"Bener sayang, tapi apa selamanya kita akan bergantung pada ibu. Lagipula untuk tabungan juga bisa habis kalau dipakai terus. Aku harap kamu pikirkan lagi, toh aku kerja kan cuma fokus cari uang bukan untuk yang lain,"


"Tetap saja aku khawatir, bila dulu kau bisa meninggalkan kak Talita hanya demi aku sekarang bisa saja semuanya terbalik bukan?" sahut Rosa


"Tapi aku melakukan semua itu karena aku tidak mencintai Talita, aku hanya mencintai kamu itulah alasannya kenapa aku berselingkuh dengan kamu, harus berapa kali aku jelasin sih biar kamu percaya!" seru Rehan


Lelaki itu kemudian meninggalkan Rosa saat wanita itu tak mau mendengarkan penjelasan darinya.


Melihat Rehan pergi meninggalkannya membuat Rosa semakin kesal dan mengira jika pria itu memang memiliki hubungan dengan Talita.


Sementara itu Rehan yang kesal dengan sikap over posesif Rosa memilih menghabiskan malam di sebuah bar.


***********


Keesokan paginya Rosa seketika mengamuk saat mendapati Rehan pulang dalam keadaan mabuk berat.


Ia bahkan mendorong tubuh pria itu dan mengusirnya keluar.


"Dasar brengsek, baj*ngan seperti mu memang tidak pantas di kasih hati. Daripada menjadi parasit di sini lebih baik kau pergi dan jangan pernah kembali lagi!" seru Rosa


"Ok, aku juga tak sudi hidup dengan cewek manja dan menyebalkan seperti dirimu!" sahut Rehan


Pria itu kemudian menghentikan sebuah taksi dan memintanya untuk mengantarnya ke rumah ibunya.


Setibanya di kediaman orang tuanya, Ibu Rehan langsung mengeluarkan sumpah serapahnya kepada Rosa yang tega mengusir suaminya. Menurutnya tindakannya mengusir Rehan adalah tindakan kekanakan yang tidak bisa dimaafkan.


Ia kemudian memerintahkan Rehan untuk menceraikan istrinya tersebut. Namun Rehan menolaknya dengan alasan ia masih mencintainya.


"Sepertinya Talita lebih baik daripada Rosa, meskipun ia tidak secantik Rosa tetap saja ia lebih baik dalam memperlakukan dirimu,"


"Sudahlah Bu, jangan terlalu dipikirkan. Mungkin dia seperti ini karena sedang banyak masalah, sekarang aku pamit kerja dulu," ucap Rehan berpamitan


"Kau bahkan masih tetap bekerja meskipun sedang banyak masalah,". wanita itu kemudian mengantarkan Rehan hingga ke depan pintu


Setibanya di kantor, Rehan begitu terkejut dengan rekan kerjanya yang memberikan selamat kepadanya.


"Selamat ya Rey, aku iri padamu, bagaimana bisa kau naik jabatan fi saat semua orang kontraknya tak diperpanjang," ucap salah seorang teman Rehan


"Apa sih maksudnya gue gak ngerti," jawab Rehan kemudian bergegas menuju ke ruangannya


Setibanya di sana, ia mendapatkan banyak kiriman bunga dari beberapa orang klien bisnisnya.


Rehan hanya tersenyum sinis saat membaca kalimat yang tersemat dalam karangan bunga tersebut.


"Sebenarnya apa yang ia inginkan hingga membuat ku seperti ini!"


"Bagaimana, apa kau suka kejutannya?" tanya wanita itu sinis


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan dengan melakukan semua ini padaku. Bukankah kau bilang ingin balas dendam padaku, lalu kenapa kau malah menaikan jabatanku bukannya memecat ku seperti yang kau lakukan pada Rosa istriku," jawab Rehan


Talita mendekati pria itu dan merapikan dasinya.


"Sepertinya kau belum memahami aku meskipun kita pernah menjadi suami istri selama hampir dua tahun,"


Talita menatap lekat pria itu dan mengusap wajahnya dengan lembut.


"Sepertinya kau harus bersiap-siap karena rapat sebentar lagi akan di mulai," ucap Talita kemudian meninggalkannya


Saat ia keluar dari ruangan Rehan, Ivana sudah berdiri di depan pintu.


"Wah sepertinya bukan hanya istrimu yang akan keberatan dengan kedekatan kita, tapi juga ibu mertua mu juga. Sebaiknya kau harus banyak bersabar untuk menghadapi mereka mulai sekarang," ucap Talita tersenyum menatap Ivana yang begitu sangar menatapnya


Talita segera menuju ruang rapat dan mempersiapkan semuanya di bantu oleh Ardan.


"Nona, sepertinya anda harus mengangkat telpon dari Mas Gala. Ia berkali-kali menghubungi mu, aku takut ada hal yang penting yang ingin ia bicarakan denganmu," ujar Ardan memberikan ponsel Talita


Namun wanita itu langsung menolaknya, "Sekarang belum saatnya untuk bersama Gala. Aku harus menyelesaikan urusan ku lebih dulu," jawab Rosa


Sementara itu Gala begitu sedih saat teleponnya berkali-kali tak diangkat oleh Talita.


"Sebenarnya kamu kenapa sih, apa yang membuatmu seperti ini. Apa aku sudah melakukan kesalahan hingga kau berusaha menjauh dariku?. Lalu apa yang harus aku lakukan agar kamu mau mengangkat telpon ku lagi, apa yang harus aku lakukan agar kita bisa seperti dulu lagi,"


Seorang wanita menghampiri Gala yang termenung di ruangannya.


"Maaf menganggu Pak, ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap wanita itu


"Siapa,"


"Dia tak mau menyebutkan namanya, hanya saja dia bilang sudah membuat janji dengan anda untuk bertemu hari ini," jawabnya


"Ok, aku akan segera kesana," jawab Gala


Pria itu kemudian bergegas pergi menemui tamunya.


Gala begitu terkejut saat melihat siapa orang yang ingin bertemu dengannya.


Pria itu tak bisa berkelit lagi saat bertatapan dengannya.


Sementara itu Talita sudah memulai rapatnya.


Semua Direksi dan para pemenang saham tampak tegang saat wanita muda itu mulai menyampaikan pidatonya.


Tentu saja semua tahu jika Talita sudah berubah seperti seorang monster setelah keluar dari rumah sakit. Ia tidak pandang bulu dan selalu mendepak siapapun yang sudah merugikan Aditama Group tanpa kecuali.


"Kali ini aku akan menyampaikan sebuah pengumuman penting, jadi dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulang setiap perkataan ku," ucap Talita membuat semua orang semakin tegang


"Mengingat perjuangannya untuk perusahaan ini yang begitu luar biasa, aku akan memberikan penghargaan spesial kepada Ibu Ivana," ucap Talita membuat semua orang langsung menoleh kearah Ivana


"Mulai hari ini saya akan memberikan waktu istirahat cukup lama untuk anda, agar anda bisa mencari pendamping hidup lagi dan menikmati hari tua anda dengan bahagia. Jadi dengan ini saya akan menggantikan posisi Bu Ivana dengan menantunya yang juga adik iparku Rehan," ucap Talita membuat semua orang langsung membelakakan matanya


Sebenarnya apa yang kau pikirkan Talita, kenapa kau berusaha menyingkirkan aku tapi mempertahankan Rehan di sisimu??


Ivana terlihat mengepalkan tangannya saat mendengar keputusan Talita.