
Rosa masih menangis tersedu-sedu di kamarnya. Wanita itu bahkan tak mau makan ataupun keluar dari kamarnya pasca Talita memecatnya dari Aditama Group.
"Sebenarnya apa salahku sampai membuat Ka Lita begitu marah padaku dan memperlakukan aku seperti seorang penjahat," tutur Rosa
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja," sahut Rehan berusaha menenangkan istrinya
"Kenapa ia hanya memecat ku, padahal harusnya dia juga memecat dirimu dan juga ibuku. Karena kalian yang selama ini meracuni aku agar berbuat jahat terhadap Talita," ujar Rosa
Rehan hanya tersenyum getir menanggapi ucapan istrinya itu. Lelaki itu kemudian menyuruhnya untuk istirahat dan iapun meninggalkan perempuan itu di kamarnya.
Malam itu Rehan memilih untuk tidak pulang ke rumahnya. Lelaki itu sengaja mendatangi apartemen Talia untuk mendapatkan kepercayaan mantan istrinya tersebut.
Setibanya di apartemen Talita, wanita itu langsung mengusir Rehan.
"Maaf aku sedang sibuk," ucap Talita kemudian menutup pintu apartemennya.
"Kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku!" seru Rehan dengan suara lantang
"Kenapa, apa kau ingin aku bersikap manis kepada mu dan memintamu masuk ke rumahku. Atau kau ingin aku menyerahkan diri kepada mu?" ucap Talita menyeringai
"Apa yang terjadi padamu hingga kau berubah seperti ini?"
"Semua orang akan berubah saat berada di titik yang membuatnya muak," jawab Talita.
Tiba-tiba ponsel Rehan berdering.
Ia tahu jika Rosa pasti menghubunginya. Talita tahu betul jika adiknya itu adalah seorang yang posesif hingga tak bisa membiarkan suaminya jauh darinya meski hanya satu detik saja.
Mengetahui kelemahan Rosa yang begitu posesif membuat Talita berpikir untuk melakukan sesuatu kepada Rehan.
"Sayang ayo cepat naik!" seru Talita sengaja meninggikan suaranya agar Rosa mendengarnya.
Rosa seketika menghentikan ucapannya saat mendengar suara Talita.
"Aku hanya ingin meminta maaf padanya agar ia mau menerima mu kembali bekerja di Aditama Group." sahut Rehan
"Sayang jangan terlalu pelan," ucap Talita lagi membuat Rosa segera mengakhiri telponnya.
Rehan begitu terkejut dengan sikap Rosa yang tiba-tiba menjadi begitu posesif padanya.
Ia bahkan tak diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi kepadanya.
Ia bahkan berkali-kali mengirimkan pesan padanya namun Rosa sama sekali tak menjawabnya.
"Dasar kekanak-kanakan sekali, begitu saja kamu sudah marah-marah,"
Melihat Talita yang berusaha membuat dirinya bertengkar dengan istrinya membuat ia begitu geram.
"Kenapa kau melakukan semua ini padaku?" tukas Rehan mencondongkan tubuhnya kearahnya.
"Tentu saja tidak ada maksud apa-apa kecuali membuat kalian bertengkar dan kemudian bercerai," jawab Talita segera mendorong Rehan
"Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba kau berubah menjadi wanita jahat dan menyebalkan. Asal kau tahu aku paling tidak suka dengan wanita jahat seperti mu, dan akh tidak segan-segan untuk memberikan pelajaran kepada mu," jawab Rehan berusaha melepaskan tamparannya ke wajah Talita
Talita segera menahan lengan pria itu membuat Rehan begitu tercengang saat wanita itu tiba-tiba mendorongnya.
*Buughhh!!
Rehan terhempas dan hampir saja kepalanya menghantam dinding apartemen jika saja ia tak mencoba melindunginya.
"Bagaimana rasanya saat orang yang kau percaya tiba-tiba berubah jahat dan menyakiti mu?" tanya Talita
"Apa sebenarnya yang kau inginkan!" seru Rehan
"Aku ingin membuat mu dan Rosa menangis darah dan menyesali apa yang sudah kalian lakukan padaku," jawab Talita