Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 24. Tak Tik



Semua kepala Divisi berkumpul di sebuah restoran, mereka segera berdiri saat menyambut kedatangan Ivana.


Wanita itu kemudian Berdiri dan mulai memimpin rapat darurat yang diadakan untuk membahas tentang korupsi Divisi bagian pengadaan dan perbekalan.


"Meskipun Talita sudah mendapatkan bukti laporan keuangan kantin tetap saja dia tidak bisa menyentuh kita. Kali ini biar kepala kantin yang akan menjadi pengganti dan mengakui semua kesalahannya. Jangan khawatir aku akan menjamin kekuarga mu selama kau di penjara," ucap Ivana


"Untuk kepala Divisi sebaiknya mulai hati-hati dari sekarang, sang harimau sudah mulai memburu mangsanya jadi tetap waspada," imbuhnya


Ia kemudian membagi-bagikan amplop coklat yang berisi uang kepada para Divisi yang hadir.


"Maaf untuk bulan ini aku hanya memberi kalian lebih sedikit dari biasanya, karena aku memberikan lebih untuk kepala kantin yang bersedia menjadi pengganti untuk menutupi dosa-dosa kalian," tukas Ivana


"Lalu bagaimana dengan pengambil alihan perusahaan, bukankah kau sudah berjanji akan mengambil alih Aditama Group setelah Ibu Ratna meninggal?"


"Tentu saja, tapi waktunya belum tepat. Kalian tahu kan kalau aku sudah memegang kunci Adi jadi jangan khawatir, kalau cuma harimau kecil seperti Talita, aku bisa membunuhnya hanya dengan sekali tembak," jawab Ivana


Ivana memang memiliki pengaruh sangat besar di Aditama Group. Ia mampu mengendalikan para kepala Divisi karena ia memiliki rekam kriminal mereka yang ia dapatkan dari assisten pribadinya yang seorang hacker.


Ia menggunakan kelemahan para kepala Divisi dan juga Direksi untuk menekan mereka agar memberi dukungan kepadanya.


Selain memegang kelemahan para direksi ia juga selalu royal dengan membagikan uang hasil korupsinya kepada bawahannya itu agar mereka tidak berpaling darinya.


Kesetiaan mereka kuat karena Ivana selalu membantu mereka saat mereka mendapatkan kesulitan.


Diwaktu yang bersamaan dua orang anak buah Ivana terus membuntuti Talita yang hendak mendatangi rumah seorang karyawan yang dirawat di rumah sakit karena di duga keracunan makanan.


Tiba-tiba ditengah perjalanan mobil Talita mengalami bocor ban.


Ia segera turun untuk mengeceknya.


"Ah sial, kenapa pakai ban pakai kempes segala!" keluh Talita


Ia menatap ke sekitarannya namun tak menemukan bengkel di sana, yang ada hanya jalanan sepi.


Ia kemudian menelpon Gala untuk meminta bantuan, namun pemuda itu begitu sibuk hingga tak sempat mengangkat telepon darinya. Ia hanya mengirim pesan agar ia segera menjemputnya karena mobilnya mogok.


Karena tak mendapatkan balasan dari Gala, Talita pun menghubungi nomor bengkel langganannya.


Saat ia menunggu kedatangan montir bengkel, dua orang anak buah Ivana turun dan menghampirinya.


Talita begitu terkejut saat melihat dua orang membawa senjata tajam mendekatinya.


Kejadian ini tidak pernah ada dalam kehidupan ku sebelumnya, apakah takdir ku sudah berubah, apa aku akan mati sekarang,


Talita berusaha mundur menghindari para penjahat itu.


Saat ia mencoba melarikan diri salah seorang dari mereka langsung menangkapnya.


"Kau tidak bisa lari lagi sekarang," ucap Pria itu kemudian mendorong Talita hingga terhempas ke jalanan.


Talita tiba-tiba mengalami rasa sakit kepala yang begitu hebat hingga membuat gadis itu terus memegangi kepalanya.


Kenapa kepalaku rasanya sangat panas, sakit, apa aku akan mati lagi??


Gala yang melihat pesan Talita segera melesat menyusulnya. Beruntung pemuda itu berada tak jauh dari tempat Talita berada hingga ia bisa dengan cepat tiba di sana


Pria itu begitu terkejut saat melihat seorang pria menodongkan senjata kerahnya.


Ia segera turun dari mobilnya dan menyambar tubuh Talita.


Samar-samar terdengar suara letusan senjata api membuat gadis itu tak sadarkan diri.


"Talita, talita!!" terdengar suara Gala memanggil-manggil namanya mengguncang tubuhnya.


Pria itu kemudian meletakkan tubuh Talita dan segera berdiri. Ia menatap nanar kearahnya sambil mengepalkan tangannya.


Gala segera menghindar saat sebuah peluru melesat kearahnya, ia kemudian melepaskan tendangan melintang membuat pria itu jatuh seketika.


Melihat rekannya tumbang seorang lelaki lainnya langsung melepaskan jap keras kearah Gala.


Pemuda itu semakin menggila saat sang lawan berhasil menghajarnya, ia langsung membalasnya dengan sebuah tinju yang membuat lawannya langsung jatuh seketika.


Melihat kedua lawannya sudah tumbang, Gala segera menghampiri Talita dan membawanya ke rumah sakit.


Cukup lama Gala menunggu dokter memeriksa Talita. Ia akhirnya bisa bernafas lega saat sang dokter keluar dan memberitahunya jika Talita baik-baik saja.


"Ia hanya mengalami trauma, jadi mungkin dia akan sedikit lebih lama berada di sini,"


"Ok dok, Terimakasih,"


Gala segera masuk dan menghampiri Talita yang masih terlihat murung.


"Are you ok ( apa kamu baik-baik saja ) ?" tanya Gala


Talita hanya mengangguk, gadis itu terlihat lebih pendiam dari biasanya membuat Gala merasa ia seperti orang lain.


"Aku tahu kamu pasti ketakutan, jangan khawatir sekarang aku akan selalu berada di sisimu untuk melindungi mu," ucap Gala kemudian memeluknya


Baru kali ini ada seseorang yang benar-benar mempedulikan aku, apa kau benar-benar dikirim Tuhan untuk membantuku,


Talita menyadari jika Gala benar-benar tulus menyayanginya. Entah kenapa ia tiba-tiba merasa bersalah karena sudah memanfaatkan pemuda itu.


"Maafkan aku Ga," ucap Talita terlihat gusar


"Untuk apa?"


"Karena aku sudah menyeret mu dalam masalahku, maafkan aku juga yang sudah memanfaatkan dirimu untuk membalaskan dendam ku. Sekarang aku ingin mengakhiri semuanya, aku tidak mau kau berada dalam bahaya jika berada di dekat ku," jawab Talita


"Meskipun aku tidak berada di sisimu aku tetap dalam bahaya, kau tahu kenapa?" tanya Gala


Talita menggelengkan kepalanya.


"Karena aku juga tidak sebaik yang kau bayangkan, aku bukan Gala sang Casanova yang tampan dan kaya, sebenarnya aku tidak lebih dari seorang preman yang berdasi," jawab Gala


"Kau tahu kan kalau seorang preman itu pasti memiliki banyak musuh, jadi kau jangan merasa bersalah padaku. Justru aku sangat senang karena bisa mengenal mu, bagiku kau seperti pelita yang menerangi hidupku yang gelap gulita," imbuhnya


"Dalam keadaan seperti ini kau masih saja menggombal dasar player!" sahut Talita memukuli pemuda itu


Setelah mengetahui Talita sudah cukup tenang Gala kemudian menanyakan kepadanya tentang preman-preman yang berusaha membunuhnya.


"Apa kau mencurigai seseorang?" tanya Gala


"Ivana, aku yakin dia pelakunya," jawab Talita


"Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan jika mereka adalah orang-orang suruhan Ivana,"


Gala kemudian memberitahu sebuah berita online yang mengabarkan tentang kepala kantin Aditama Group menyerahkan diri ke polisi.


"Jadi ia sudah menyadari jika aku berusaha menyelidiki kasus korupsinya maka ia mengirimkan seorang pengganti untuk mengakui kesalahannya, dasar brengsek!" gerutu Talita


"Melawan orang-orang seperti Ivana tidak bisa dengan menyerangnya secara langsung. Kalau kau ingin menghancurkannya maka kau harus menghancurkan sumber kekuatannya," jawab Gala


"Maksudnya??"


"Kita harus menghancurkan sumber keuangannya, karena orang-orang seperti dia akan tetap survive karena memiliki banyak uang yang bisa memuluskan semua aksinya. Tapi coba kalau ia tak memiliki uang apa para bawahannya itu akan tetap mendukungnya??" jawab Gala