
Kenapa tubuhku mendadak menggigil
Talita menghentikan langkahnya saat merasakan dirinya kedinginan, ia menatap wajahnya ke cermin.
Kenapa aku terlihat begitu pucat??
Talita yang mengira ia hanya kelelahan dan kurang istirahat, tak mempermasalahkan kondisinya dan segera keluar dari toilet
Sementara itu Gala segera menarik Talita, saat melihat gadis itu keluar dari toilet.
"Kau tahu aku begitu merindukan kamu, rasanya satu jam tak mendapat kabar darimu seperti setahun gak ketemu," ucap Gala memeluk erat Talita
"Ya ampun, lebai banget sih!" cibir Talita langsung melepaskan Gala
"Kamu benar-benar jahat Ta, harusnya kamu kasih tahu aku jika kamu ada masalah seperti ini jadi aku gak khawatir. Kau tahu aku jira kau pergi meninggalkan aku karena bosan, makanya aku datang mencari mu," tandas Gala
"Terus kalau udah ketemu mau apa?" sahut Talita
"Mau peluk kamu, mau cium kamu sepuasnya," jawab pemuda itu kemudian menciumi Talita hingga gadis itu begitu malu Karena dilihat oleh banyak orang
"Udah dong, malu tahu!" seru Talita berusaha melepaskan Diri dari Gala
"Kenapa harus malu, kamu ini kan calon istriku jadi gak masalah kan,"
"Iya sih, tapi kita bisa kan melakukannya di tempat lain yang tidak ramai,"
"Oh jadi kamu suka kita melakukan di tempat yang sepi ya, yaudah ayo!" seru Gala kemudian menarik gadis itu pergi
Namun tiba-tiba ia terkejut saat melihat tangan Talita begitu dingin dan terasa begitu lembek.
Melihat sesuatu terjadi dengannya membuat Talita langsung menarik lengannya.
"Apa yang terjadi padamu, apa kau sakit?" tanya Gala begitu khawatir
Namun Talita yang tahu jika usianya tak lama lagi segera pergi meninggalkan Gala.
"Tidak mungkin, aku belum boleh pergi sekarang, aku harus membuat Rosa dan Rehan menikah lebih dulu agar aku bisa mati dengan tenang," ucap Talita mengusap air matanya
"Talita tunggu!" seru Gala mengejarnya
Talita segera masuk kedalam mobil dan melesat pergi meninggalkan Gala.
"Ah sial!" pekik Gala saat kehilangan jejak wanita itu
Ia mencoba meneleponnya, namun Talita tak mengangkat panggilannya.
"Apa dia marah padaku, ah... kenapa aku harus melakukan hal bodoh seperti tadi, pasti dia malu. Sebaiknya aku tidak mengganggunya dulu, mungkin dia butuh waktu untuk sendiri."
************
Talita yang merasa waktunya tak banyak lagi segera menemui sang ayah.
Setibanya di rumah, Talita segera menemui Adi di kamarnya.
"Tentu saja, lagipula Rosa juga sudah membaik, aku yakin kau bisa menjaga adikmu itu selama aku tidak ada. Meskipun dia bukan adik kandung mu, ayah harap kau akan menyayanginya seperti adikmu sendiri. Maaf ayah harus pergi," ucap Adi berpamitan
"Rosa akan menikah dengan Rehan, apa kau tidak ingin melihatnya menikah?"
"Apa kau yakin Ivana akan menyetujuinya?" tanya Adi membuat Talita terperanjat Mendengarnya
"Jadi ayah sudah tahu kalau Rosa adalah putri Ivana?"
"Aku sudah tahu sebelum kau mengetahuinya," jawab Adi
"Lalu kenapa ayah diam saja, kenapa ayah tidak mengusirnya dari rumah ini atau melakukan sesuatu kepada Ivana,"
Adi hanya menghela nafas panjang, lelaki itu sebenarnya ingin memberitahu sesuatu kepada putrinya namun ia tak mau membebani gadis itu.
"Selama ini aku hanya diam karena aku tidak mau sesuatu terjadi denganmu. Aku terpaksa melakukan semua yang diperintahkan oleh Ivana karena untuk menyelamatkan dirimu. Aku tidak mau dia melakukan sesuatu yang buruk kepadamu, seperti yang dia lakukan terhadap ibumu," jawab Adi
seketika Talita terkesia penuturan ayahnya ternyata selama ini lelaki itu mengetahui semuanya.
Namun ia begitu penasaran kenapa ia membiarkan Ivana menekannya selama ini. Sebenarnya ada rahasia apa yang membuatnya begitu takut kepada wanita itu.
"Sebenarnya apa yang ayah sembunyikan dariku, hingga ayah membiarkan dia menginjak-injak keluarga kita?" tanya Talita penasaran
Adi hanya tersenyum getir menanggapi pertanyaan Talita.
"Baiklah, mungkin sudah saatnya kau tahu semuanya. Lagipula aku akan merasa lega jika kau tahu,"
Adi kemudian menceritakan alasan kenapa ia selama ini lebih memilih diam selama ini.
"Masalah adalah ada pada diriku, dulu aku menikahi ibumu bukan karena cinta tapi demi mendapatkan kekayaannya, dulu aku berjanji kepada Ivana akan segera mengakhiri pernikahan ku dengan Ratna setelah aku mendapatkan harta itu darinya. Tapi aku terlanjur mencintai Ratna dan tak mau berpisah dengannya terlebih saat tahu anak Ratna meninggal, aku tak tega meninggalkannya saat ia bersedih. Namun dari sekretaris ku aku tahu jika putriku masih hidup. Saat itu aku sangat bahagia, tapi kebahagiaan itu tak berlanjut lama karena Ivana justru menjadikan mu sebagai alat untuk menekan ku. Aku sadar jika Ratna pasti akan marah padaku dan bisa saja mengusir ku dan mengambil kembali semua miliknya yang sudah ia berikan padaku saat tahu jika selama ini aku sudah menipunya. Tapi aku tak tak bisa membiarkan ia memusuhi mu karena kau adalah putriku. Itulah alasannya kenapa aku tidak memberitahukan dia kalau kamu adalah anak kandungnya," terang Adi
"Jadi itu juga alasan ayah meninggalkan aku dan pergi ke luar negeri?" tanya Talita tak percaya
"Benar sayang, aku tidak mau kau menanggung semua kejahatan ayah. Aku tidak mau kalau kau menanggung malu karena memiliki ayah seperti diriku," jawab Adi
"Tentu saja aku tidak akan malu ayah, apapun sanksi yang akan aku dapat nanti karena Ivana membeberkan rahasia masa lalu ayah, aku tidak peduli. Bagiku setiap orang punya alasan kuat saat melakukan sesuatu, entah itu alasan baik atau buruk tetap saja aku tidak bisa menyalahkan dirimu. Lagipula kau juga sudah membuktikan kalau kau bukanlah suami yang jahat, kau tidak pernah meninggalkan ibuku ataupun menyakitinya selama menjadi suaminya. Justru Ibu bahagia karena memiliki suami seperti dirimu," jawab Talita
"Jika semua orang berpikiran positif seperti dirimu, mungkin ayah tak akan pergi meninggalkan dirimu. Kau tahu bagaimana tabiat paman dan bibimu bukan, mereka pasti akan menjadikan kejahatan ku sebagai alasan untuk merebut harta benda milik ibumu dan mengusir kita berdua, dan aku tidak mau itu terjadi. Biarlah aku yang akan menanggung semuanya dan kau bisa hidup nyaman disini," tutur Adi
"Jadi kau tetap akan pergi meskipun Rosa akan menikah besok?"
"Rosa memiliki ayah kandung yang masih hidup, jadi ayah tak wajib menjadi walinya," jawab Adi
Sore itu Talita memutuskan mengantar sang ayah ke Bandara.
Seolah tak mau berpisah dengannya, Gadis itu memeluk erat Sang ayah, karena ia tahu ia tak akan bertemu lagi dengannya.
Talita melambaikan tangannya melepas kepergian sang ayah.
Ia terisak saat melihat pria itu meninggalkannya.
Meskipun aku tak bisa melihat mu lagi, namun aku bahagia karena aku tahu ternyata kau meninggalkan aku bukan karena membenciku tapi kau meninggalkan aku karena menyayangiku, ayah maafkan aku yang selama ini membencimu...