
Aditama begitu terkejut saat mendapati mobil Indira sudah kembali seperti semula.
Ia kemudian menanyakan tentang rem mobil tersebut yang blong, namun para mekanik menjawab kalau rem mobil itu tak bermasalah
"Saya hanya mereparasi bemper depan yang penyok karena menabrak pembatas jalan dan melakukan cat ulang saja, selain itu tidak ada yang bermasalah," ucap sang mekanik
Adi juga menanyakan siapa yang membawa mobil putrinya ke bengkel tersebut.
Sang mekanik memberitahukan jika petugas derek pihak tol yang mengantar mobil itu ke bengkelnya.
*Rumah sakit tempat Talita di Rawat.
"Bantu aku keluar dari sini, aku harus membuktikan kepada para wartawan itu kalau aku tidak mabuk saat mengemudi," jawab Talita
"Kalau keluar dari sini sih soal gampang, tapi masalahnya polisi sudah menemukan botol-botol minuman keras di mobilmu jadi sulit untuk membuktikan jika kamu memang tidak dalam pengaruh minuman keras saat mengemudi, jadi mungkin sebentar lagi mereka akan segera menangkap mu," jawab Gala
"Mereka menemukan botol miras di mobilku?" tanya Talita tak percaya
Gala langsung mengangguk dan memperlihatkan sebuah berita online kepadanya.
"Aku yakin pasti ada yang berusaha menjebak ku," ucap Talita
"That's right baby, Kalau gitu ayo kita kabur sebelum polisi datang," jawab Gala
Baru saja mereka akan keluar dari ruangan tersebut, terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar tersebut.
"Telat," ucap Gala segera membuka pintu ruangan itu
Dua orang polisi langsung memborgol Talita dan membawanya ke kantor polisi.
"Aish sial, tenang saja sayang aku pasti akan datang untuk membebaskan mu,"
Gala segera menghubungi pengacaranya untuk menanyakan kasus Talita.
Setibanya di kantor polisi Talita langsung diinterogasi oleh pihak penyidik.
"Sudah ku bilang aku tidak mabuk, aku menabrak pembatas jalan karena rem blong!" seru Talita bersikeras saat pihak penyidik terus menudingnya dalam pengaruh alkohol saat kecelakaan tersebut terjadi
"Tapi pihak bengkel mengatakan kalau rem mobil anda baik-baik saja, lalu siapa yang berbohong anda atau pihak bengkel?" ucap seorang penyidik membuat Talita semakin kesal
Aditama yang datang menjenguk putrinya membenarkan ucapan sang penyidik.
"Sudahlah, sebaiknya kau iyakan saja perkataannya, lagi pula meskipun kau sedang mabuk mereka tidak akan memenjarakan dirimu karena ayah menjadi jaminan agar kau tidak di tahan,"
"Tetap saja aku harus meluruskan kebohongan ini, aku yakin mereka sengaja ingin menjatuhkan harga diriku untuk tujuan tertentu. Meskipun aku belum tahu apa tujuan mereka tapi aku harus menggagalkan rencana mereka kali ini," ucap Talita bersikeras
"Kalau begitu kenapa kau tidak melakukan tes urine saja, dengan begitu semuanya akan terjawab tanpa ada pihak yang tersakiti," ucap Gala tiba-tiba muncul di tempat
"Benar sekali, kenapa aku tidak terpikirkan olehku," ucap Talita langsung memeluk Gala
"Thanks Gala,"
Pemuda itu masih terkesiap saat melihat sosok Talita yang memeluknya dengan hangat.
Ia segera sadar saat gadis itu meninggalkan ruangan itu dan Aditama terus memperhatikannya.
"Ah maaf aku hanya sedikit terbawa emosi," ucap Gala kemudian berlari menyusul Talita
"Dasar anak muda,"
Setelah dua jam menunggu hasil tes pun keluar.
Talita begitu bahagia saat mendengar hasilnya negatif. Ia segera keluar dari kantor polisi dan melakukan konferensi pers untuk menunjukkan hasil tes urine nya.
Melihat telekonferensi Talita membuat Ivana begitu geram hingga mengamuk di hadapan anak buahnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi, apa kau yakin sudah melakukan apa yang aku minta!" seru Ivana menarik dasi pria itu
Pria itu langsung mengangguk.
"Apa kau yakin sudah mencekokinya dengan minuman keras seperti yang aku suruh?" tanya Ivana lagi dengan seringai di wajahnya
"Aku hanya menyiramkan minuman itu ke tubuhnya, karena susah petugas derek keburu datang," jawab pria itu terbata-bata
*Plaakkk!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah pria itu.
"Aku sudah menduganya, kau memang tidak becus!" seru Ivana kemudian mendorong pria itu hingga terhempas ke lantai
"Kau tahu akibat dari kebodohan mu ini, aku jadi kehilangan kesempatan untuk mengacaukan harga saham Aditama Group!!"
"Aarrgghhh!!"
Setibanya di rumah Talita langsung merebahkan tubuhnya.
"Sepertinya aku harus menyelidiki kasus ini, aku yakin ini bukan sekedar untuk menjatuhkan nama baikku saja, tapi ada tujuan lain yang lebih besar,"
Ia segera meminta salinan rekaman CCTV untuk melihat siapa orang yang membawanya ke rumah sakit.
Namun ia harus kecewa saat mengetahui kamera CCTV nya sudah di pangkas.
"Aish sial, aku yakin ia sudah merencanakannya dengan matang hingga sengaja menghilangkan jejaknya,"
Gagal mendapatkan bukti di gerbang tol, ia kemudian mendatangi bengkel tempat mobilnya di reparasi.
Ia juga memeriksa CCTV di tempat itu, namun ia tak menemukan apapun.
Karena tidak menemukan jejak pelaku, Talita kemudian pergi meninggalkan bengkel membawa mobilnya.
Saat ia hendak turun ia melihat sesuatu terjatuh di dalam mobilnya.
"Hmm, apa ini?"
Talita mengambil sebuah kancing baju yang terlepas.
"Hanya kancing baju,"
Namun ia mengurungkan niatnya saat hendak membuang kancing baju itu.
"Semoga saja suatu hari nanti kancing baju ini akan berguna,"
*********
Malam harinya Rosa mengajak Talita ke sebuah kafe untuk merayakan keberhasilannya mendapatkan penghargaan sebagai model kampus.
"Wah kau pasti sangat senang makanya sampai merayakannya bersama ku," ujar Talita
"Tentu saja karena kamu adalah satu-satunya saudaraku, sekaligus temanku," jawab Rosa
Dasar jal*ng licik, kau memang pandai bersilat lidah. Semua orang boleh saja terpengaruh dengan ucapan mu, tapi tidak denganku,
Tidak lama Rehan menghampiri mereka.
"Maaf aku terlambat karena ada urusan tadi," ucap Rehan kemudian segera duduk
"Katanya hanya aku satu-satunya temanku, tapi kau malah mengundang Rehan, ck, ck, ck!"
"Maaf kak, aku lupa memberitahu kaka kalau Kak Rey sekarang menjadi sahabat dekatku,"
"Sahabat dekat, aku yakin hubungan kalian pasti lebih dari sahabat," sindir Talita
"Tidak Tata, kami memang hanya berteman saja," jawab Rehan
Kau bilang hanya berteman, tapi matamu terus saja tertuju padanya. Dasar munafik. Harusnya dari dulu aku sadar jika mereka sudah saling mencintai,
Talita terus memperhatikan Rehan yang terus menatap kearah Rosa.
Tidak lama Rosa pergi ke toilet, tidak lama Talita menyusulnya.
Ia sengaja bersembunyi saat melihat gadis itu keluar dari toilet.
Ia kemudian membuntuti adiknya dari kejauhan.
Ia menyeringai saat melihat Rosa memberikan sesuatu kepada seorang bartender.
"Jadi kau sengaja memasukkan obat tidur ke minumanku dan menjebak ku agar aku tidur dengan Rehan dan menikah dengannya. Tapi kenapa Rosa melakukan semua itu, bahkan dulu sebelum aku merebut Gala darinya iapun melakukan hal serupa padaku, sebenarnya apa yang ia rencanakan," karena penasaran ia terus mengikuti Rosa
Ia segera menghentikan langkahnya saat mendengar Rosa berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
"Semuanya sudah aku lakukan sesuai perintah mamah, aku yakin kali ini akan berhasil," jawab Rosa kemudian mematikan ponselnya
"Mamah??" Talita terlihat mengernyitkan keningnya saat mendengar Rosa memanggil seseorang dengan panggilan mamah
Siapa wanita yang dipanggilnya mamah?
Meskipun rasa penasaran menyelimuti pikirannya kini, namun Talita buru-buru kembali ke mejanya sebelum Rosa tiba di sana.
Tidak lama seorang pelayan mengantarkan minuman untuk mereka.
"Selamat menikmati," ucap pramusaji tersebut kemudian meninggalkannya
Talita segera memerintahkan Gala untuk menghubungi Rosa.
Betapa bahagianya Rosa saat menerima panggilan dari pria yang disukainya itu.
Ia kemudian beranjak dari duduknya untuk mencari tempat yang nyaman untuk berbincang dengannya.
Melihat rencananya berhasil, Talita langsung menukar minumannya dengan punya Rosa.
Kali ini aku akan membuat kamu yang akan menikah dengan Rehan??