Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 13. Siasat



"Apa kau benar-benar akan menghancurkannya ibu?" tanya Rosa saat tahu Ivana akan menemui Ivan


"Dia sudah menghancurkan putriku, jadi dia harus membayar semua yang ia lakukan padamu. Tenang saja aku tidak akan membunuhnya tapi aku ingin memberinya sedikit pelajaran," jawab Ivana


Mengetahui perusahaan GR Retail sedang mengalami krisis membuat Ivana menghubungi rekan bisnisnya.


Ia menemui Gareth Evans dan memintanya untuk berinvestasi di GR Retail.


10 November 2021, Gedung GR Retail.


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," bisik asisten pribadi Gala


"Siapa?"


"Gareth Evans dari Paramount Retail (PR),"


"Mimpi apa aku semalam sampai aku ditemui oleh Perusahaan Retail terbesar di dunia,"


Gala segera menggandeng lengan Talita dan mengajaknya menemui tamunya.


"Bukankah kau adalah sekretaris Om Adi?" tanya Gala begitu terkejut saat melihat Ivana bersama Gareth Evans


"Benar, saya memang sekretaris Aditama Group, tapi di luar jam kerja saya juga bekerja sebagai seorang penerjemah," jawab Ivana


"Perkenalkan saya Ivana Salim, juru bicara Mr. Gareth Evans dari PR Retail," ucap Ivana memperkenalkan dirinya


"Oh begitu rupanya, silakan duduk," jawab Gala


Gala kemudian memperkenalkan dirinya kepada Gareth Evans. Ia juga menanyakan maksud kedatangan pria itu.


Gareth memberitahukan maksud kedatangannya kepada Gala. Pemuda itu menyambut baik kerja sama yang di tawarkan oleh Evans.


Keduanya kemudian menandatangani perjanjian kerjasama di saksikan oleh Ivana dan juga Talita.


PR Retail adalah perusahaan retail internasional yang menjadi pemasok barang - barang murah dari Cina.


Bukankah perusahaan itu perusahaan yang bagus dengan harga saham stabil? . Lalu apa kesalahan Gala sehingga usaha GR Retail mulai menurun dan bangkrut.


Jangan bilang ini semua karena ulah Ivana??


Meskipun banyak pertanyaan yang menganggu pikirannya tetap saja Talita tak bisa berbuat banyak saat Gala memutuskan untuk menerima tawaran kerjasama dengan PR Retail.


"Kenapa kamu diam saja," tanya Gala saat melihat Talita yang terus melamun


"Apa kamu kecewa karena aku tak memberimu hadiah spesial di hari kelulusan kamu?" ucap Gala


"Sepertinya begitu," jawab Talita dingin


"Kalau begitu sebutkan saja apa permintaan mu, aku pasti akan mengabulkannya,"


"Makan saja yang banyak," jawab Talita


"Tidak ku sangka kau begitu perhatian padaku, thanks sayang,"


Gala kemudian memberikan sebuah kado kecil kepada Talita.


"Maaf aku tidak sempat membeli sesuatu yang berharga, jadi hanya itu yang bisa aku berikan padamu sebagai hadiah atas kelulusan kamu,"


"Terimakasih," jawab Talita datar


Ia kemudian memasukkan hadiah itu ke dalam tasnya.


"Apa kau tak penasaran isinya?" tanya Gala


"Untuk apa penasaran kalau aku sudah bisa menebaknya,"


"Ck, ck,ck, kau memang luar biasa tak salah aku memilih mu menjadi tunanganku," ucap Gala


********


Seorang wanita terlihat menangis tersedu-sedu saat melihat perabotan rumahnya dikeluarkan secara paksa dari rumahnya.


"Tolong jangan usir kami, aku janji akan membayar uang sewa rumah sore ini. Putramu belum kembali jadi tolong beri kami kesempatan,"


"Kau pikir rumah ini panti sosial yang bisa menampung orang-orang miskin seperti kalian secara gratis. Kalau kalian tak punya uang kenapa tak tinggal di kolong jembatan saja," ucap pemilik rumah kemudian meninggalkannya


Tentu saja Wanita itu sangat berterima kasih kepada gadis muda itu.


"Terimakasih sudah membantu kami, aku janji akan melunasinya suatu saat nanti,"


"Tidak perlu repot-repot, lagipula aku membantu kalian ikhlas kok," jawab Rosa


"Tidak ku sangka selain cantik kau juga memiliki hati yang baik. Kalau begitu masuklah dulu, biar aku buatkan teh untukmu,"


Rosa mengikuti wanita itu masuk kedalam rumahnya. Tidak lama seorang pemuda datang terengah-engah memasuki ruangan itu.


"Ibu!" seru pemuda itu langsung menghampiri wanita paruh baya yang sedang berbincang dengan Rosa.


"Syukurlah kau akhirnya pulang juga nak,"


"Apa ibu baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah gusar


"Tentu saja, seperti yang kau lihat ibu dan adikmu baik-baik saja. Semua ini karena bantuan mbak Rosa. Dia yang sudah membayar uang sewa rumah kita,"


"Rosa??" Rehan langsung menoleh kearah gadis di sebelahnya


Ia terkejut saat melihat Rosa yang dimaksud ibunya adalah wanita yang selama ini ia sukai.


Setelah mengucapkan terimakasih atas bantuannya Rehan kemudian mengajak gadis itu berjalan-jalan di taman tak jauh dari rumahnya.


"Aku tak mengira kalau kau akan datang menolong keluarga ku, aku sangat berterima kasih untuk hal itu,"


"Tidak usah berlebihan, lagipula aku juga tidak tahu kalau mereka adalah keluarga mu. Aku hanya sedang lewat saja dan tidak sengaja melihat mereka mengusir ibumu. Karena aku tak tega melihat orang lain menderita maka aku langsung menolongnya." jawab Rosa


"Aku tahu kau adalah gadis yang baik, dan keluarga mu pasti sangat beruntung karena memiliki anak sebaik dirimu. Oh iya...kalau kau butuh sesuatu bilang saja padaku, meskipun aku tidak bukan orang kaya tapi aku akan berusaha untuk membantumu semampuku,"


"Kalau begitu datanglah ke acara ulang tahunku," jawab Rosa dengan wajah ceria


"Ulang tahun??"


"Benar, dua hari lagi aku akan berulang tahun, jadi jangan lupa datang dan berikan aku kado spesial ok,"


******


Sementara itu Talita mulai bekerja di Aditama Group menggantikan posisi ibunya sebagai Kepala Divisi Eksekutif.


Ivana menyambut kedatangannya dengan senyuman sinis.


"Selamat datang di Aditama Group, semoga kau betah di sini,"


Ivana mengantar Talita menuju ke ruang kerjanya.


Wanita itu tampak tak percaya melihat ruang kerjanya.


Akhirnya aku kembali lagi ke ruang kerjaku. Aku masih ingat dulu aku begitu ingin pindah dari divisi ini karena tempat ini begitu menakutkan. Ruangan ini begitu horor hingga aku meminta ayah memindahkan aku ke Divisi Humas. Tapi setelah kepergianku dari divisi ini tiba-tiba ayah memutus untuk pergi ke luar negeri dan menitipkan semua tanggung jawab kepada Ivana.


Talita kemudian memeriksa beberapa dokumen yang tergeletak di mejanya.


Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya di hari pertamanya bekerja di sana.


"Sepertinya pikiran ku sedang buntu sehingga aku tidak bisa mengingat semuanya. Sepertinya aku memerlukan makanan yang pedas untuk membangkitkan semangat kerjaku," Talita kemudian keluar dari ruangannya untuk mencari makanan


Tidak lama ia kembali dengan membawa camilan pedas di tangannya. Ia terkesiap saat melihat tumpukan dokumen yang tadi ada di mejanya tiba-tiba menghilang.


"Dimana dokumen-dokumen itu, bukankah tadi ada di sini, tapi kenapa semuanya tiba-tiba menghilang??"


Talita kemudian keluar dari ruangannya dan menanyakan kepada bawahannya tentang dokumen di mejanya yang tiba-tiba menghilang.


"Kau pasti kaget karena semua dokumen di mejamu menghilang bukan, maafkan aku jika sudah membuat mu terkejut. Sebenarnya aku yang sudah mengambil alih dokumen tersebut, aku tidak mau memberatkan mu di hari pertama bekerja. Makanya aku membantu mengerjakannya," ucap Ivana


"Oh begitu rupanya, terimakasih atas bantuannya," jawab Talita kemudian kembali ke ruang kerjanya


Hari pertama bekerja Talita hanya duduk sambil menghabiskan camilan tanpa mengerjakan apapun hingga membuatnya bosan.


"Kalau kau bosan, bisa pulang lebih awal. Lagipula hari ini adalah hari ulang tahun adikmu bukan. Aku tahu kau pasti ingin memberikan kejutan di hari ulang tahunnya, jadi selamat bersenang-senang,"


Bagaimana dia tahu hari ini adalah hari ulang tahun Rosa, dan kenapa ia begitu baik padaku?