Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 12. Tanda tanya



Sepertinya banyak pembaca yang penasaran dengan sosok Ivana dan Rosa, siapa sih mereka, yuk baca flash back bentar.


*Flashback


29 Januari 1999


*Plakkk!!


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah tampan Aditama. Seorang wanita cantik mendaratkan telapak tangannya tepat di wajah tampan sang mempelai pengantin pria.


"Teganya kau mengkhianati ku, apa ini balasan mu atas apa yang sudah aku lakukan untukmu, dasar brengsek sampai matipun aku tidak akan pernah memaafkan mu Adi!" seru Ivana dengan wajah penuh dendam


Gadis itu segera meninggalkan pesta pernikahan itu dengan penuh dendam.


Malam harinya Adi sengaja memasukan obat tidur kedalam minuman istrinya agar ia bisa menemui Ivana.


Ia mendatangi gadis itu di kosannya. Ivana yang sudah begitu membenci pria itu langsung mengusirnya saat ia tiba di depan kamar kosannya.


Namun bukan Aditama namanya jika menyerah dan langsung pergi saat menerima penolakan dari kekasihnya.


Ivana yang begitu geram menyiramnya dengan air dan terus memukulinya untuk meluapkan kemarahannya.


"Pukulah aku sepuasnya jika itu bisa membuat mu lebih tenang," ucap Adi kemudian memeluk gadis itu saat melihatnya terisak


"Mungkin aku memang tak pantas mendapatkan maaf darimu. Seperti yang kau tahu aku menikahi Ratna karena kekayaannya, kau tahu ia mengidap tumor ganas dan hidupnya tak lama lagi. Dokter memvonisnya hidupnya hanya tinggal satu tahun lagi atau jika ada keajaiban maka ia bisa bertahan paling lama dua tahun. Jika aku menjadi suaminya maka aku akan menjadi pewaris kekayaan Grup Tempo. Dan jika aku sudah menjadi Presdir Grup Tempo maka aku akan merubah namanya menjadi Aditama Group agar perusahaan itu benar-benar menjadi milikku sepenuhnya. Waktu dua tahun adalah waktu yang sangat singkat, kau mau kan menunggu ku hingga saat itu tiba. Aku berjanji akan menjadikan mu sebagai istriku," terang Aditama


"Apa kau tidak bohong?" jawab Ivana


"Bagaimana mungkin aku berbohong padamu, kau tahu aku sampai membuat istriku tertidur agar aku bisa meluruskan kesalahpahaman ini,"


Malam Itu Adi berhasil meyakinkan Ivana untuk tetap menunggunya hingga kematian Ratna.


Namun siapa yang bisa merubah takdir Tuhan, meskipun Ratna sudah divonis usianya tak akan lama justru semakin sehat dan membaik.


Ia bahkan mengandung di usia kedua pernikahannya.


Tentu saja hal ini membuat Ivana geram, ia menuduh jika Aditama sengaja membohonginya dengan kondisi Ratna.


"Aku tidak menyangka kau tega membohongi aku. Kau bilang sebentar lagi dia mati tapi apa dia malah segar bugar. Kau juga bilang tak mencintainya tapi kalian punya anak, dasar buaya!" seru Ivana memukuli pria itu


"Kau tahu bukan aku paling suka di bohongi, dengar baik-baik...selama ini kau sudah membuat hidupku seperti neraka dan aku pastikan kau juga akan mengalami hal yang sama denganku, tunggu saja!" imbuh Ivana


Kekecewaan Ivana terhadap Aditama membuatnya menjadi seorang wanita pendendam. Ia bahkan melampiaskan dendamnya dengan menculik bayi yang baru dilahirkan oleh Ratna istri Aditama.


Ia yang tak tega membunuh seorang bayi, sengaja menyerahkan bayi itu ie sebuah panti asuhan.


Ratna seperti orang gila saat mengetahui bayinya menghilang. Ia kemudian meminta bantuan polisi dan juga menggunakan kekayaannya untuk mencari anaknya tersebut.


Aditama yang kasian melihat keadaan istrinya yang seperti orang gila terpaksa membohonginya dengan mengatakan jika ia sudah menemukan bayinya namun sudah meninggal.


Keadaan Ratna semakin memburuk saat tahu bayinya meninggal.


Untuk mengembalikan kondisi istrinya Aditama kemudian mengajaknya pergi ke panti asuhan untuk mengadopsi seorang anak.


Seorang sekretaris Aditama merekomendasikan seorang bayi perempuan yang berumur sama dengan anak Ratna yang meninggal.


Anna sekretaris Adi kemudian mengurus dokumen adopsi bayi tersebut.


Ivana yang cemburu melihat kedekatan Adi dan Anna berusaha menyingkirkan wanita itu dari kehidupan Adi.


Mulai dengan menyebarkan rumor jika Talita adalah anak haram dari hubungan gelap Adi dan Anna.


Anna yang tak terima dengan tuduhan itu segera melakukan tes DNA terhadap Talita dan dirinya. Ia juga tak lupa mencocokkan DNA Talita dengan Aditama.


Ivana yang ketakutan saat tahu Anna melakukan tes DNA berusaha mencuri hasil tes DNA itu dari Anna.


Hari itu Anna begitu terkejut saat mengetahui hasil DNA Talita identik dengan Aditama.


"Bagaimana mungkin orang yang tak sedarah bisa memiliki DNA yang sama?"


Karena penasaran Anna kemudian bertanya kepada dokter spesialis, menanyakan tentang DNA Talita yang begitu identik dengan Aditama.


"Sudah tidak di ragukan lagi pasti ia adalah ayah biologis bayi itu, tidak ada manusia yang memiliki DNA yang identik kecuali memiliki hubungan darah," jawab Sang Dokter membuat Anna tercengang


"Jika Talita adalah anak kandung Adi, berarti bayi yang dikubur itu bukan anak Adi??"


Hari itu anna berusaha untuk memberitahukan Adi jika Talita adalah putri kandungnya. Namun sayangnya dalam perjalanan Ivana menabrak gadis itu dan mengambil hasil Tes DNA darinya.


Mengetahui jika Talita adalah putri Adi dan Ratna membuat Ivana kembali mendekati Adi.


Ia kemudian menjadi sekretaris Adi menggantikan posisi Anna. Ia juga sengaja menikah dengan pria lain agar Adi tidak curiga kepadanya.


Saat memiliki seorang bayi perempuan Ia sengaja menitipkan putrinya ke panti asuhan.


Di usia ke tujuh tahun Talita menderita penyakit langka dimana ia sampai harus dirawat intensif di ruang ICU. Takut kehilangan putrinya lagi Ratna sengaja cuti dari pekerjaannya dan memilih fokus merawat anaknya.


Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Ivana untuk mendekati Ratna.


"Mungkin Talita kesepian selama ini hingga ia stress dan jatuh sakit. Kalau kata orang dulu sih itu tandanya dia minta adik untuk menemaninya,"


"Tapi kondisi ku tidak memungkinkan untuk punya anak lagi. Lalu bagaimana caraku untuk menyelamatkan putriku?" jawab Ratna begitu sedih


"Kenapa ibu tidak mengadopsi anak lagi dari panti asuhan, aku yakin dengan begitu Talita akan segera sembuh dan semakin senang,"


Ratna setuju dan melakukan apa yang disarankan oleh Ivana.


Ivana kemudian menjadikan kesempatan itu untuk memasukkan putrinya Rosa menjadi anak angkat keluarga Aditama.


Flashback off


Nah itulah sekilas kisah bagaimana Rosa dan Talita menjadi anak angkat keluarga Aditama.


Kalau gitu kita lanjut lagi ya ceritanya.


****


PR Retail adalah perusahaan retail internasional yang menjadi pemasok barang - barang murah dari Cina.


Bukankah perusahaan itu perusahaan yang bagus dengan harga saham stabil? . Lalu apa kesalahan Gala sehingga usaha GR Retail mulai menurun dan bangkrut.


Jangan bilang ini semua karena ulah Ivana??


To be continued