Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 32. Gak Papa aku Suka



Sementara itu Ivana begitu kesal karena kehilangan Talita.


Ia memarahi anak buahnya habis-habisan karena lalai hingga kehilangan Talita.


Saat wanita itu melampiaskan kekesalannya kepada anak buahnya, sang suami segera menghentikannya.


"Sudahlah, sebaiknya kita pakai cara kedua saja,"


"Apa kau punya rencana lain?" tanya Ivana


"Waktuku tidak banyak, jadi kita harus cepat dalam bertindak. Aku sudah lama ingin menyingkirkan Evan tapi dia begitu licin seperti belut. Mendengar ia menampakkan putriku aku tidak bisa membiarkan dia bahagia diatas penderitaan Rosa. Jika aku tidak bisa membunuhnya setidaknya aku harus mematikan bisnisnya seperti ia menghancurkan bisnis judi mu," terang Rudy


"Bagaimana caranya??" tanya Ivana


"Bakar gudang GR Retail," jawab pria itu


Ivana tersenyum simpul mendengar jawaban suaminya. Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk membakar gudang GR Retail.


Pagi harinya berita tentang terbakarnya gudang GR Retail menjadi headline news di semua televisi nasional dan media online.


Kerugian besar yang dialami perusahaan retail terbesar itu memicu kekhawatiran para investor hingga ramai-ramai menjual saham mereka.


Aksi penjualan saham secara besar-besaran ini memicu penurunan harga saham GR Retail.


Meskipun Gala sudah melakukan konferensi pers dan mengumumkan jika perusahaannya baik-baik saja, tetap saja para investor ketakutan jika mereka harus menanggung kerugian karena kebakaran gudang tersebut.


Belum reda berita kebakaran gudang GR Retail, Ivana kembali membakar sebuah cabang GR Retail yang ada di Bogor dan Depok.


Tentu saja kebakaran ini semakin membuat GR Retail merugi. Meskipun menghadapi ujian bertubi-tubi Gala terlihat begitu tenang dan tidak meledak-ledak.


Sebagai seorang pimpinan tertinggi GR Retail ia berusaha menjaga nama perusahaannya agar tetap baik di mata masyarakat.


Tiga kali mengalami kasus kebakaran membuat kondisi keuangan perusahaan morat-marit hingga GR Retail terancam gulung tikar.


Penjualan yang terus merosot karena kalah saing dengan bisnis penjualan online yang menjual barang lebih murah.


"Jadi ini alasannya yang membuat Rosa dulu meninggalkan Gala, ia begitu terpuruk saat perusahaan miliknya terancam gulung tikar, kalau begitu aku harus menemui Gala. Ia tidak boleh pergi karena ia bisa mengalami kecelakaan. Jika aku bisa merubah takdir ku maka akh juga bisa merubah takdir Gala,"


Talita segera bergegas menemui Gala di kantornya.


Ia sengaja meminta pria itu untuk menunggunya.


"Sayang, aku buru-buru bagaimana kalau kita ketemu lain kali saja,"


"Gak mau pokoknya aku mau ketemu kamu sekarang, sekarang aku udah otw ke kantor kamu dan hampir sampai, so jangan kemana-mana sampai aku datang ok!"


"Iya, tapi cepat ya sayang, soalnya aku harus menghadiri pertemuan penting," jawab Gala


"Memangnya lebih penting mana daripada aku?" tanya Talita.


"Tentu saja kamu dong sayang, bagi ku kamu adalah segalanya," jawab Gala


Talita tersenyum bahagia saat mendengar jawaban Gala, baginya itu adalah jawaban terjujur yang pernah ia dengar dari seorang pria.


"Andai saja dulu aku lebih dulu mengenalmu mungkin aku tidak akan menikah dengan Rehan dan mati mengenaskan,"


Talita tak bisa berkata-kata setelah mendengar jawaban Gala.


Ia menghentikan mobilnya di basement Gedung GR Retail dan segera bergegas menuju ke ruang kerja Gala. Setibanya di sana ia langsung memeluk erat tunangannya.


"Maafkan aku yang tak bisa membantu apapun di saat kamu sedang mengalami semua ujian ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kau cepat bangkit dari keterpurukan. Aku juga hanya bisa memberimu semangat dan terus berada di sisimu menemani mu saat kau terjatuh," ucap Talita menghiburnya


"Terimakasih sayang, bagiku dukungan dan semangat dari kamu adalah hal yang paling aku butuhkan saat ini. Karena aku tahu aku bisa kehilangan semuanya tapi aku tak bisa kehilangan dirimu," jawab Gala


Mungkin ini adalah ciuman terindah yang pernah aku rasakan seumur hidupku dan tidak pernah akan aku lupakan sampai aku mati,


Gala mengusap air mata Talita yang tiba-tiba menetes dari sudut matanya.


"Kenapa kamu menangis, apa aku sudah membuat mu bersedih?" tanya Gala


"Tentu saja tidak, aku hanya begitu bahagia. Aku bahagia karena aku memiliki dirimu. Kamu adalah lelaki pertama yang mencintaiku dengan sepenuh hatimu, aku tidak menyesal sudah berusaha merebut mu dari adikku. Meskipun aku tahu pada akhirnya kita tidak akan bersama tapi setidaknya aku bahagia karena pernah menjadi wanita yang kau cintai," jawab Talita


"Sebenarnya ada apa, kenapa kamu jadi Melo gini. Kemana Talita ku yang selalu tegar dan galak?" tanya Gala membuat gadis itu tersenyum mendengarnya


"Apa aku tidak boleh menjadi melo dan manja saat denganmu?"


"Tentu saja boleh dan harus. Karena aku suka jika kamu menjadi cewek manja," jawab Gala mengusap lembut rambut Talita


Suara ponsel Gala berdering membuat pria itu langsung mengangkatnya.


"Kenapa??" tanya Talita saat melihat wajah kecewa Gala


"Investor menunda pertemuannya besok pagi," jawab Gala


"Apa itu karena aku?"


"Tidak sayang, ia ada urusan lain jadi di tunda saja," jawab Gala


"Syukurlah, kalau gitu kita bisa jalan-jalan berdua," ajak Talita


Gala tak bisa menolaknya, lelaki itu kemudian menemani Talita makan di sebuah mall.


Talita tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dengan melakukan foto box dan bermain di arena bermain bersama Gala.


Baginya ia ingin membahagiakan Gala do moment kesedihannya.


Aku bahagia karena hari ini aku bisa menyelamatkan dirimu dari kecelakaan itu. Aku harap hubungan kita semoga akan selalu seperti ini suatu hari ini. Aku ingin kau tetap mengenang ku meskipun kita tidak bersama lagi suatu hari nanti.


Setelah puas menghabiskan waktu bersama dengan Gala, Talita pun mengajak ia pulang.


Gadis itu terlelap saat perjalanan pulang menuju ke rumahnya.


Gala tak berani membangunkannya, lelaki itu justru senang melihat Talita yang terlihat begitu cantik saat sedang tidur.


Terimakasih sudah hadir dalam hidupku, terimakasih juga sudah membuat hidupku lebih berwarna dan terimakasih karena sudah menguatkan aku di saat terpuruk. Terimakasih untuk hari ini, karena kamu sudah membuat ku merasa lebih baik setelah mendapatkan cobaan bertubi-tubi. Tetaplah berada di sisiku dan jadilah istriku.


Gala mencium kening Talita membuat gadis itu seketika membuka matanya.


"Sudah sampai ya, maaf aku ketiduran," ucapnya lirih


"Tidak apa-apa sayang aku malah senang karena kamu begitu menikmati perjalanan kita hingga pulas," jawab Gala


"Maaf ya sayang," jawab Talita


"Wah senengnya dipanggil kamu sayang, boleh diulang lagi gak?" tutur Gala


"Tentu saja sayangku," jawab Talita kemudian mencubit gemas pipi lelaki di depannya.


Karena gemas dengan sikap Talita membuat Gala berkali-kali menciumi wanita itu.


"Jadi hilang kendali kan, sorry sayang," ucap Gala merasa bersalah


"Gak papa kok sayang, aku suka," jawab Talita mengerlingkan matanya