
"Tidak mungkin??" Rosa begitu terkejut saat melihat foto Talita dengan Rehan dari Medina
Wanita itu tak mengira jika suaminya masih memiliki rasa terhadap mantan istrinya itu.
Wanita itu kemudian memutar balikkan sepeda motornya untuk menemui Rehan.
Namun saat perjalanan menuju kantor Medina Group sebuah mobil SUV menabraknya hingg sepeda motor Rosa terbalik ke jalanan.
*Braaakkk!!!
Tak lama terdengar suara bunyi sirine ambulans membawa Rosa ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan istri saya dok," ucap Rehan
"Keadaannya masih kritis, jadi anda berdoa saja semoga ia cepat melewati masa kritisnya," jawab Dokter
Ivana yang mendengar putrinya kecelakaan langsung menjenguknya. Wanita itu langsung menginterogasi Rehan tentang penyebab Rosa kecelakaan.
Rehan menceritakan kecelakaan yang menimpa Rosa.
"Apa kau sudah mengetahui siapa yang menabrak Rosa?" tanya Ivana
"Aku tidak tahu Bu, tapi polisi sedang menyelidiki kasus ini," jawab Rehan
"Kalau kamu mengandalkan polisi sampai kapanpun kau tidak akan menemukan pelakunya," jawab Ivana kesal wanita itu kemudian menghampiri Rosa di ruang perawatannya.
Ivana kemudian mencari ponsel putrinya untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.
"Aku yakin bisa menemukan petunjuk dari ponsel Rosa, karena tidak mungkin ia berusaha pergi lagi setelah pulang kerja jika tidak ada urusan mendesak,"
Ivana berhasil menemukan ponsel Rosa yang tersimpan dalam tas kerjanya. Ia kemudian memeriksa ponsel tersebut.
Ia terkesiap saat melihat photo kiriman dari Medina yang memperlihatkan kedekatan Rehan dengan Talita.
"Aku yakin, ini pasti karena photo ini. Dia pasti sengaja ingin mengkonfirmasi foto ini kepada suaminya,"
Ivana segera menemui Rehan dan meminta penjelasan tentang foto tersebut.
"Aku dan Talita tidak ada hubungan apapun Ibu, aku dan Talita sedang makan malam bersama Bu Medina juga untuk membicarakan bisnis jadu kami tidak berduaan waktu itu. Aku yakin Rosa salah paham. Ibu tahu kan kalau Rosa itu over posesif banget sama aku, jadi ya begitulah," jawab Rehan
"Jangan bohong Rehan, aku tahu kau itu lelaki seperti apa. Tidak mungkin ada api tanpa ada asap bukan. Awas saja jika aku menemukan keterlibatan mu dalam kecelakaan ini maka aku akan membunuh mu," jawab Ivana
Wanita itu kemudian mengunjungi bengkel tempat motor Rosa di perbaiki.
Setelah memastikan motor putrinya baik-baik saja, Ivana memerintahkan tangan kanannya untuk memeriksa lokasi kejadian kecelakaan.
Sementara itu ia menemui Talita di kantornya.
"Lama tak bertemu apa kabarmu Talita?" sapa Ivana
"Alhamdulillah aku baik-baik saja, silakan duduk," jawab Talita mempersilakan wanita itu duduk
Tanpa basa-basi Ivana langsung menyampaikan maksud kedatangannya menemui Talita. Ia bahkan langsung menunjukkan foto wanita itu sedang bersama menantunya Rehan.
Talita tersenyum tipis melihat Foto tersebut.
"Siapa yang sudah mengirimkan foto ini padamu?" tanya Talita dengan enteng
"Kau tidak perlu tahu siapa yang mengirimnya, namun kau harus tahu karena foto ini putriku sekarang terbaring di rumah sakit," jawab Ivana
"Kalau begitu kenapa kau tidak mendatangi orang yang mengirimkan foto ini saja, kenapa harus mendatangi ku?" ucap Talita seketika membuat Ivana semakin kesal dengannya hingga menggebrak meja kerjanya
"Apa kau masih belum sadar juga, karena dirimu putriku sekarang celaka. Apa kau sengaja melakukannya untuk membalas dendam kepadaku?"
"Aku tidak pernah ingin membalas dendam padamu atas apapun yang kau lakukan padaku dan keluarga ku. Biarlah Tuhan yang akan membalas semuanya. Apa kau tidak bertanya pada menantumu kenapa kami bertemu?" tandas Talita balik bertanya
"Meskipun aku sangat ingin membalas perlakuan mantan suamiku dan juga Rosa, tapi aku tidak akan sampai hati untuk membunuhnya," jawab Talita
"Tetap saja kau terlibat dalam kasus ini. Lihat saja aku pasti akan menyeret mu ke penjara," ancam Ivana
Perempuan itu kemudian meninggalkan Talita setelah mengungkapkan semua kekesalannya.
Talita kemudian mengunjungi Rosa untuk melihat kondisi adik angkatnya tersebut. Ia bahkan menyempatkan diri untuk memeriksa lokasi dimana Rosa mengalami kecelakaan.
Lelaki itu segera melaksanakan perintah Talita untuk mengecek rekaman CCTV tempat itu.
Sementara itu Talita bahkan sengaja menemui Rehan dan mengajaknya untuk makan siang.
"Apa Ibu mertua mu tidak keberatan, jika kau pergi meninggalkan putrinya?" tanya Talita saat melihat pria itu menghampirinya
"Tentu saja tidak, ia justru senang karena selalu mengira aku akan menyakiti putrinya," jawab Rehan
"Apa dia begitu membencimu?"
"Kau tahu sendiri bagaimana dia tidak menyetujui pernikahan ku dengan Rosa," jawab Rehan
"Begitu rupanya," Talita kemudian memesankan beberapa menu makanan untuk mereka
Rehan tampak bahagia saat mengetahui jika Talita masih mengingat makanan favoritnya.
"Ternyata kau masih mengingat semua makanan favorit ku, Thanks Ta," ujar pria itu begitu terharu
Talita terus mengamati gestur lelaki itu saat bersamanya.
"Apa kau tahu kenapa Rosa mengalami kecelakaan?" tanya Talita membuat pria itu seketika menghentikan makannya
Ia kemudian menceritakannya semuanya kepada Talita.
"Aku tidak tahu persis apa yang membuatnya kecelakaan, aku hanya tahu ia ditabrak sebuah mobil SUV saat hendak menyusul ku ke kantor,"
"Bagaimana kau tahu dia akan menyusul mu ke kantor?"
"Karena sebelumnya Rosa menanyakan padaku tentang foto kita," jawab Rehan
"Foto kita?" Talita pura-pura tidak tahu untuk mengorek lebih dalam tentang kejadian tersebut
"Aku gak tahu siapa yang mengambil foto kita saat makan malam bersama Medina sehingga membuat Rosa begitu marah saat mengetahui foto tersebut dari Medina," jawab Rehan
"Kalau begitu Medina yang memotret kita, bukankah tidak mungkin ia memiliki foto kita berdua jika tidak mengambilnya sendiri?" jawab Talita
"Apa Rosa dan Medina begitu dekat sehingga ia sengaja memata-matai kita dan memberitahu Rosa tentang pertemuan kita?" imbuh Talita
"Kalau itu aku tidak tahu, aku hanya tahu kalau Medina itu sahabat Dika Atasan Rosa. Kalau Dika dan Rosa memang dekat tapi kalau Medina aku belum tahu," jawab Rehan
"Sekarang aku tahu siapa yang menyebabkan Rosa kecelakaan," jawab Talita membuat Rehan tercengang
"Siapa?" tanya Pria itu penasaran
"Selain pelaku penabrak Rosa tentu saja tersangka utamanya adalah Medina karena dia adalah pemicu semuanya. Aku tidak tahu apa motiv wanita itu sengaja memprovokasi Rosa dengan pertemuan kita, tapi aku yakin dia memiliki motivasi tersembunyi saat melakukan semua ini, dan aku akan segera mengetahui apa motivnya,"
Setelah selesai makan dengan Rehan, Talita berniat menemui Medina.
Sementara itu Medina terburu-buru membawa Mobilnya ke bengkel.
Ia memerintahkan para teknisi untuk mereparasi mobilnya yang terlihat penyok dan baret.
"Sepertinya baretnya susah di hilangkan Bu, bisa hilang sih kalau di cat duko, tapi prosesnya agak lama,"
"Berapa lama?" tanya Medina
"Satu Mingguan Bu, karena kita harus mencari cat yang sesuai dengan warna mobil ibu dulu,"
"Apa tidak bisa lebih cepat lagi?"
"Tidak bisa Bu,"
"Ya sudah kalau begitu lakukan saja semuanya, aku mau yang terbaik. Aku mau mobilku kembali seperti semula,"
"Ok siap Bu," .
Setelah pulang dari Bengkel Medina begitu terkejut melihat Talita sudah menunggunya di kediamannya.
"Ada keperluan apa kamu datang ke rumahku?" tanya Medina
"Aku hanya ingin mengecek mobilmu saja. Dimana mobilmu sekarang, kenapa kau mengganti mobil mu?" tanya Talita membuat wanita itu seketika pucat pasi