Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 55. Mencari Pelaku sebenarnya 2



Setelah pulang dari Bengkel Medina begitu terkejut melihat Talita sudah menunggunya di kediamannya.


"Talita??"


Gadis itu langsung melambaikan tangannya saat melihat kedatangan Medina.


"Ada keperluan apa kamu datang ke rumahku?" tanya Medina


"Aku hanya ingin mengecek mobilmu saja. Dimana mobilmu sekarang, kenapa kau mengganti mobil mu?" tanya Talita membuat wanita itu seketika pucat pasi


"Mobilku ada di garasi, memangnya ada apa?" jawab Medina


Talita kemudian keluar untuk melihat mobil di garasi Medina.


Talita kemudian menghampiri Medina setelah melihat mobilnya di bagasi.


"Bukan mobil itu yang aku cari, tapi mobil ini," tutur Talita menunjukkan rekaman CCTV yang dikirim oleh Ardan kepadanya


Seketika tubuh Medina terasa lemas saat melihat mobilnya menabrak sepeda motor Rosa.


"Tidak mungkin, aku tidak pernah berniat mencelakai Rosa," jawab Medina begitu panik


"Kalau kau tidak berniat mencelakai Rosa lalu kenapa kau menabraknya, kenapa juga kau mengirimkan fotoku dengan Rehan kepadanya, apa kau sengaja melakukannya karena masih menyukai Rehan?" cecar Talita membuat gadis itu begitu ketakutan dibuatnya


"Bukan aku pelakunya, bukan aku yang menabrak Rosa!" seru Medina berusaha memastikan Talita jika bukan wanita itu yang menabrak istri Rehan.


"Katakan saja di kantor polisi nanti," jawab Talita kemudian pergi


Tidak lama dua orang polisi datang menangkap Medina. Wanita itu tak bisa berkelit dan hanya bisa mengikuti mereka.


Medina yang panik segera menghubungi pengacaranya, untuk membantunya saat polisi menginterogasinya . Ia tak lupa menghubungi Dika untuk memberikan jaminan padanya.


Lelaki itu begitu terkejut saat mengetahui Medina menjadi tersangka dalam kasus tabrak lari Rosa.


Dika tak habis pikir bagaimana sahabatnya itu bisa melakukan hal jahat hanya demi seorang pria


"Kenapa kau begitu gegabah!" seru Dika


"Percayalah Dik, bukan aku pelakunya," ucap Medina


"Kalau bukan kamu pelakunya terus siapa, kenapa juga mobilmu yang tertangkap CCTV menabrak motor Rosa?. Sudahlah akui saja semuanya agar kamu mendapatkan keringanan hukuman," jawab Dika


"Percayalah padaku, bukan aku pelakunya. Aku juga bingung kenapa mobil itu begitu mirip dengan mobilku. Bahkan plat nomornya pun sama,"


Medina kemudian menceritakan jika saat kejadian dirinya sedang berada di kantornya bersama Rehan.


"Ah benar, Rehan...aku rasa dia akan menjadi saksi yang akan membebaskan aku,"


Medina kemudian memberitahukan polisi tentang Rehan.


Keesokan harinya Rehan datang sebagai saksi. Kesaksian dari Rehan membuat Medina berhasil keluar dari penjara.


Wanita itu dibebaskan berdasarkan bukti-bukti yang diberikan oleh Rehan. Sebagai rasa terimakasih kepada Rehan karena sudah membebaskannya dari penjara, Medina pun mengajak pria itu untuk makan malam bersama.


"Terimakasih Rey, ternyata kau masih peduli denganku," ucap Medina


"Tentu saja aku selalu peduli padamu, jika tidak mana mungkin aku memberikan kesaksian untuk mu," sahut Rehan


"Sebenarnya apa alasanmu memotret aku dengan Talita dan mengirimnya kepada Rosa?" tanya Rehan


Medina terlihat gugup, ia bahkan beberapa kali meneguk air putih untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Katakan saja, aku tidak akan pernah memberitahukan kepada siapapun alasan mu melakukan hal itu," imbuh Rehan


Mendengar penjelasan wanita itu membuat Rehan langsung memeluknya. Pria itu mengusap lembut rambutnya, "Aku Pun memiliki perasaan yang sama, apa kau akan menerima ku lagi meskipun aku masih berstatus suami Rosa?" tanya Rehan


Medina pun mengangguk, Rehan tersenyum senang mendengar jawaban wanita itu.


*Tiga tahun sebelumnya....


Rehan dan Medina adalah sepasang kekasih sebelum pria itu mengenal Talita ataupun Rosa.


Dahulu Rehan memang dikenal sebagai seorang pria yang suka mengencani cewek-cewek kaya. Namun semuanya berubah saat bertemu dengan Rosa. Ia mengira jika Rosa adalah seorang putri kandung Aditama sehingga ia memutuskan Medina yang saat itu akan bertunangan dengannya.


Medina begitu depresi saat diputuskan oleh Rehan.


Wanita itu bahkan berkali-kali hendak melakukan upaya bunuh diri karena kekecewaannya kepada Rehan.


Namun Dika sahabatnya berhasil meyakinkan wanita itu untuk tidak melakukan hal konyol.


Dika berjanji akan membantu Medina untuk memisahkan Rehan dan kekasihnya agar ia kembali kepada Medina.


*Flashback off


Pagi itu Rosa mulai membuka matanya. Ivana begitu senang saat melihat putrinya siuman, ia kemudian memanggil dokter untuk memeriksa kondisinya.


Tidak lama dokter pun datang dan segera memeriksa Rosa.


"Kondisinya sudah membaik, semoga ia bisa segera pulih agar bisa beristirahat di rumah," tutur sang dokter kemudian meninggalkan ruangan itu


Ivana akhirnya bisa bernafas lega setelah mengetahui kondisi putrinya sudah membaik.


"Rehan dimana Bu?" tanya Rosa mencari suaminya


Ivana hanya mengangkat bahunya karena wanita itu tak melihat Rehan dari kemarin.


"Entahlah, si brengsek itu sudah tak kelihatan batang hidungnya dari kemarin," jawab Ivana


"Mulai sekarang, sebaiknya kau lupakan saja pria itu, ia sama sekali tidak pernah mempedulikan mu lagi," imbuhnya


Rosa segera mencari ponselnya, wanita itu berniat menghubungi suaminya.


Namun ia langsung membuang ponselnya saat menerima pesan mms dari nomor yang tak dikenal.


Gadis itu seketika menangis sejadi-jadinya membuat Ivana penasaran apa yang terjadi padanya.


Wanita itu segera mengambil gawai pipih yang tergeletak di lantai. Ia langsung mengeluarkan sumpah serapahnya saat melihat foto Rehan dan Medina yang tidur dalam satu ranjang.


"Dasar bajingan, aku sudah mengira ini akan terjadi. Lelaki seperti dirimu memang tidak akan pernah bertahan dengan wanita miskin seperti putriku. Aku yakin kau hanya menginginkan harta saat mendekatinya bukan karena cinta," ujar Ivana


Saat wanita itu hendak menghubungi Assisten pribadinya, Rosa langsung melarangnya.


"Sudahlah Bu, kita tidak perlu membalasnya. Aku sadar mungkin ini teguran dari Tuhan atas apa yang dulu aku lakukan kepada kak Lita. Sekarang aku tahu bagaimana rasanya dikhianati orang yang kita sayang di saat kita sedang terpuruk dan membutuhkannya. Dulu aku juga melakukan hal yang sama saat kak Talita sakit, kami bahkan hampir membunuhnya hanya dengan demi menguasai hartanya. Mungkin ini adalah karma dari Tuhan atas apa yang sudah aku lakukan kepada ke Talita," ujar Rosa terisak


Tidak lama Talita datang mengunjungi rasa bersama dengan Gala. Rosa segera meminta maaf kepada Talita dan menceritakan semua kejadian yang menimpanya kepada kakak angkatnya tersebut.


"Sekali lagi aku minta maaf Kak, sekarang aku sadar aku dulu begitu jahat kepadamu. Sekarang Tuhan sudah menghukum ku," ucap Rosa sambil terisak


Wanita itu kemudian menunjukkan pesan MMS yang diterimanya kepada Talita.


"Ternyata pelakunya orang yang berbeda. Aku yakin dia adalah orang yang berusaha menabrak mu." ucap Talita


"Bagaimana kau bisa tahu?" jawab Rosa


"Sepertinya dia sangat menginginkan kamu berpisah dengan Rehan," jawab Talita