
Hari yang dinantikan pun tiba, Gala menepati janjinya datang ke kediaman Aditama.
Melihat kedatangan Gala bersama kedua orang tuanya tentu saja membuat Rosa tahu kalau kedatangan keduanya untuk membahas kembali pertunangan mereka yang sempat gagal.
Gala kemudian menyampaikan maksud kedatangannya, "Kedatangan saya hari ini adalah untuk melamar Talita,"
Seketika raut wajah Rosa yang tadinya ceria berubah menjadi muram. Ia tak mengira jika Gala benar-benar akan bertunangan dengan Talita.
"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya gadis itu dengan raut wajah gusar
"Bukankah harusnya kau bertunangan denganku, lalu kenapa kau malah berpaling dari ku dan memilih kakakku. Sebenarnya apa salahku hingga membuat mu tega melakukan hal ini padaku?. Jangan bilang kau memilih kak Talita karena dia adalah pewaris Aditama Group?" ucap Rosa dengan wajah bengisnya
"Ah...soal itu, sejujurnya...."
"Sejujurnya aku sudah mengandung anak Gala," ucap Talita memotong ucapan Gala
Tentu saja semua orang tampak terperanjat mendengar ocehan gadis itu.
"Apa kalian sudah?" tanya Rosa dengan wajah tak percaya
"Tentu saja, maaf jika aku sudah membuat mu kecewa, namun sebenarnya jauh sebelum mengenalmu aku dan Gala sudah saling jatuh cinta dan menjalin hubungan. Tampaknya ia belum bisa move on dariku hingga menjebak ku ke sebuah malam panjang yang penuh gairah hingga akhirnya...." Talita menghentikan ucapannya dengan mengelus-elus perutnya dengan raut wajah sedih
Seketika Rosa menangis tersedu-sedu mendengar cerita Talita.
"Ayah maafkan aku, aku sama sekali tak mau merebut Gala dari Rosa. Tapi mungkin ini yang namanya jodoh, meskipun Rosa mati-matian mempertahankan hubungannya dengan Gala, tapi jika Allah menghendaki ia berjodoh denganku maka terjadilah hal ini," imbuh Talita bersimpuh di kaki ayahnya
Ah sial, bagaimana dia pandai mengarang cerita seperti itu, dasar kalajengking manis!
Gala benar-benar terkesima melihat akting Talita yang begitu apik hingga membuat semua orang percaya kepadanya.
"Sudahlah jangan bersedih, aku tahu kau anak yang baik dan tak mungkin menyakiti adikmu sendiri. Mungkin kau benar, semuanya sudah takdir Tuhan. Nasi sudah menjadi bubur, semuanya sudah terjadi jadi tak mungkin diperbaiki lagi. Bagiku Gala akan menikahi mu ataupun adikmu aku tidak masalah, toh kalian sama-sama putriku. Kalian yang akan menjalani hidup ini jadi kalian juga yang harus menentukan dengan siapa akan menghabiskan sisa hidup kalian kelak," jawab Aditama
"Aku setuju denganmu Adi, asal kalian bahagia aku juga ikut bahagia," sambung ayah Gala
"Syukurlah kalau begitu. Aku lega mendengarnya, terimakasih ayah atas pengertiannya," ucap Talita tersenyum simpul saat melihat gurat kekecewaan di wajah Rosa.
Sementara itu Rosa yang masih tak terima dengan keputusan Gala yang memilih menjadikan Talita sebagai tunangannya berusaha menggagalkan acara pertunangan mereka.
Gadis itu sengaja mengurung Talita di sebuah gudang agar tak bisa datang ke acara pertunangannya.
Selama aku masih hidup aku tak akan membiarkan siapapun mengambil milikku,
Rosa segera memakai gaun yang seharusnya dipakai oleh Talita dan bergegas menuju ke Ballroom hotel untuk menggantikan Talita.
Setibanya di tempat acara, Ia begitu senang saat melihat Gala tampak panik karena tak melihat Talita di tempat itu.
Pria itu berjalan mondar-mandir sambil berusaha menghubungi wanita itu.
"Ayo angkat telponnya angkat!" Seru Gala begitu berang
"Meskipun kau menelponnya berkali-kali dia tidak akan pernah mengangkat telpon darimu. Asal kau tahu dia hanya memanfaatkan dirimu. Jadi jangan berharap dia akan datang karena aku yakin dia tidak akan pernah datang!" ucap Rosa
Kini bukan lagi Gala yang panik namun juga keluarganya mulai ikut panik.
"Meskipun aku sempat sakit hati karena kau sudah mengkhianati aku, tapi tetap saja aku tak tega membiarkan mu dipermalukan seperti ini oleh Talita. Aku bersedia menjadi tunangan mu kembali menggantikan Talita," ucap Rosa menawarkan diri
"Tidak perlu repot-repot, karena aku sudah hadir di sini!" ucap Talita membuat Rosa tak mengira ia bisa keluar dari dalam gudang.
Bagaimana mungkin ia bisa keluar dari sana??
Dua jam sebelumnya....
Talita merasa aneh saat melihat Rosa tak berbuat sesuatu di hari pertunangannya.
Ia tahu benar bagaimana karakter adiknya tersebut yang akan melakukan berbagai cara saat mainan miliknya diambil olehnya saat mereka kecil
Belajar dari pengalaman masa lalu membuat Talita lebih waspada saat berurusan dengan Rosa adiknya.
Ia sengaja menyelipkan sebuah pisau kecil di bawah high heelsnya.
Dan ternyata insting Talita pun terbukti, Rosa sengaja memasukkan obat tidur kedalam minumannya dan mengikatnya di gudang.
Dengan pisau kecil di bawah high heelsnya Talita berhasil melepaskan diri dari ikatannya. Ia keluar dari gudang dengan mendobrak pintunya.
Mengetahui gaunnya hilang karena dipakai oleh Rossa, maka Talita sudah menyiapkan baju cadangan untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang sudah diprediksi olehnya.
"Kau pikir kau bisa menyingkirkan aku, jangan salah di kehidupan yang sekarang aku tidak akan menjadi pecundang lagi. Aku akan berusaha mengalahkan dirimu, bagaimanapun caranya,"
*Flashback off
Acara pertunangan mereka berjalan dengan lancar. Rosa yang kalah telak melampiaskan kekesalannya dengan minum-minuman keras di sebuah bar.
"Kenapa aku sekarang begitu membencinya, aku bahkan ingin membunuhnya!" seru Rosa kemudian berteriak keras mengutuk dan terus memaki Talita.
Ivana yang mengetahui putrinya tampak kacau langsung menghampirinya dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
"Sadarlah, apapun yang terjadi kau tidak boleh merusak image mu sebagai anak baik-baik. Jadikan ini sebagai pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati melawan Talita. Seperti yang kau tahu kita tak bisa meremehkan dia lagi, karena dia sudah berubah dan menjadi seorang monster kecil yang tak terduga," terang Ivana mencoba menasihati putrinya
"Tetaplah menjadi Rosa yang baik hati dan ramah, karena dengan begitu kau bisa mengambil hati ayahmu. Banyak jalan menuju ke Roma, jadi jangan menyerah hanya karena seorang Gala. Kalau mau aku bisa mengenalkan dirimu dengan anak konglomerat lain yang lebih kaya dan tampan darinya, jadi jangan bersedih!"
********
Sementara itu Talita sengaja mengajak Gala ke sebuah tempat dimana ia ingin merayakan keberhasilannya menjadi tunangan lelaki itu.
"Makam?, jadi kamu ingin merayakan pertunangan kita di makam?" Gala mengernyitkan keningnya saat tahu Talita mengajaknya ke makam ibunya
"Ibu, sekarang aku sudah bertunangan dengan Gala, aku sengaja mengajaknya ke sini agar kau tahu kalau aku ingin juga merasakan kebahagiaan yang ku rasakan. Meskipun kau sudah bahagia di sana, aku harap kau mau memberikan restumu kepada kami," ucap Talita
"Jadi kau datang ke sini hanya untuk meminta restu ibumu, tenang saja aku yakin dia akan merestui hubungan kita. Meskipun semua orang menganggap ku sebagai seorang Casanova tapi sekarang aku berjanji akan selalu menjaga hatiku hanya untukmu," ucap Gala