Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab. 31. Rahasia



Para pria itu kemudian mendorong Talita kesebuah gudang kosong dan menguncinya.


Talita yang begitu ketakutan segera menggedor-gedor pintu ruangan itu meminta untuk dikeluarkan.


Namun tak seorangpun yang mendengar ucapannya apalagi mengeluarkan wanita itu dari tempat itu.


Talita yang putus asa kemudian duduk bersandar di tembok bangunan tersebut.


Ia semakin takut saat mendengar jika orang-orang tersebut akan mengurung Talita dan menyiram air panas kepada gadis itu.


Mendengar mereka akan merusak wajahnya membuat Talita ketakutan. Ia berusaha untuk keluar dari tempat itu untuk menyelamatkan diri. Namun sayangnya ia tak bisa berbuat apa-apa karena terkurung dalam sebuah penjara .


Tidak lama seorang pria membuka ruangan itu dan memberi makanan untuknya.


"Makanlah, karena sebentar lagi kau akan di eksekusi maka kau harus mengisi perutmu agar kau tidak mati dalam keadaan lapar!" seru pria itu melemparkan sepiring makanan padanya.


Talita menatap makanan itu kemudian memakannya sedikit. seperti pesan pria itu Talita untuk tidak membiarkannya mati dalam keadaan kelaparan, Talita akhirnya menghabiskan makanannya hingga tak bersisa.


Setelah kenyang ia kembali duduk ke tempatnya semula. Saat ia mengusap tangannya ke tembok untuk membersihkan kotoran yang menempel tiba-tiba ada sesuatu yang terbuka membuat gadis itu langsung menjauh.


Matanya membelalak saat melihat sebuah jalan rahasia.


Talita segera masuk kedalam lorong tersebut san mengikutinya. Tidak lama ia sudah mendapati dirinya berada di salah satu ruangan gedung Aditama Group.


Ia tak menyangka jika ada pintu rahasia di gedung itu yang terhubung dengan sebuah gudang tua.


Ia tak memikirkan apapun karena ia merasa senang bisa lolos dari cengkraman Ivana.


Ia kemudian menghubungi Gala dan memberitahukan pemuda itu kalau dirinya berhasil lolos dari Ivana.


Mendengar ucapan Talita membuat Gala segera bergegas menemui gadis itu untuk memastikan ia baik-baik saja.


Gala segera memeluk Talita saat melihat gadis itu di depannya.


"Sebenarnya apa yang mereka inginkan sehingga berusaha mengurungku dan ingin menghancurkan wajahku." ujar Talita


Gala Kemudian memberitahu Talita jika hal itu mungkin saja terjadi untuk karena mereka ingin menyingkirkan Talita agar Rosa yang mendapatkan warisan dari Aditama," jawab Gala


"Benar, itu jawabannya. Tapi masalahnya adalah kenapa ada pintu rahasia di perusahaan ini yang menghubungkan dengan sebuah gudang tua di pinggiran kota,"


"Mungkin dulu menggunakan lorong ini untuk melakukan transaksi ilegal atau menyelundupkan sesuatu," jawab Gala


"Benar, tapi masalahnya ruangan yang terhubung dengan gudang itu adalah ruang kerja Ibuku," jawab Talita


Ditemani oleh Gala talita kembali ke ruang kerja ibunya dan mencari sesuatu di ruangan itu.


Ia tak sengaja menemukan sebuah dokumen usang yang disimpan dalam tumpukan berkas.


Mata gadis itu seketika berkaca-kaca saat melihat isi dokumen itu.


Talita Hampir pingsan dan tubuhnya limbung setelah membaca dokumen itu membuat Gala langsung menangkap tubuhnya.


"Apa yang terjadi??" tanya Gala penasaran


Talita kemudian memberikan map di tangannya kepada Gala.


Gala tersenyum bahagia saat membaca dokumen tersebut.


"Jadi sebenarnya kau adalah putri kandung Bu Ratna dan pak Adi??" ucap Gala segera memeluk erat Talita.


Gadis itu mengangguk dan kemudian menangis tersedu-sedu di pelukannya.


"Benar, ternyata aku bukan anak angkat mereka tapi aku adalah putri kandung mereka yang selama ini dibuang oleh seseorang di panti asuhan," jawab Talita