
"Apa kata dokter?" tanya Ivana saat menemui Rosa
Gadis itu terdiam, ia bingung harus mengatakan apa. Di sisi lain ia ingin memberitahu ibunya jika ia mengandung anak Rehan, tapi di sisi lain ia juga takut jika ibunya akan memisahkannya dengan pria itu.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ivana lagi dengan nada khawatir
Rosa mengangguk pelan.
"Maafkan Ibu karena kemarin tak sempat menemani kamu berobat karena ibu sedang banyak pekerjaan. Tapi beberkan kamu gak sakit yang aneh-aneh?" Ivana yang khawatir dengan Rosa kemudian memeluknya
"Aku baik-baik saja kok Bu, hanya saja aku terlalu banyak kegiatan hingga aku sampai drop," jawab Rosa
"Syukurlah kalau begitu aku jadi lega mendengarnya," jawab Ivana
"Maaf sayang ibu gak bisa lama-lama temenin kamu karena ada masalah penting yang harus ibu selesaikan," Ivana kemudian mencium kening putrinya sebelum ia meninggalkannya
Wanita itu segera menghampiri asisten pribadinya.
Lelaki itu memberikan sebuah foto Evan Chang dan foto Gala kepada Ivana.
"Apa maksud mu memberikan dua foto ini kepada ku?" tanya Ivana
Lary kemudian memberitahukan kepada Ivana jika Gala adalah Evan Chang. Ia memberitahu wanita itu jika Gala berusaha membalas dendam kepada Ivana atas apa yang sudah ia lakukan pada pemuda itu lima tahun silam.
"Jadi ia sengaja menghancurkan kage judi ku untuk membalas dendam rupanya. Apa dia tahu jika Rosa adalah putriku?"
"Sepertinya dia belum tahu Nyonya, hanya saja ia sengaja menutup kafe itu bukan hanya untuk membalas dendam kepada nyonya, tapi ia juga melakukannya untuk membantu Talita,"
Ivana terkekeh mendengar ucapan Lary. Ia tak mengira jika Gala benar-benar bucin terhadap Talita hingga mencampakkan putrinya.
"Jadi itu alasannya kenapa dia meninggalkan putriku, sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan hingga membuat Gala begitu mencintai upik abu itu,"
Lary kembali memperlihatkan foto-foto kedekatan Talita dengan Gala.
"Apa Talita tahu masa lalu Gala?" tanya Ivana
"Sepertinya dia tidak tahu,"
"Baiklah, kalau begitu. Untuk membunuh seekor harimau maka kita perlu mendatangkan lawan yang sepadan dengannya, menurutmu apa perlu kita mengeluarkan seekor singa untuk mencabik-cabik harimau muda itu?" tanya Ivana
Setibanya di gedung Aditama Group, ia langsung mendatangi ruang kerja Aditama.
Wanita itu kemudian meminta cuti kepada Adi untuk beberapa hari. Ia mengatakan jika dirinya ingin pulang kampung sekaligus berlibur untuk menghilangkan penat.
"Berapa lama kau akan cuti?" tanya Adi
"Hanya satu Minggu saja, aku tahu kau tidak bisa hidup tanpa diriku makanya aku tak bisa lama-lama meninggalkan kamu," jawab Ivana
"Selama aku pergi, aku juga sudah menyiapkan seorang pengganti yang akan menggantikan aku melakukan semua pekerjaan ku jadi kamu tak perlu khawatir,"
"Baiklah, semoga kamu bahagia sekembalinya dari sana,"
Adi pun memberikan izin kepadanya. Lelaki itu tidak lupa memberikan cek kosong kepada wanita itu.
"Isi saja sesuai yang kau butuhkan," ujar Adi
"Terimakasih sayang, kamu memang yang terbaik," ucap Ivana mencium bibir Aditama sebelum meninggalkan ruang kerjanya
Ivana sengaja menggunakan waktu cutinya untuk menemui suaminya yang dipenjara di lapas khusus terdakwa hukuman mati di sebuah pulau di daerah jawa tengah.
Ia sengaja menyuap para sipir disana agar bisa memberikan izin keluar kepada suaminya.
Seorang Lelaki berbadan kekar dipenuhi tato tampak tersenyum saat keluar dari dalam lapas.
"Akhirnya aku bisa menghirup udara segar juga," ucapnya menghampiri Ivana
"Apa kabar sayang," sapa Ivana tersenyum menatap suaminya
"Kabarku selalu baik saat aku bertemu denganmu," jawab pria itu kemudian memeluknya erat.
***********
Gedung Aditama Group,
Ia bertindak cepat membersihkan tikus-tikus kantor yang berusaha menggerogoti keuangan perusahaan.
Semua kepala Divisi yang korup berhasil di singkirkan oleh Talita dan di ganti dengan yang baru hanya dalam waktu dua hari.
Talita merebahkan tubuhnya setelah seharian bekerja keras.
"Akhirnya kelar juga," gadis itu segera membereskan barang-barangnya setelah menerima pesan singkat dari Gala.
"Aku tunggu di bawah, cepatlah turun,"
"Ok," jawab Talita kemudian segera bergegas turun
Saat ia memasuki lift, seorang lelaki diam-diam mengikuti Talita. Meskipun ia tahu dirinya sedang di buntuti oleh seseorang, Talita berusaha bersikap tenang.
Ia sengaja mempercepat langkahnya saat berada di tempat ramai dan berusaha melarikan diri.
Ia kemudian menyalakan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Gala.
"Tolong aku, ada seorang lelaki terus mengikuti ku,"
Saat memastikan lelaki itu tak mengejarnya lagi, ia segera keluar dari persembunyian.
Tiba-tiba saja Talita terkejut saat melihat laki-laki itu muncul di depannya. Talita langsung mendorong lelaki itu saat ia berusaha menangkapnya.
Ia yang beru berlari sekencang-kencangnya,
Gala segera masuk kedalam gedung untuk mencari Talita setelah menerima pesan darinya.
"Talita!!" seru pemuda itu memanggil namanya
Ia segera naik ke lantai dua setelah selesai menyisir lantai satu.
Talita jatuh pingsan setelah pria itu membiusnya. Pria itu kemudian membawa gadis itu pergi.
Melihat seorang pria mencurigakan membuat Gala langsung mengejar pria tersebut.
Keduanya sempat melakukan baku hantam di lobby gedung. Merasa terpojok karena Gala terus menyerangnya membuat pria itu mengeluarkan sebuah pisau kecil dan menyayat lengan pemuda itu.
Setelah berhasil melukai Gala, ia segera kabur membawa pergi Talita.
Gala berusaha mengejar pria itu, namun sayangnya ia harus kecewa karena kehilangan jejaknya.
"Sial!!" pekik Gala begitu geram
Satu jam kemudian....
Talita seketika membuat matanya saat merasakan tubuhnya terasa dingin.
Benar saja, tubuhnya basah kuyup karena Ivana sengaja menyiramkan air untuk membangunnya.
"Selamat datang di surga dunianya Ivana," ucap Ivana tersenyum menatap wajah Talita yang kebingungan
"Kau pasti bertanya dimana ini?"
"Baiklah aku akan memberitahumu dimana kita berada sekarang," ujar Ivana
"Sekarang ini kau sedang berada di kafe kedua ku yang di juluki surga dunianya para mafia," ucap Ivana
"Kau pasti kaget ya Kenapa aku masih punya kafe lain selain kafe judi yang sudah kalian hancurkan,"
"Sepertinya kau begitu menikmati kepergian dari Aditama Group, kau bahkan menyingkirkan semua anak buahku. Kau pikir kau bisa menyingkirkan aku dari sana hah!" seru Ivana menjambak rambut Talita
"Sekarang aku tidak akan membiarkan tikus seperti mu mengacak-acak dapurku. Mulai sekarang aku akan membuat hidupmu hancur agar kau tak berani memunculkan wajahmu lagi untuk selamanya!" ujar Ivana
Wanita itu kemudian menyerahkan Talita kepada seorang pria bertubuh bertato.
Talita meronta-ronta saat saat pria itu menyeretnya pergi.
"Sekarang saatnya memanggil Sang Harimau untuk bertemu dengan sang raja rimba," Ivana kemudian mengirimkan foto Talita yang dijadikan sandera kepada Gala.