
Pagi itu Gala sengaja mengecek kedatangan barang-barang yang ia impor dari China bersama Talita.
Meskipun gadis itu menolaknya seperti biasa Gala tetap mengajaknya tanpa memperdulikan argumennya.
"Kalau kau ingin belajar bisnis kau harus mulainya dengan bangun pagi. Karena semakin pagi kita bangun maka semakin banyak rejeki yang akan kita terima. Seperti kata orang dulu, jangan sampai rejeki kita di patok ayam, jadi kau harus bangun lebih dulu sebelum ayam berkokok!" seru Gala
"Apa, yang benar saja, ini masih pukul empat pagi Gala. Bagaimana kamu bisa masuk kamarku jam segini?"
"Kalau itu soal mudah, aku bisa masuk kapan saja dimana saja menggunakan kunci ajaib ini," ucap Gala memperlihatkan sebuah kawat kecil yang digunakan untuk membobol rumah Aditama
"Kau ini lebih cocok jadi rampok dari pada pengusaha," jawab Talita
"Iya rampok hati kamu eaaa,"
"Dih lebay,"
"Sudahlah ayo cepat bangun, kita tidak punya banyak waktu. Perjalan kita masih panjang," Gala segera menarik lengan Talita dan membawanya keluar dari kediaman Aditama.
Ia sengaja mendatangi pelabuhan untuk mengecek barang-barangnya yang baru tiba dari China.
Ia segera memeriksa barang-barang miliknya setelah turun dari kapal. Gala segera mengecek satu persatu barang-barangnya.
"Tidak ada masalah dengan produknya,"
Setelah mengecek kondisi barang-barangnya, Gala kemudian bersiap untuk pulang.
Ia sengaja mengendarai mobilnya pelan agar bisa mengawal kontainer yang membawa barang-barangnya menuju ke gudang penyimpanan.
"Sepertinya tidak ada masalah, sebaiknya kita pulang saja," ucapnya kembali menyalakan mobilnya
Baru saja Ia akan membelokkan mobilnya tiba-tiba muncul sebuah kontainer serupa yang menggantikan kontainer yang membawa barang-barang impornya.
"Apa-apaan ini kenapa, kontainer ku berpindah arah?"
Gala yang kebingungan saat melihat kontainer miliknya justru mengambil arah berbeda segera mengikutinya.
"Sebenarnya kemana mereka akan membawa barang-barang ku," Gala kemudian menghubungi assistennya untuk mengecek kontainer yang baru tiba di gudang.
Ia menghentikan mobilnya saat melihat kontainer yang dikejarnya berhenti di sebuah gudang tua.
Ia menghela nafas saat melihat puluhan kontainer serupa yang terparkir di sana.
Ia terus memantau dari kejauhan pergerakan orang-orang yang membawa kontainernya.
Seorang pria berbadan kekar turun dan menyerahkan kunci kontainer kepada seorang wanita.
"Sepertinya ini ulah mafia yang sengaja menipu para importir barang-barang China, tidak mungkin mereka bisa melakukannya dengan begitu rapih. Mungkin kalian bisa mengelabui importir lain tapi tidak dengan aku. Di saat genting seperti ini aku harus menggunakan kecerdikan ku agar aku bisa mengungkapkan siapa dalang dari semua ini," ucap Gala
Gala meminta asistennya untuk mengirimkan bantuan ke alamat yang di sharenya. Tak lupa ia juga meminta untuk tidak membuka kontainer yang baru saja datang sebelum ia datang.
Setelah selesai memberikan perintah kepada asistennya kini ia menatap lekat kearah Talita.
"Sebaiknya kau di sini saja, jangan pernah turun dari mobil apapun yang terjadi cukup hubungi polisi saja, apa kau mengerti?" tanya Gala
Talita langsung mengangguk paham.
Ia segera turun dari mobilnya setelah semuanya beres.
"Wah ternyata di sini mereka membawa kontainer milikku, dasar perampok kelas teri beraninya kalian mencuri barang-barang milikku!. Memangnya kalian tidak tahu siapa aku!" seru Gala membuat semua orang langsung menatap bengis kearahnya
Seorang wanita keluar dari dalam gudang. Dengan langkah elegan dan wajah yang tenang ia datang menghampiri Gala,
"Sepertinya anda salah kira, kontainer ini milik kami bukan milik anda, jadi sebaiknya periksa dulu surat-suratnya sebelum menuduh kami mencuri," jawabnya begitu tenang
Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengambil berkas-berkas dalam kontainernya dan menyerahkannya kepada Gala.
"Jangan sembarangan bicara anak muda, jika kau tidak mau mati sia-sia di tempat ini?" ucap wanita itu menyeringai
Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan Gala.
Tanpa pikir panjang Gala langsung menyerang semua anak buah wanita itu.
Melihat Gala dalam bahaya membuat Talita segera menghubungi polisi.
*Buughhh!!!
Sebuah tendangan kerasnya menghantam tubuh Gala hingga pemuda itu terhempas menabrak sebuah kontainer.
*Aarggghh!
Pria itu mengerang kesakitan saat tubuhnya terasa remuk menghantam kontainer.
Seorang pria bertato menghampirinya dan menjambak rambutnya.
"Kau pikir siapa dirimu, berani-beraninya mengobrak-abrik wilayah geng Naga Hitam," ucap pria itu menyeringai menatap wajah Gala
"Cih!!"
Dengan berani Gala meludahi pria itu membuat ia melepaskan tinjunya ke wajah tampan Gala.
"Ular mati dimakan elang bukan??, so bersiaplah untuk mati karena elang sudah datang," Gala segera bangun dan mengeratkan kedua tangannya
"Dasar anj*ng, kita lihat saja siapa yang akan mati,"
Gala menyeringai, ia melompat dan menghantamkan tinju kerasnya kearah pria itu hingga ia langsung tumbang sekali pukul.
Melihat pemimpinnya tumbang membuat anak buahnya langsung menyerang Gala, akan tetapi tidak lama Assisten Gala datang bersama puluhan anggota geng Elang.
Pertarungan kedua geng berakhir saat mendengar suara sirine mobil polisi.
Gala segera menyuruh Deka untuk membawa kontainernya pulang, sedangkan ia sendiri langsung melesat meninggalkan tempat itu bersama Talita.
"Sekarang aku tahu kenapa para konsumen itu protes," Gala membuka ponselnya dan menunjukkan isi kontainer nya kepada Talita.
"Mereka sengaja menukar barang-barang milikku. Tapi untungnya aku genius." ucap Gala membanggakan dirinya.
Ia kemudian menghentikan mobilnya di depan rumah Aditama.
"Sepertinya pelajaran bisnis hari ini cukup sampai di sini sayang, besok kita sambung lagi ok, sekarang kau harus bekerja dan menunjukkan apa kau sudah menangkap semua yang aku ajarkan padamu?"
"Cih, yang benar saja," jawab Talita kemudian segera turun dari mobilnya
"Sayang!" seru Gala membuat Talita menghentikan langkahnya
"Apalagi?" tanya wanita itu mendengus kesal
"Love you, muaach!" ucap Gala tersenyum menatapnya
"Dasar lebay!" ucap Talita kemudian berlalu meninggalkannya
**********
Sementara itu di tempat berbeda Rosa tampak sedang memberitahukan Rehan apa saja yang di sukai oleh Talita.
"Aku gak mau tahu, pokoknya hari ini aku mau kakak harus bisa mengajak Kak Talita jalan," ucap Rosa
"Tapi kan dia sudah tunangan Ros, sulit bagiku menaklukkan hati wanita yang sudah memiliki calon suami,"
"Selama janur kuning belum melengkung kak Talita masih milik umum. Ingat kak Rey bahkan wanita yang sudah bersuami saja bisa berpaling apalagi kakakku baru bertunangan. Aku tahu benar bagaimana karakter Gala, dia itu cuma seorang Casanova kw yang biasanya hanya menyakiti hati wanita dengan sifat mata keranjangnya itu. Jadi aku yakin kau bisa menaklukkan kak Talita dengan sikap lembut dan perhatian kamu,"