Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 42. Pertunjukan seru



Ivana tercengang membaca surat wasiat Ratna.


"Tidak mungkin, aku yakin kau yang menulisnya untuk mengantisipasi situasi ini bukan?" tuduh Ivana


Talita segera memberikan buku diari miliknya dan menyuruh Ivana untuk membandingkan tulisan tangannya dengan tulisan Ratna.


"Apa tulisan kami sama?" tanya gadis itu menyeringai


"Kalau kau tidak percaya kau bisa menanyakan keaslian tulisan tangan itu kepada seorang Grafologi," tantang Talita membuat Ivana semakin naik pitam


"Aku tahu kau sengaja mengirim ayahku ke luar negeri untuk melakukan hal ini padaku, itulah sebabnya aku mempersiapkan semuanya agar bisa melawan mu. Sebaiknya kau mulai berkemas dari sekarang karena sebentar lagi aku akan mendepak mu dari Aditama group tentu saja dengan putri dan menantu kesayangan mu," ucap Talita


"Jangan mimpi sampai kapanpun kau tidak akan bisa mengusir ku dari Aditama Group," sahut Ivana


"Semuanya berawal dari mimpi nyonya, dan aku sudah membuktikannya, dreams came true," sahut Talita


Ivana kemudian meninggalkan ruangan itu dengan wajah kesal. Ia tak mengira jika Talita yang baru bangun dari koma akan berubah menjadi kuda hitam yang sangat berbahaya.


"Aku tidak bisa membiarkan dia menang, aku harus mencari cara agar bisa mengalahkan anak itu


Rosa termenung memikirkan perkataan Ivana semalam. Gadis itu tak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya saat mengetahui Talita akan segera kembali masuk kerja.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?"


*Tok, tok, tok!


Rosa tersentak saat mendengar suara seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Ka Lita?" seketika netranya membelalak saat melihat Talita masuk kedalam ruangannya


"Kenapa Kaka sudah masuk kerja, bukankah kaka belum pulih benar?. Kenapa tidak istirahat saja?" ucap Rosa berusaha mengkhawatirkan Talita


Setelah mengusir Rosa dari kantor Aditama Group. Talita tak lupa mendatangi satu persatu para petinggi perusahaan yang merupakan kaki tangan Rosa dan Suaminya.


Setelah memecat semua direksi dan karyawan gadis itu segera mendatangi ruang kerja Rehan.


Pria itu langsung terkejut melihat kedatangan Rosa.


"Pergi dari sini," ucap Rehan mencoba mengusir kedatangannya.


"Sepertinya kau yang harus pergi dari tempat ini bukan??" jawab Talita membuat semua orang langsung membagi..


Gadis itu kemudian mengumpulkan semua karyawan perusahaan itu dan mulai memperpanjang kontrak para karyawannya.


Senyum terpancar di wajah wanita itu saat melihat puluhan karyawannya tampak ketakutan saat Ia mengancamnya.


Mereka bahkan begitu patuh padanya dan tak satupun yang membantahnya.


"Kakak," ucap Rosa


"Kita kan kakak beradik, bisakah kau ganti hukuman yang harus aku jalani. Apalagi kau tahu aku memiliki anak bayi. Apa kau tidak kasian dengan keponakan mu yang lucu kak Lita?"


Tentu saj Talita seketika tertawa mendengar ucapan gadis itu.


"Apa kau tidak berpikir jika aku adalah kakak mu saat kau mencoba merebut suamiku dan berusaha membunuh ku sore itu!" jawab Talita


Seketika wajah Rosa memucat mendengar ucapan wanita itu. Ia tak mengira jika Talita mengingat semua kejadian yang menimpanya sebelum koma.


Bagaimana dia bisa tahu semuanya.


"Jika kau menganggap dirimu sebagai adikku maka seharusnya kau tidak akan mungkin tega berselingkuh dengan kakak iparmu sendiri apalagi sampai berzina saat kakak mu sedang sekarat di rumah sakit," imbuh Talita