Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 26. Reuni



Gala terus menghitung peluang muncul angka-angka dalam kartu Remi yang sedang di kocok oleh seorang bandar judi di depannya.


Begitu kartu di bagikan Gala sudah membaca peluang kartu yang didapat oleh para lawan mainnya.


Dengan kemampuan matematika yang dimilikinya cukup mudah baginya untuk menebak siapa yang akan menang dan kalah.


Saat pemain lain mulai memperlihatkan kartunya ia tinggal menggunakan sedikit trik untuk mengalahkan mereka.


"Sekarang ayo perlihatkan kartumu Evan!" seru salah seorang dari mereka


Gala terlihat menggaruk-garuk kepalanya berusaha memperlihatkan kepanikannya agar lawan-lawannya percaya dengannya.


"Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kalian, karena gue gak bisa main lama," ucap Gala kemudian membuka kartunya."


"Wah Qiu qiu!" seru seorang host membuat semua orang langsung tercengang mendengarnya


"Sorry gue akhiri permainan gue hari ini seru Gala!"


"Tidak bisa Bro, lo gak boleh pergi gitu aja setelah mengalahkan kami," seru sang Bandar


"Gue gak akan lari, kita lanjutkan permainan kita besok pagi di jam yang sama. Aku tidak akan membawa uang ini karena akan saya simpan di sini sebagai jaminan," tukas Gala


Akhirnya sang Bandar melepaskan Gala setelah ia berhasil meyakinkan mereka dengan memberikan jaminan.


Gala akhirnya bisa bernafas lega setelah keluar dari sarang mafia.


"Akhirnya bisa keluar juga," ucap Gala kemudian memberikan kunci mobilnya kepada Alwin


"Wah kamu hebat sekali, bagaimana bisa kamu mengalahkan para Raja judi itu?" tanya Talita


"Biasa aja sih, kalau untuk mengalahkan mereka kebetulan aku pakai median, modus, mean, ingat kan pelajaran matematika itu, nah aku pakai itu," jawab Gala membuat Talita menganga


"Wah keren, aku tuh gak suka matematika jadi pasti gak bisa. Lagian ribet kan ngitung mean, modus, median dengan hitung cepat apalagi gak hapal rumusnya,"


"Yaudah nanti abang ajarin sampai bisa," jawab Gala


"Hmm, sebenarnya apa hubungan kafe itu dengan Ivana, kenapa kita harus pergi ke sana?" tanya Talita


Gala kemudian menjelaskan jika kafe itu adalah milik Ivana.


Selain sebagai tempat judi terbesar, disana juga merupakan tempat para mafia bertransaksi. Ivana menjual barang-barang curian impornya di kafe itu.


Kafe itu adalah sumber keuangan utama Ivana karena dari tempat itu bisa menghasilkan banyak uang.


Pendapatan paling besar adalah dari bisnis judi. Sebagai bandar judi mereka sering melakukan kecurangan untuk menipu para penjudi pemula dan amatiran. Bukan hanya itu saja bahkan para Raja judi pun mereka tipu. Evan Chang adalah satu-satunya Raja judi yang mengetahui kebusukan mereka dan mereka sengaja menyingkirkannya agar tidak seorangpun yang tahu praktik kotor perjudian di kafe tersebut.


Selain itu Mereka juga mendapatkan pendapatan dari para mafia yang melakukan transaksi dan bisnis gelapnya di sana.


Dan juga pendapatan dari mencuri produk-produk impor dari para importir.


"Jadi Evan Chang itu sudah mati?" tanya Talita


"Benar, dia sudah mati," jawab Gala


"Lalu apa hubungannya Evan Chang denganmu, kenapa kamu menjadi dia dan bagaimana dengan Ivana apa berjudi dapat mengalahkan Ivana?" tanya Talita lagi


Gala terlihat memegangi kepalanya saat di berondong rentetan pertanyaan dari Talita.


Ia kemudian menjelaskan jika ia berusaha untuk membantu Talita untuk menghancurkan sumber keuangan utama Ivana. Yaitu dengan menguras habis keuangan mereka dengan mengalahkannya di meja judi.


Setelah itu Gala juga akan melaporkan kafe judi itu ke polisi agar bisnis ilegal tersebut di tutup. Dengan begitu Ivana akan kehilangan pundi-pundi uang yang selama ini menyokong kareirnya.


Selama ini ia selalu lolos dari jerat hukum karena dukungan dari para direksi yang selalu membelanya karena ia sering memberikan sogokan kepada mereka.


Namun jika ia kehilangan sumber keuangannya maka ia tidak bisa lagi menyuap para direksi lagi.


Sedangkan Evan Chang, Gala hanya menggunakan nama itu karena kebetulan hanya itu yang ia dapatkan dari internet, ia sengaja memakai nama itu karena sudah lama menghilang dan agar para raja judi itu mempercayainya.


"Iya sayang," Gala terlihat mengepalkan tangannya saat mengingat masa lalunya.


Selain itu juga aku ingin membalaskan dendam pribadiku kepada orang-orang yang berusaha membunuhku


**********


Setelah mengantarkan Talita ke kantornya, Gala kemudian mempersiapkan semuanya untuk menghadapi para master judi.


Sementara itu diwaktu yang sama Ivana terlihat mendatangi ruang kerja Talita.


"Apa kau sudah mendapatkan semua bukti-buktinya?" tanya Ivana


"Tentu saja, kau pasti ketakutan saat aku akan mengungkap kebusukan mu Hingga menggunakan seorang pengganti untuk mengakui dosa-dosa mu," jawab Talita


"Sepertinya kali ini aku menemukan lawan yang sepadan, aku suka dengan semangat mu. Aku harap kau akan terus bersemangat dan tidak mundur di tengah jalan karena itu bisa mempengaruhi popularitas mu, apa kau mengerti??" ujar Ivana memperingatkan gadis itu


"Tenang saja tante, aku tidak akan mundur menghadapi manusia culas seperti dirimu. Aku juga akan mengungkapkan bagaimana kau berusaha memiliki Aditama Group dengan menjadikan anak kandungnya sendiri sebagai anak angkat ayahku. Apa kau sekarang berniat menyingkirkan aku agar anakmu yang mendapatkan harta warisan ayahku??" tanya Talita membuat wajah Ivana seketika meradang mendengarnya


Bagaimana ia bisa tahu, gawat jika Adi sampai tahu dia pasti akan mengusir Rosa???


"Jangan Fitnah, kalau tidak ada bukti jangan asal bicara!" tantang Ivana


"Baiklah kalau kamu menuntut bukti dariku aku akan membuktikannya padamu,"


"Baik kita lihat saja nanti, apa ucapanmu itu benar atau hanya sekedar isapan jempol semata," jawab Ivana kemudian meninggalkan ruangan itu


Ivana yang begitu meradang setelah mendengar penuturan Talita segera meninggalkan tempat kerjanya. Ia memilih menenangkan dirinya bersama asisten pribadinya di sebuah Villa.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menyingkirkan gadis itu?" tanya Assiten Ivana


"Jangan terburu-buru, aku ingin tahu darimana ia tahu jika Rosa adalah putri ku, apa dia juga mengetahui surat itu?, atau ia hanya menggertak ku saja," jawab Ivana


"Bagaimana kalau ia tetap nekat melakukan tes DNA untuk membuktikan jika Rosa adalah putrimu,"


"Jika itu benar-benar terjadi maka aku akan mengeluarkan kartu As yang selama ini aku sembunyikan selama delapan belas tahun," jawab Ivana


Tiba-tiba seorang pria bertubuh tegap bertato menemui mereka.


"Ada hal penting yang harus anda ketahui nyonya," ucap pria itu


"Katakan saja,"


"Setelah lima tahun menghilang Evan Chang kini kembali lagi," ucap pria itu


"Bagaimana mungkin seorang yang sudah mati bisa hidup lagi," sahut Ivana dengan sinis


Pria itu segera memberikan rekaman CCTV dari ponselnya kepada Ivana.


Wanita itu mengernyit saat melihat sosok Gala yang menyamar menjadi Evan.


"Apa kau yakin dia Evan, atau hanya orang iseng yang hanya menyamar menjadi dia untuk mendapatkan sesuatu?"


"Dia asli nyonya, bahkan para front man sudah memastikan identitasnya saat ia masuk. Kalau anda ingin memastikan lagu dia asli atau bukan, datanglah ke kafe besok pagi. Ia berjanji akan datang lagi untuk melanjutkan permainannya yang sempat tertunda," terang pria itu


"Baiklah, aku akan datang besok," jawab Ivana


Keesokan harinya Ivana sengaja mendatangi kafenya untuk melihat Evan Chang.


Asisten Ivana segera memberitahu wanita itu saat Evan datang bersama asistennya. Wanita itu segera turun untuk menyambut kedatangan master judi legendaris itu.


"Selamat datang kembali Mr. Evan, bisa kau buka kacamata mu?" tanya Ivana menyalaminya


Gala segera melepaskan kacamata hitamnya, seketika netra Ivana membulat saat melihat wajah Gala.