
Setelah Rehan bekerja, ia makin jarang bertemu dengan istrinya Rosa. Pekerjaannya menuntut ia lebih banyak berada di luar kota bersama atasannya Media.
Sebagai seorang manajer perbekalan ia memang lebih sering melakukan survey pasar untuk mencari barang-barang dengan kualitas terbaik untuk kebutuhan kantornya.
Untuk mendapatkan keuntungan ia juga harus pandai bernegosiasi dan mencari rekanan bisnis yang bisa memberinya banyak keuntungan.
Kurangnya komunikasi antara ia dan Rosa membuat hubungan keduanya mulai renggang.
Mereka yang hanya bertemu saat sarapan pagi hanya bisa bercerita seadanya.
Rosa yang sebelumnya begitu perhatian dengan Rehan lama-kelamaan mulai cuek karena kesibukannya. Sikap Rosa yang mulai melunak dan tak lagi over posesif membuat Rehan mulai kehilangan kendali.
Pertemuannya dengan Talita membuat pria itu seakan terbawa kembali kepada kenangan masa lalunya bersama wanita itu.
Apalagi saat melihat Talita yang sudah berubah drastis. Ia tampak lebih cantik dan elegan tak seperti dulu saat jadi istrinya.
"Apa kabar Rey?" tanya Talita saat bertemu dengannya
"Baik Ta, bagaimana denganmu?" jawab Rehan
"Seperti yang kau lihat," jawab Talita
"Bagaimana dengan istrimu?" tanya Talita
"Rosa baik-baik saja," jawab Rehan
Saat keduanya tengah asyik berbincang, diam-diam Medina memotret keduanya.
Setelah berhasil mendapatkan beberapa gambar keduanya wanita itu kemudian menghampiri keduanya.
"Halo Talita," ujar Media menyapanya
Wanita itu langsung menjabat tangannya dengan ramah. Talita tampak antusias membahas penawaran bisnis yang disampaikan oleh Rehan sebagai perwakilan Medina Group.
Pembicaraan mereka di akhiri dengan makan malam. Seusai makan malam Medina meminta Rehan untuk mengantar Talita pulang namun dengan tegas wanita itu menolaknya.
Gala datang untuk menjemput Talita. Medina terlihat kecewa saat melihat kedatangan Gala.
Sejak pertemuan dengan Talita, Rehan semakin sering menghubungi wanita itu bahkan sesekali mengajaknya makan atau sekedar berbincang untuk mengenang masa lalu mereka.
Talita sengaja mengunakan perasaan Rehan untuk membalaskan dendam terakhirnya kepada Pria yang sudah pernah membunuhnya itu.
Tak mau membuat Gala salah sangka dengan Rehan. Wanita itu kemudian menceritakan alasannya mendekati pria itu. Meskipun Gala tidak menyukai aksi balas dendam Talita, namun pria itu tak bisa melarangnya.
"Aku harap kau lebih berhati-hati, aku takut sesuatu terjadi padamu," ujar Gala
"Tentu saja, aku akan selalu mengingat pesanmu. Aku janji padamu aku akan segera mengakhiri semuanya dan menikah denganmu setelah berhasil membuat Rehan bertekuk lutut di kakiku dan meminta ampun padaku," jawab Talita
Sementara itu Rosa mulai curiga dengan perilaku Rehan yang terlihat lebih rapi dan ceria.
Melihat gelagat suaminya yang tak biasa membuat wanita itu diam-diam menyelidiki apa yang dilakukan oleh lelaki itu.
Karena ia tak memiliki teman yang bekerja di Medina Group maka Rosa sengaja memasang aplikasi kloning di handphone suaminya untuk mengetahui siapa yang sering menghubungi lelaki itu.
Sesekali ia juga diam-diam mengawasi Rehan saat ia senggang.
Medina yang mengetahui kedatangan Rosa secara diam-diam menghampiri wanita itu.
"Bukankah kau istri Rehan?" tanya Medina membuat Rosa tercengang
"Benar, maaf saya hanya berniat melihat suami saya, sungguh aku tidak punya maksud apapun saat menyelinap ke sini," terang Rosa
Wanita itu sengaja menjelaskan maksud kedatangannya kepada Medina agar wanita itu tak mencurigainya.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui tentang suami kamu?" tanya Media
"Itu...aku hanya ingin memastikan jika Ia makan teratur di sini," jawab Rosa
"Boleh aku minta nomor telepon mu?" tanya Medina
Rosa segera memberikan nomor ponselnya tanpa rasa curiga. Setelah cukup lama mereka mengobrol dengan Medina, Rosa kemudian pamit pulang.
Saat perjalanan pulang Medina sengaja mengirimkan pesan kepadanya yang berisi gambar Rehan dan Talita sedang makan siang bersama.
Betapa terkejutnya Rosa saat melihat foto Talita dan Rehan, wanita itu kemudian memutar balikkan sepeda motornya untuk menemui Rehan.
Namun saat perjalanan menuju kantor Medina Group sebuah mobil SUV menabraknya hingg sepeda motor Rosa terbalik ke jalanan.