Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 45. Sakitnya dikhianati



*Prang!!!


Rehan begitu terkejut saat Rosa melemparinya dengan barang-barang pecah belah setibanya di rumah.


Wanita utu begitu murka padanya, apalagi setelah mengetahui jika ia menjadi sekretaris Talita.


"Dasar buaya masih berani juga kamu pulang hah!" hardik Rosa kembali memukulinya dengan kemoceng


"Ada apa sih Ros, kenapa kamu jadi begini," tukas Rehan


"Ternyata dugaanku benar, kamu ada main sama kak Talita!" seru Rosa terus memukuli pria itu


"Jangan suudzon, siapa yang bilang, lagipula apa buktinya kalau aku sama Talita ada main,"


"Ibu bilang dia dipecat dan posisinya digantikan oleh kamu. Tidak ada asap tanpa ada api. Aku yakin Ka Lita sengaja menjadikan kamu sebagai sekretarisnya karena ingin lebih dekat lagi dengan kamu. Jangan-jangan kalian mau CLBK lagi, aarrgghhh!!!"


"Terserah apa katamu, tapi yang jelas aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Talita." Rehan segera meninggalkan Rosa yang masih menangis tersedu-sedu di ruang tamu


Pria itu kemudian merebahkan tubuhnya keatas ranjangnya.


"Sebenarnya siapa yang sudah meracuni otak Rosa hingga ia jadi over posesif seperti itu, lagipula kenapa juga Talita menjadikan aku sebagai sekretarisnya. Sebenarnya apa yang ia rencanakan," Rehan segera bangun dan melepaskan pakaian kerjanya


Ia kemudian mengambil baju ganti dan segera meninggalkan kamarnya.


"Mau kemana lagi kamu!" seru Rosa kembali mencurigai suaminya


"Ada urusan yang harus aku selesaikan,"


"Apa kau ingin menemui kakakku?" tanya Rosa


"Tentu saja, aku harus meluruskan semuanya. Kalau kamu penasaran ayo ikut denganku," jawab Rehan


Rosa akhirnya memutuskan ikut dengan suaminya setelah Rehan berkali-kali membujuknya.


Rehan kemudian menghentikan mobilnya tepat di sebuah apartemen mewah di kawasan kelapa gading.


Melihat kedatangan adiknya, Talita sengaja menyambut kedatangan mereka di depan pintu apartemennya.


"Jadi ini tempat tinggal kak Lita yang baru?" tanya Rosa begitu sinis


"Hmm, kata ahli feng shui ini adalah Lokasi terbaik untukku agar bisa membuang kesialan ku di masa lalu," jawab Talita kemudian mempersilakan keduanya masuk


"Terimakasih atas kunjungan kalian, padahal belum ada seorangpun yang tahu alamat rumahku, tapi kalian malah sudah tahu duluan," imbuh Talita melirik kearah Rehan


Melihat Talita terus memperhatikan suaminya membuat Rosa mengepalkan tangannya.


Wanita itu mengira jika Talita masih memiliki rasa dengan suaminya hingga selalu mencuri pandang terhadap lelaki itu.


Talita kemudian mengajak mereka menuju ruang makan dan mempersilakan keduanya untuk menikmati makan malam yang sudah disiapkan untuknya.


"Entah firasat atau bukan tapi aku memang sengaja masak banyak, eh ternyata benar, kalian datang...jadi ayo kita makan sama-sama. Lagipula sudah lama sekali kuta bertiga tidak makan satu meja,"


Saat Talita hendak menuangkan nasi ke piring Rehan, Rosa buru-buru menuangkannya lebih dulu.


Rosa begitu terperanjat saat melihat semua lauk yang tersaji di atas meja adalah makanan kesukaan suaminya.


"Apa kau sengaja memasak makanan kesukaan Rehan karena tahu dia akan datang?" tanya Rosa penasaran


"Tidak juga, kebetulan aku sedan, badmood hari ini. Dan sudah jadi kebiasaan ku selalu masak makanan kesukaan Rehan saat sedang badmood untuk mengembalikan perasaan ku seperti sedia kala," jawab Talita


"Wah romantis sekali, meskipun kalian sudah berpisah namun perasaan kalian masih saling terhubung?" sahut Rosa menatapnya nyalang


"Mungkin karena Rehan adalah cinta pertamaku dan itu membuatku sulit untuk melupakannya,"


*Braakkk!!


Tiba-tiba Rosa langsung menggebrak meja membuat Rehan tercengang dibuatnya.


"Sepertinya kehadiran ku di sini hanya mengganggu kesenangan kalian. Baiklah kalau begitu aku akan pergi dari sini agar kalian bisa lebih nyaman tanpa diriku,"


"Terimakasih Ros, kamu memang sangat pengertian. Tapi sepertinya kau salah sangka," jawab Talita mencoba menghentikan wanita itu saat hendak pergi setelah mengambil tas kecilnya .


Rosa yang melihat Rehan hanya diam dan tak menghiraukannya membuat ia semakin kesal dan bergegas pergi meninggalkan ruangan itu meskipun Talita menahannya..


Talita menghampiri Rehan setelah ia gagal membujuk Rosa untuk tidak pergi.


"Kenapa kau tidak mencegahnya?" tanya Talita


Rehan segera membersihkan mulutnya dan segera berdiri di depan Talita


"Percuma saja, lagipula bukankah itu yang kau inginkan??" ucap pria itu sengaja mencondongkan tubuhnya kearah Talita


"Kau sengaja menjadikan aku sekretaris mu agar kau bisa membuat aku dan Rosa terus salah paham bukan?" imbuhnya


Ia semakin mendesak Talita hingga wanita itu tak berdaya dan hanya bisa bersandar di dinding rumahnya.


"Bukankah kau juga senang jika bisa dekat denganku lagi. Aku yakin lelaki seperti dirimu selalu berusaha mendekati wanita yang lebih kaya untuk menjamin kehidupan mu nanti, bukan begitu sayang," jawab Talita


Melihat Rosa masih mengintip mereka dari celah pintu, ia sengaja mencium bibir Rehan untuk membuat wanita itu semakin terbakar api cemburu.


Sekarang kau akan merasakan bagaimana sakitnya dikhianati orang yang paling dekat denganmu?