Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 19. Serangan Balik



Talita mengumpulkan semua dokumen seorang staff yang dibuang ke tempat sampah.


Hari ini adalah rapat direksi, semua kepala divisi dan petinggi perusahaan berkumpul di ruang rapat.


Talita segera masuk ruangan tersebut meskipun ia tidak mendapat undangan resmi seperti kepala Divisi lain.


Ivana tersenyum sinis saat melihat kedatangan Talita.


Syukurlah kau datang, karena hari ini juga aku akan mengusir mu dari sini. Anak haram seperti dirimu tak layak untuk menjadi pewaris Aditama Group.


Rapat pun dimulai, Ivana sebagai moderator rapat memperkenalkan Talita kepada pimpinan direksi perusahaan.


Terlihat tatap mata pesimis dan tidak suka dari mereka saat melihat sosok Talita. Selesai memperkenalkan Talita ia mempersilakan kepada Aditama untuk memulai rapatnya.


Adi mulai membahas penjualan produk mereka selama dua bulan terakhir yang mengalami penurunan drastis hingga membuat saham perusahaan menurun.


Para direksi saling berbisik dan menyalahkan Divisi Eksekutif yang dipimpin oleh Talita.


Menurut mereka Divisi Eksekutif harusnya menjadi inspirasi bagi divisi lain karena di departemen ini semua produk di ciptakan dan di kembangkan.


Mereka kemudian menyalahkan Talita yang selama menjadi pimpinan tidak melakukan apapun selain duduk manis di kantornya dan bermain-main saja.


Talita terlihat tenang meskipun di serang habis-habisan, ia sengaja menahan amarahnya. Ia tahu jika Ivana sudah menghasut para direksi untuk mengusirnya dari Divisi Eksekutif.


Ivana sengaja menggunakan situasi itu untuk mengambil hati para direksi dengan memperkenalkan desaign produk barunya, kepada Aditama.


Talita menyeringai saat melihat proposal pengajuan produk baru milik Ivana.


Aku masih ingat, bagaimana kau menendang ku dari divisi ini, kau sengaja menggunakan alasan emosiku untuk menyingkirkan aku dan menggantinya dengan orang-orang kepercayaan mu. Tapi sekarang aku tidak akan membiarkan semuanya seperti dulu. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Dengan bukti proposal ini aku akan membalikkan semuanya.


Semua direksi langsung memuji kecerdasan Ivana yang berhasil memberikan inovasi baru di saat perusahaan terus mempertahankan produk lama mereka.


Talita menatap nanar kearah Ivana yang tersenyum sambil memainkan ponselnya.


Suasana rapat kembali riuh karena semua direksi terus memuji Ivana dan menyudutkan Talita.


"Semuanya tenang!" seru Aditama dengan suara lantang membuat semua orang seketika terdiam


Melihat suasana sudah mulai kondusif, talita segera berdiri membuat semua mata langsung tertuju padanya.


"Boleh saya bicara?" tanyanya lirih


"Mau bicara apa lagi, sudah jelas kamu bersalah, jangan bilang kamu mau mengadu kepada ayahmu agar tidak dipindahkan ke divisi lain!" seru salah seorang direksi membuat Ivana langsung melotot kearahnya


Talita tersenyum simpul mendengar ucapan pria itu.


"Tentu saja tidak, saya hanya ingin memberikan klarifikasi saja. Bukankah semua orang diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Aku tidak mau menjadi bahan gunjingan karyawan Aditama grup karena itu bisa merusak nama baik keluarga Aditama. Aku juga tidak mau menjadi seorang yang arogan dengan memecat anda semua yang sudah memfitnah ku tanpa barang bukti. Jadi biar semuanya adil bisa beri saya kesempatan untuk meluruskan kesalahpahaman ini?" tanya Talita membuat semua orang bungkam


Ivana terus memperhatikan Talita yang terlihat tenang saat berjalan menuju podium.


Talita kemudian membagikan salinan proposal pengajuan produk baru yang dibuat oleh salah seorang staffnya.


"Yang kalian pegang adalah desain produk salah seorang staff saya yang ditolak oleh Ibu Ivana dengan alasan kurang up to date, harga terlalu mahal, tidak di sukai oleh pasar, budget terlalu besar, dan lain-lain." ucap Ivana menghentikan ucapannya dan kembali memberikan salinan proposal lain yang ia temukan di tempat sampah kepada para direksi


"Design yang kedua juga sama, ketiga bahkan sampai ke sepuluh semua di tolak oleh Bu Ivana. Apa kalian tahu kenapa?" tanya Talita membuat semua orang terlihat bingung


"Karena dia memang tidak punya wewenang untuk menyetujui proposal tersebut, harusnya anda sebagai pimpinan Divisi Eksekutif yang menyetujuinya dan menandatanginya," jawab salah seorang Direksi


"Bingo, tepat sekali!" seru Talita membuat semua orang semakin bingung dibuatnya


"Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa staf saya membawa proposal itu kepada Bu Ivana bukan kepada saya, padahal saya atasannya?, karena saya tidak mau ada salah paham diantara kita, maka saya membawa orang yang membuat proposal ini agar dia sendiri yang menjawab kenapa dia melakukan hal itu,"


Ivana yang mulai ketakutan berusaha melarang Talita memanggil stafnya, namun Aditama langsung memberinya izin.


Tidak lama staf itu masuk dan menjelaskan semuanya kepada Dewan Direksi. Semua tercengang mendengar penjelasan wanita itu.


"Sekarang kalian tahu kan kenapa selama ini saya hanya duduk manis di ruangan saya yang sangat nyaman itu. Karena ada Ibu Ivana yang sangat baik hati yang dengan ikhlas mengerjakan semua tugas-tugas saya," ucap Talita melirik kearah Ivana


"Yang kedua, untuk produk yang di rancang oleh Ibu Talita itu saya sedikit sangsi jika itu hasil pemikirannya. Karena meskipun ia seorang lulusan publik relations tidak mungkin kan dia bisa menguasai komponen barang-barang elektronik dengan begitu rinci?" Talita kemudian menayangkan sebuah presentasi milik salah seorang stafnya


"Kalian pasti bingung kenapa aku bisa mendapatkan presentasi ini bukan??" ucap Talita sebelum melanjutkan presentasinya


Ia kemudian menjelaskan jika produk yang ia presentasikan adalah milik salah seorang stafnya yang sudah di tolak oleh Ivana. Ia bahkan langsung memutasi staf tersebut ke kantor cabang agar semua orang tidak tahu jika produk yang ia ajukan adalah miliknya.


Tentu saja semua orang dibuat terperanjat oleh penjelasan Talita.


"Jangan Fitnah, kau bahkan tidak mengenal staf itu jadi jangan asal bicara!" seru Ivana mencoba membela dirinya


"Aku memang tidak mengenal orang itu, tapi aku melihat proposalnya yang anda buang ke tong sampah. Karena Penasaran kenapa proposal sebagus itu di buang saya akhirnya mencari informasi tentang siapa penciptanya dan menurut staf saya orang yang membuatnya sudah di mutasi oleh anda. Dan supaya kalian tidak menuduhku memfitnah Ibu Ivana maka saya juga sudah mengundang orang itu ke sini," ucap Talita membuat Ivana semakin kebakaran jenggot.


********


Ruang kerja Ivana.


Ivana begitu marah setelah dipermalukan di ruang rapat. Ia tak mampu lagi membendung emosinya saat kembali ke ruangannya.


*Braakkk!!!


Ivana langsung menggebrak meja kerjanya dan melemparkan semua benda-benda yang ada di atasnya untuk melampiaskan kekesalannya.


"Aarggghh!, dasar serigala kecil beraninya kau menginjak ku!" serunya membuat semua staf langsung menutup telinga saat mendengar kemarahan wanita itu.