Perfect Revenge

Perfect Revenge
Bab 56. Akhir semuanya



"Ternyata pelakunya orang yang berbeda. Aku yakin dia adalah orang yang berusaha menabrak mu." ucap Talita saat melihat pesan MMS dari ponsel Rosa


"Bagaimana kau bisa tahu?" jawab Rosa


"Sepertinya dia sangat menginginkan kamu berpisah dengan Rehan," jawab Talita


"Apa Rehan pelakunya?" tanya Rosa begitu penasaran


"Kita tidak bisa menuduh tanpa bukti, harusnya ibumu lebih paham masalah seperti ini. Karena aku tahu dia sebenarnya adalah seorang detektif terbaik dalam menyelidiki sebuah kasus seperti ini," jawab Talita


Ivana menoleh kearah gadis itu, membuat Talita menyunggingkan senyumnya.


Setelah menemui Rosa, Talita sengaja menemui Rehan di kantornya.


Tentu saja Pria itu terkejut saat mengetahui Talita menemuinya.


"Ada apa kau datang menemui ku?" tanya Rehan tampak terkejut


"Tidak ada apa-apa, aku hanya merindukan dirimu," jawab Talita


Rehan seketika tersipu-sipu mendengar ucapan gadis itu.


"Yang benar saja, mana mungkin kau merindukanku," jawab Rehan


"Apa aku tidak boleh merindukan mu?" tanya Talita


"Tentu saja boleh, hanya saja aku tidak yakin. Apalagi setelah apa yang aku lakukan padamu?" jawab Rehan


"Jadi kau meragukan aku?"


"Bukan begitu,"


"Bukankah kau tahu bagaimana aku menyukaimu. Bagaimana aku memperjuangkan dirimu sampai menjadi suami ku, tentu saja aku benar-benar merindukan dirimu. Aku rindu saat-saat bahagia bersamamu. Andai saja kita tidak berpisah, mungkin sekarang kita sudah memiliki anak," jawab Talita


Mendengar pembicaraan Talita yang mulai serius, Rehan kemudian mengajak wanita itu keluar dari ruangannya.


Ia sengaja mengajak wanita itu ke sebuah kafe yang tak jauh dari tempatnya bekerja.


"Kenapa kau mengajakku ke sini?" tanya Talita


"Akan lebih nyaman bila kita membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi di luar kantor," jawab Rehan


Lelaki itu kemudian memesankan makanan ringan lengkap dengan minumannya.


"Pasti alasannya kenapa kau tiba-tiba merindukan aku, apa kau ada masalah dengan Gala?" selidik Rehan


"Bukankah sudah lama hubungan kami bermasalah, jadi tidak ada hubungannya antara aku dengan Gala. Lagipula kau tahu kan jika sekarang ia sudah menikah," jawab Talita


Wanita itu segera mencicipi makanan yang dipesan oleh Rehan.


Ia tersenyum simpul saat mengetahui pria itu memesankan makanan kesukaannya.


"Apa kau sengaja membuatku tersipu-sipu, dengan memesankan makanan kesukaan ku?" tanya Talita


"Anggap saja kita impas, bukankah kemarin kau yang lebih dulu memesankan makanan favorit ku," jawab Rehan


Pria itu kemudian mengambil tisu dan membersihkan saus yang menempel di sudut bibir Talita.


"Thanks, kamu selalu saja pandai membuat ku terpesona," ucap Talita tersipu


Tiba-tiba Talita melihat seorang wanita yang terus memperhatikannya.


Sekarang aku harus menangkap basah si pembuat onar ini,


"Maaf aku kebelakang sebentar," ucap Talita


Wanita itu segera beranjak dari duduknya dan menuju ke toilet.


Seorang wanita langsung menutupi wajahnya dengan buku menu saat melihat Talita melintas di depannya.


Talita tersenyum simpul saat melihat reaksi wanita itu. Bukannya ke toilet, Talita justru menarik wanita itu dan menyeretnya menuju ke toilet.


"Apa-apaan sih, lepasin gue!" seru wanita itu


Talita kemudian mengambil ponsel milik wanita itu dan membukanya.


"Itu...itu...aku tidak sengaja," jawab wanita itu gagap


"Katakan terus terang atau aku akan melaporkan mu kepada polisi dengan karena sudah mengambil fotoku tanpa izin!" ancam Talita


"Aku hanya menjalankan pekerjaan ku saja, sumpah aku tidak ikut campur dalam masalah kalian," jawab wanita itu


"Kalau begitu katakan padaku siapa yang membayar mu!" desak Talita


Wanita itu kemudian membisikkan sesuatu kepadanya.


Tidak lama Talita melihat kedatangan Dika bersama dengan Medina.


Keduanya kemudian duduk satu meja dengan Rehan.


Dika langsung menatap sinis Talita saat gadis itu menghampiri mereka dan duduk di samping Rehan.


"Benarkan yang aku katakan, pria ini tidak bisa dipercaya. Baru saja ia bersumpah setia kepadamu, tapi sekarang ia sudah bersama wanita lain. Apa kau yakin akan melanjutkan hubungan kalian?" tanya Dika menatap kesal kearah Medina


Medina melirik kearah Talita yang ada di depannya.


"Sekarang katakan padaku, sebenarnya kau pilih aku atau dia?" tanya Medina kepada Rehan


Pria itu benar-benar tak mengira jika Medina akan berkata seperti padanya.


"Kamu ini bicara apa sih, kau tahu kan aku sudah memiliki istri jadi bagaimana aku bisa memilihmu ataupun Talita," jawab Rehan


"Jangan berusaha memutar balikan fakta Rey, cepat katakan atau aku anggap kau memilihnya," imbuh Medina


Melihat sikap posesif Medina membuat Talita yakin jika keduanya memang memiliki hubungan spesial.


"Katakan saja Rey, aku tidak akan marah jika kau lebih memilihnya," tukas Talita membuat Rehan seketika tertawa mendengarnya


"Pilih siapa Ta, kau tahu kan kalau aku hanya mencintai Rosa, jadi mana mungkin aku akan mengkhianatinya," jawab Rehan


"Kalau boleh berbicara seperti itu dihadapan Rosa tapi tidak di depanku. Baiklah sepertinya aku sudah mengerti sekarang, sebaiknya kau bersiap-siap karena tidak lama lagi polisi akan mendatangimu," ucap Talita


"Kenapa polisi mendatangi ku?" tanya Rehan tiba-tiba ketakutan


"Kau pasti tahu kenapa mereka mendatangi mu,"


Tak lama setelah Talita pergi menggunakan mereka dua orang polisi langsung membawa Rehan ke kantor polisi.


"Lepaskan aku, aku tidak bersalah!" seru pria itu sembari terus meronta


"Medina tolong aku, kau tahu kan aku tidak bersalah!" imbuhnya


Medina yang terlihat bimbang segera bergegas mengejar Rehan, namun Dika langsung menghentikannya.


"Sudahlah Din, jangan melakukan yang sama untuk kedua kalinya. Apa kau mau merusak citra perusahaan mu dengan di cap sebagai pelakor!. Lupakan Rehan aku yakin dia mendekati mu karena Rosa sudah bangkrut. Dia juga akan melakukan hal yang sama jika kau mengalami hal yang sama dengan Rosa nantinya," terang Dika mencoba memberikan penjelasan kepada wanita itu


Medina kemudian menangis tersedu-sedu saat menyadari kebodohannya karena selama ini telah mempercayai Rehan.


"Sudahlah, sekarang yang harus kau lakukan adalah minta maaf kepada Rosa. Bagaimanapun juga kau dan Rehan sudah membuatnya begitu terluka. Bahkan bukan hanya luka batin yang ia derita tapi luka fisik juga," tutur Dika


Ditemani Dika, Medina pun menemui Rosa dan meminta maaf kepadanya.


"Maafkan aku Ros, selama ini aku begitu dibutakan oleh cinta sehingga rela melakukan apapun agar bisa kembali bersama Rehan, tapi sekarang aku sadar karena semua yang berawal dari kecurangan pasti akan berakhir dengan kegagalan. Aku tidak mau mengalami hal yang sama dengan yang kau rasakan sekarang jadi maafkan aku," ujar Medina


Tiba-tiba air mata Rosa mengalir deras membasahi wajahnya. Wanita itu sekarang mulai menyadari jika yang ia alami sekarang adalah karma atas apa yang ia lakukan terhadap Talita dulu.


"Maafkan aku kak," ucap Rosa menangis tersedu-sedu


Sementara itu Rehan akhirnya mendapatkan hukuman karena sudah berusaha menabrak istrinya Rosa.


Kabar bahagia datang dari Gala yang akhirnya memberanikan diri memberikan konfirmasi tentang pernikahan palsunya.


Ia juga memberitahukan kepada media tentang rencana pernikahannya dengan Talita.


"Doakan saja pernikahan kami lancar bulan depan," ucap Gala mengakhiri konferensi persnya.


*Tamat*